
Cathleen sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP. Gerald sangat setia menemani di samping wanita itu. Bahkan tidak memikirkan kondisi Chloe yang katanya sedang kritis. Dalam benak Daddy baru itu hanya dua anaknya dan juga mantan istri yang sampai sekarang belum diberikan izin untuk menikah lagi oleh Tuan Pattinson.
“Kau mau anak-anak dibawa ke sini atau di ruang bayi?” tanya Gerald seraya mengusap kening Cathleen. Sejak tadi ia melakukan itu, entahlah, nyaman saja, apa lagi wanitanya tak mengajukan protes.
“Apa boleh dipindah ke sini?”
“Boleh karena dokter mengatakan anak kita sehat semua dan tidak perlu penanganan khusus.”
“Kalau begitu, pindah ke sini saja supaya lebih dekat dengan aku.”
“Sesuai permintaanmu, Sayang.” Gerald melayangkan kecupan di bibir Cathleen, hanya sekilas. “Aku sampaikan pada perawat supaya membawa mereka ke sini,” izinnya kemudian.
Gerald beranjak berdiri, tepat sekali saat hendak membuka pintu, justru kayu itu telah didorong masuk dan menyembulkan kedua orang tuanya serta Tuan dan Nyonya Pattinson.
“Kau mau ke mana?” tanya Mommy Gabby saat melihat putranya seperti akan keluar.
“Menemui perawat.”
“Oh, ku pikir dalam situasi seperti ini kau akan meninggalkan Cathleen demi mantan kekasihmu itu.” Daddy George rasanya masih menyimpan rasa kesal pada anaknya, karena Chloe menyebabkan hubungan keluarga mereka menjadi renggang dan merubah sikap Gerald. Untung saja ada Cathleen yang mengembalikan sisi hangat putranya.
“Dad!” tegur Mommy Gabby supaya tidak mengungkit masalah itu, apa lagi ada orang tua Cathleen juga di sana. “Jaga perasaan keluarga Pattinson,” bisiknya supaya tiga orang yang sudah berada di dalam tidak bisa mendengar.
“Iya, maaf.”
Disindir seperti itu oleh orang tuanya tak membuat Gerald sakit hati. Toh dia sadar diri kalau perilakunya di masa lalu justru lebih menyayat perasaan keluarga besar. Meskipun ia sudah meminta maaf atas perlakuan buruknya, tapi pasti ada luka yang tertinggal.
“Kalian ingin terus di luar atau mau ke dalam?” tanya Gerald.
“Kalau begitu, masuklah, jangan di depan pintu. Jalanku jadi terhalang.” Gerald menggeser tubuh supaya orang tuanya segera ke dalam.
Kaki Gerald terayun keluar ketika sudah tak ada yang menghalangi lagi. Dia segera menemui perawat dan memberitahukan niatnya.
“Aku ingin membawa bayi atas nama Evanthe Cathleen Pattinson ke ruang rawat, apakah boleh?” tanya Gerald pada perawat yang khusus berjaga di ruangan berisi banyak bocah mungil baru lahir. Dia belum memberikan nama, sehingga masih menggunakan atas nama bayi Cathleen.
“Boleh, Tuan, saya bantu bawakan.”
“Tidak perlu, aku bisa membawa mereka sendiri. Di kamar, baru ada satu box bayi, sedangkan anakku kembar, bisa berikan satu lagi?”
“Tentu, tunggu sebentar.”
Tak lama kemudian, perawat itu membawakan box bayi yang diminta. Namanya juga jalur VVIP, semua serba mudah Gerald dapatkan.
Gerald diberikan izin masuk untuk mengambil dua anaknya. Ia tidak mau salah, sehingga memastikan wajah dan tag nama yang tertera di tangan bayi mungil.
“Karena Daddy yang membantu kalian keluar, jadi aku sangat hapal dengan wajah dua jagoanku,” ucap Gerald seraya menggendong satu persatu untuk dipindahkan ke box bayi yang diberikan oleh perawat.
“Kalian harus akur, jangan adu jotos.” Lagi-lagi Gerald sudah mengomeli anaknya karena dua bayi yang ditidurkan saling bersebelahan sedang menggerakkan tangan mereka sampai menyentuh kepala satu sama lain. Ia melerai dua jagoan mungil agar tidak menyakiti saudara kembar sendiri.
...*****...
...Lu kalo ngomel mulu sama anak tar mereka pada pundung Ge, males sama bapaknya soalnya dikit-dikit diomelin...