
Kedua bola mata Cathleen membulat sempurna, tapi Gerald tak akan bisa melihat karena posisi keduanya tidak saling berhadapan. Ia terkejut dengan apa yang baru saja didengar.
‘Jadi, Gerald sudah tahu kalau ini anaknya?’ Lagi-lagi Cathleen hanya berani mengutarakan di dalam hati. ‘Apakah perlakuan manisnya selama ini karena dia mengetahui tentang kehamilanku?’
Cathleen lega karena ia tidak perlu memberitahukan pada Gerald. Tapi juga resah kalau pria itu mendekatinya hanya karena alasan anak.
Entahlah, bingung juga apa yang harus dilakukan. Perlukah Cathleen menjelaskan alasan kenapa tidak mengatakan tentang kehamilannya pada Gerald? Tapi, setelah dipikir-pikir, bisa jadi justru menimbulkan masalah baru. Sudahlah, diam saja, toh pria itu ternyata sudah tahu juga.
Setelah berjam-jam kesulitan tidur, akhirnya Cathleen pun bisa nyenyak juga ke alam mimpi ketika dipeluk dan diusap perut. Begitu juga dengan Gerald yang merasakan nyaman.
...........
Sejak kejadian tersebut, Gerald menjadi terbayang-bayang tidur dengan posisi memeluk Cathleen dan kedua anaknya. Ia ingin mengajak wanita itu untuk tinggal bersama, kalau mau. Jika tidak pun dirinya tak bisa memaksa karena tak memiliki hak apa pun.
Gerald menghela napas pelan saat menghentikan mobil di depan mansion Pattinson selepas seharian mengantarkan Cathleen. Menengok ke arah wanita yang sedang bersiap untuk keluar.
“Terima kasih atas waktu yang kau luangkan untukku,” ucap Cathleen seraya membuka sabuk pengaman. Ia hendak membuka pintu dan turun, tapi Gerald sudah mencegah.
“Tunggu, Cath.” Tangan kekar Gerald memegang lengan Cathleen supaya tetap duduk.
Kepala Cathleen menengok ke kanan, menaikkan sebelah alis dengan wajah penuh tanya. “Kenapa?”
“Aku ingin bicara denganmu, sangat penting.”
Cathleen kembali duduk manis untuk mendengarkan apa yang ingin Gerald sampaikan. Ia sudah memasang telinga setajam mungkin.
“Aku ingin mengajakmu tinggal bersama, apa kau mau?” tawar Gerald. Walaupun dalam hati ada keresahan yang melanda kalau ajakan tersebut akan ditolak. Setidaknya, ia sudah mencoba untuk mendiskusikan tentang hal itu.
“Kenapa? Tidak nyaman berada di dekatku?”
“Bukan itu alasannya, tapi tak ingin membantah orang tuaku lagi. Mungkin kalau kau memang ingin mengajakku tinggal bersama, izinlah pada Papaku. Kalau dia memperbolehkan, maka aku bersedia, begitu juga sebaliknya.”
“Oke, aku akan menemui orang tuamu.” Gerald segera melepaskan sabuk pengaman. Kalau itu satu-satunya jalan supaya bisa dua puluh empat jam bersama dan menjaga Cathleen yang sedang mengandung anaknya, maka tidak perlu berpikir panjang, akan ia lakukan sekarang juga.
Gerald menggandeng tangan Cathleen untuk masuk ke dalam mansion. Ia ingin menunjukkan kalau sampai detik ini masih berharap dan memiliki rasa untuk wanita itu. Keduanya mengayunkan kaki menuju keberadaan Tuan dan Nyonya Pattinson.
“Kau tahu, Papaku sering memberikan persyaratan sulit pada pria mana pun yang mendekati putrinya, apa lagi kau berniat untuk mengajak tinggal bersama.” Cathleen mencoba memberi tahu, mungkin Gerald bisa berubah pikiran sebelum benar-benar menghadap orang tuanya.
“Tidak masalah, aku akan lakukan apa pun syarat yang diberikan, asalkan setiap hari tak tersiksa karena merindukan tidur memelukmu.” Gerald mengulas senyum seraya mengusap punggung Cathleen supaya tak perlu resah.
“Kau pasti sudah mendengar apa yang terjadi pada suami Alceena. Dia kecelakaan saat diberikan syarat yang tak masuk akal oleh Papaku. Apa kau tak takut?”
...*****...
...Itu si Gege suruh koprol apa kayang di tengah jalan aja Pa...
...Aku gak naroh visual di sini, kalo mau liat visual mereka, bisa ke instagram aku heynukha...
...Siapa tau kalian mau mampir juga ke karya baru aku judulnya Ecstasy. Tengok dulu silahkan siapa tau masuk selera kalian, kalo gak suka boleh langsung ditinggalkan...