
Setelah pernikahan selesai, Gerald membawa Cathleen ke Cosa Nostra. Mereka akan tinggal di sana sementara waktu dan terhitung sampai sekarang sudah dua minggu mereka berada di sana.
Mansion Pattinson jelas tidak aman karena mata-mata Gretta masih berada di sana. Tapi, Gerald sengaja tidak menyingkirkan karena itu adalah penghubung yang bisa membuat wanita psikopat itu keluar. Sedangkan apartemennya juga tak cocok ditinggali karena bisa saja unit disampingnya disewa oleh Gretta.
Cathleen mencekal pergelangan tangan Gerald yang baru saja berpamitan ingin keluar kamar untuk melakukan diskusi dengan tim Cosa Nostra. “Ge, sampai kapan kita terus di sini?” Ia mengajukan pertanyaan karena jujur saja merasa bosan.
“Sabar, Sayang, kalau kondisi sudah aman, pasti akan pulang ke tempat tinggal kita, lalu hidup berempat tanpa gangguan apa pun.” Gerald mengecup kening istrinya supaya membuat Cathleen lebih tenang.
“Tapi aku bosan, Ge, empat belas hari penuh terus dikurung dalam kamar, tidak boleh keluar satu langkah pun dari sini.” Wajah Cathleen nampak muram. Dia bisa stres kalau dipenjara, tak ada bedanya dulu menjadi kekasih Edbert dan sekarang istri Gerald. Justru kali ini lebih parah karena hanya diperbolehkan tinggal dalam ruangan seluas lima puluh meter persegi.
“Tolonglah biarkan aku, Faydor, dan Galtero keluar dari sini. Tidak pergi ke luar gedung, hanya berjalan-jalan saja di dalamnya. Anak-anak kita juga mulai tidak nyaman dikurung terus dalam kamar. Lagi pula, ini di Cosa Nostra, katamu tempat paling aman untuk kita tinggal sementara waktu. Lantas, kenapa masih saja membuatku terpenjara?” Cathleen terlihat sekali kalau sudah frustasi. Dia harus merawat dua anaknya juga selama Gerald melakukan rapat yang katanya ingin membuat strategi menangkap Gretta, tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada perubahan.
“Sabar.” Tidak ada kata lain yang bisa diucapkan oleh Gerald. Dia memeluk Cathleen dengan perasaan bersalah.
“Aku bukan kau yang bisa menghabiskan waktu di dalam kamar terus, Ge.” Orang yang terbiasa melakukan aktivitas, lalu merasa dirinya dikurung, bisa membuat pikiran terganggu, entah stres ataupun sejenisnya. Dan kini Cathleen sedang berada di titik itu. “Ku mohon.”
Gerald masih memikirkan lagi jawaban. Melihat istrinya yang berwajah tak seceria dan sesegar biasanya, akhirnya ia memutuskan untuk memberikan izin. “Tapi, hanya di dalam Cosa Nostra, jangan pernah keluar dari sini.”
“Selalu bawa ponselmu untuk menghubungi aku. Kau bisa mencariku di lantai delapan, tanya saja pada orang yang jaga di sana kalau kau bingung.”
“Oke. Berarti, aku boleh mulai jalan-jalan sekarang?”
“Boleh, ayo ku temani sebentar, Edbert juga belum datang.” Gerald mengurai pelukannya, berpindah melingkarkan tangan di pinggul wanitanya.
Gerald memindahkan Faydor dan Galtero di stroller. Dia mendorong kedua jagoan itu ke luar kamar menggunakan satu tangan. Sebab, satu lagi sedang memeluk pinggang Cathleen sampai keduanya berjarak begitu dekat dan nampak mesra.
“Akhirnya aku keluar dari penjara juga,” ucap Cathleen dengan suara yang terdengar jelas sangat bahagia.
“Maaf jika aku sudah membuatmu stres karena rasa takutku kehilangan kau dan anak-anak.” Gerald mengecup pelipis wanitanya. Awalnya dia risau kalau ada penyusup di Cosa Nostra. Tapi, setelah dipikir-pikir, keamanan di sana sangat bagus dan tidak mungkin kecolongan juga.
...*****...
...Jangan percaya diri deh lu Ge, yang kalian hadapi itu virus, menyusup lewat celah kaca juga bisa. Makanya, rajin mandi lu Ge biar gak kena virus, lu sih jadi manusia hemat bener sama aer...