Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 98


“Maafkan aku Chloe, aku tak bisa memenuhi janji yang akan terus setia denganmu bagaimanapun keadaan kita. Jalanku masih panjang ke depan, ada keluarga yang harus aku hargai di sini. Bukan maksudku untuk mengkhianatimu, tapi keluarga selalu ada di sisiku saat kondisi baik ataupun buruk, jadi aku memilih untuk mempertahankan mereka dibandingkan meratapi kepergianmu.” Gerald melepaskan potongan kain milik Chloe. Ia menyaksikan bagaimana benda yang pernah memiliki sejarah dengannya itu terapung di air. “Selamat tinggal Sayang, pergilah dengan damai, dan tolong restui pernikahanku dengan Cathleen. Semoga kau bahagia di alam sana.”


Cathleen mengusap punggung Gerald saat suara pria itu mulai terdengar sedikit bergetar seperti orang yang menahan kesedihan. “Chloe, aku akan berusaha menjaga dan memperhatikan Gerald sebagaimana dia diam-diam perhatian denganku.” Ia ikut berbicara dengan air laut di mana keduanya meyakini Chloe lenyap di sana.


Penuturan Cathleen itu mengundang kepala Gerald untuk beralih menatap ke arah sang istri. “Bukan diam-diam perhatian, tapi itu bentuk pertanggungjawabanku terhadap janji kita.” Ia mencoba meluruskan salah tafsir tersebut.


“Apa pun alasannya, terima kasih karena kau tak kasar atau menyiksa fisikku. Padahal tak ada cinta dan pernikahan kita kau lakukan secara terpaksa.” Cathleen tetap bersyukur mendapatkan pria yang menurutnya berkelakuan sedikit lebih baik daripada Edbert yang tempramen.


“Aku bukan orang yang kejam. Meskipun orang menilaiku dingin, tapi masih memiliki rasa tak tega karena aku juga memiliki Mommy serta saudara perempuan,” jelas Gerald. Dia tidak ingin kalau dua wanita dalam keluarganya mendapatkan siksaan fisik dari seorang pria, mungkin kalau batin masih bisa membentuk mental, sehingga Gerald lebih banyak terlihat acuh walaupun sesungguhnya tetap perhatian.


“Apa pun alasannya, aku tetap berterima kasih.”


...........


Satu minggu setelah kembali ke daratan, Gerald dan Cathleen sedikit demi sedikit mendekatkan diri dengan sebuah perbincangan rutin sebagai pemanasan. Mereka sepakat ingin memulai hubungan pernikahan itu dari bawah.


Jika Gerald dan Cathleen sedang mencoba menumbuhkan cinta satu sama lain, berbeda dengan Edbert yang masih berada di dalam rumah sakit. Pria bertato itu tengah berusaha memulihkan kondisi kesehatan untuk melakukan rencana yang dicetuskan oleh sang sekretaris. Ia juga sedang menunggu agen rahasia yang telah dihubungi untuk memberikan laporan apa pun hasil yang didapat.


“Tuan, orang yang Anda tunggu sudah sampai di rumah sakit dan sedang perjalanan ke sini,” ucap Bene yang baru saja membaca isi pesan dari ponselnya.


“Hm.” Edbert hanya membalas dengan gumaman singkat dan tak jelas. Sebab, saat ini dia tengah melihat ke ponsel yang memperlihatkan Cathleen di ruang kerja. “Andai George bukan keturunan dari pendiri Cosa Nostra, aku pasti berani menculikmu Sayang. Tapi, bergerak tanpa rencana bisa membuatku mati atau masuk bui karena lawan yang aku hadapi bukan berasal dari keluarga sembarangan. Sabar, pasti aku akan berhasil membawamu kembali ke dalam pelukanku.” Dia berucap seraya mengusap puncak kepala Cathleen yang terlihat di layar ponselnya.


...*****...


...Kirain bakalan nyulik si kucing, ternyata sipir takut juga sama keturunan mafia wkwkwk bagus Ee pake d bukan k, susun rencanamu yang matang tapi jangan sampe gosong, tar gak enak lagi kalo dah gosong...