
Setelah selesai mandi dan minum obat Mayang kembali terlelap, obat yang di berikan dokter, memang memuatnya akan merasa ngantuk agar Mayang bisa beristirahat total.
Sementara Andre tak beranjak dari kamar tersebut. Ia pun memilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitasnya.
Andre menatap wajah Mayang yang terlelap. Ia semakin iba melihat tubuh Mayang yang kecil dan kurus, tapi harus mengandung bayi kembar mereka.
Tangannya mengusap kepala Mayang. Karena tak ada aktivitas yang ia lakukan, Andre mulai merasa mengantuk dan coba memejamkan matanya, kepalanya terasa berat jika berbaring sepagi ini.
Andre adalah orang yang selalu aktif dengan aktifitas yang padat dari pagi hingga tengah malam.
Berdiam diri justru semakin menambah gairah libidonya. Apalagi sudah lama sang junior tak pernah lagi merasakan sensasi hangat dan berdenyut.
Sejak merasakan ngidam dan muntah-muntah, Andre kehilangan gairahnya untuk melakukan hal itu, ada rasa khawatir jika sumpah Mayang terkabulkan. Karena sejak bertemu Mayang di cafe, sang junior tak pernah hidup lagi. Sekarang Andre bisa tenang karena si junior sudah kembali sedia kala. Justru cucak ruwonya dari kemaren terus saja bangun dan sulit di tidurkan,Sayangnya ia harus puasa kembali karena keadaan Mayang yang tak memungkinkan.
Andre merentangkan tangannya menjangkau kepala Mayang.
"Yang, cepat sembuh yah Yang, sudah ngak sabar pingin segera lepas landas aja,"ucap Andre seraya mengusap kepala Mayang.
Ini pertama kalinya bagi Andre memiliki anak, dari sekian banyak istri-istnya hanya Mayang yang berhasil mengandung benih darinya. Tentu saja Mayang jadi yang teristimewa dari istrinya yang lain. Apalagi lagi mereka akan memiliki anak kembar, sudah terbayang bagi Andre betapa bahagianya dirinya.
Namun, tiba-tiba Andre teringat. Jika para musuhnya tahu jika ia memiliki anak, bukan tak mungkin anaknya berada dalam bahaya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu di ketuk. Dengan malas Andre membuka pintu.
Seorang bodyguard tengah memeriksa tuan dan nyonya Adiaksa dengan alat detektor metal.
'Biarkan mertua ku masuk! " Titah Andre.
Adiaksa dan nyonya masuk kedalam ruangan tersebut, sebelumnya Adelia melempar senyum sinisnya ke arah bodyguard.
"Silakan masuk ayah mertua. "
Adiaksa masuk ke dalam kamar, air matanya setika menetes melihat Mayang yang terbaring lelap di atas tempat tidur dengan wajah yang pucat dan tubuh yang kurus.
"Mayang! " Panggil Adiaksa lirih.
Ia pun mencium kening putrinya.
Mayang membuka matanya perlahan. Ia kaget ketika melihat ayahnya menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ayah. " Mayang.
"Bagaimana keadaan kamu Nak? " tanya Adiaksa seraya mengusap kepala Mayang.
"Baik Yah. " Mayang hanya menjawab singkat.
Sementara Adelia menatapnya dengan sinis.
"Ma'afkan ayah ya Nak, selama ini kamu sudah banyak menderita karena Ayah, setelah keadaan kamu pulih, kamu tinggal sama ayah, Ayah akan penuhi semua kebutuhan kamu. "
Adiaksa tahu jika Andre menikahi Mayang bukan karena ia mencintai putrinya. Tapi karena Mayang terlanjur mengandung darah daging Andre.
Adiaksa pun tahu seperti apa Andre yang sebernarnya. Ia takut jika Mayang tinggal bersama Andre Mayang akan di sakiti.
"Apa? Mana bisa begitu! Mayang itu istri ku,dia harus tinggal bersama dengan ku," sahut Andre.
"Tapi Tuan! Mayang akan lebih aman jika tinggal bersama ku, ayah kandungnya sendiri. " Adiaksa ngotot.
"Mayang itu istri ku! Jadi ia harus tinggal bersama ku! Titik. Aku yang akan bertanggung jawab atas keselamatannya! " Andre.
'Adelia menyimak perdebatan mereka, Huh semoga Mayang tak memilih tinggal di rumah ku. ' batin Adelia.
Mayang melirik kedua pria tersebut secara bergantian.
"Mayang, kau maukan tinggal bersama ayah Nak? " tanya Adiaksa dengan lemah lembut.
"Tidak bisa Tuan! Mayang tetap tinggal bersama ku. Dia itu milikku. Anak yang di kandungnya itu anakku! Meski pun kau ayahnya! " suara Andre sedikit lebih tinggi.
Adiaksa tak bisa berkata-kata lagi. Memang setelah menikah ia tak lagi punya hak terhadap Mayang lagi.
"Sayang cepat sembuh, setelah itu tinggalah bersama ku di istana kita, kau akan jadi Satu-satunya ratu ku. Bahkan aku akan berikan sebagaian hartaku untuk mu dan anak-anak kita, " ucap Andre seraya mengusap kepala Mayang.
Delia menyunggingkan senyum tipis, 'Sialan kenapa harus Mayang yang jadi istri Andre, kenapa tidak Resti saja putriku, Resti lebih cantik, lebih muda lagi. Kalau Resti yang jadi istri Andre kan aku juga bisa dapat aset dari Andre. Apa ku suruh saja Resti mendekati Andre, dari pada ia bergaul dan memiliki pacar yang tak jelas, mending sama Andre kan, ha ha.' batin Adelia, ia pun menyunggingkan senyum menyeringai.
Mayang menatap ke arah Andre yang tersenyum merayunya.
Meski Andre menawarinya sebagian hartanya. Mayang tak tertarik, ia hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya kelak, ia sendiri tak pernah menyangka akan berada di posisi yang begitu sulit seperti ini. Apa yang di katakan Andre ada benarnya juga. Jika musuh Andre menemukan dirinya berkeliaran di luar sana, bukan tak mungkin akan mengancam keselamatan ia dan bayinya. Karena yang ia kandung saat ini adalah Satu-satunya pewaris Andre seorang mantan mafia kelas kakap yang memiliki musuh tak terhitung jumlahnya. Sedangkan dirinya sampai saat ini belum bisa menerima Andre sebagai suaminya, apalagi jika hidup serumah dengannya.
'Sampai kapan aku dan anak-anak ku bisa hidup tenang,'batin Mayang. Mayang kembali menarik napas panjang dan berat kemudian menghpaskannya.
'Sampai kapan cobaan ini akan berakhirnya, kapan kah aku bisa hidup tenang. '
Setelah beberapa saat ngobrol bersama Andre dan Mayang. Adiaksa dan Adelia memutuskan untuk pulang.
"Mayang, Ayah pulang dulu ya Nak. " Adiaksa mencium kening putrinya, air matanya sekali lagi menetes melihat keadaan Mayang.
"Iya Yah. "
Sementara Adelia tak menyapa Mayang sedikit pun, ia hanya menjabat tangan Andre. Kemudian berlalu darinya.
Sepeninggalan Adiaksa. Andre menghampiri Mayang.
"Sayang kamu mau makan lagi? " tanya Andre
"Ehm, makan terus." dengus Mayang.
"Biar kamu cepat sehatnya, Aku sudah ngak sabar untuk jenguk anak kita," ucap Andre sambil mengedipkan matanya seraya tersenyum mesum.
Karena Mayang adalah gadis yang polos. Ia tak mengerti maksud dari perkataan Andre.
" Aku kayak binatang ternak saja. Habis di kasih makan banyak-banyak, kalau sudah gemuk trus di korbanin kan? " dengus Mayang.
"Ha ha, ngak gitu Sayang, Jadi istri seorang Andre Mahesa memang seperti itu, kamu hanya makan minum dengan enak, semua kebutuhan dan keperluan kamu semua akan terpenenuhi, Apa yang aku miliki juga akan jadi milik kamu Sayang. Tapi tentunya kamu juga harus melayani aku dengan baik. "
Mayang mendengus, seraya membuang wajahnya dari Andre"Sudah ku duga, tak ada yang gratis di dunia ini."
"Memang seperti itu Sayang, "ucap Andre seraya mencium pipi Mayang. Ia pun menggigit pelan baju Mayang, Andre sudah mulai menggeram tak sabar membawa mayang pulang.
Andre pun mencium ceruk leher sang istri yang membuat Mayang merinding.Mayang pun menepis wajah Andre, kemudian menarik selimut dan kembali berbaring karena ia kembali ngantuk.
"Hm tidur terus. " Dengus Andre."Tapi tak apa. Tidurlah sayang dengan tenang, karena setelah di rumah nanti, kau pasti tak akan bisa tidur tenang," ucap Andre seraya mengusap kepala Mayang.
Sementara Mayang semudah itu terlelap, karena obat yang ia konsumsi.
Bersambung dulu ya Reader. Semoga tetap suka 🙏😍