Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 92


“Bagaimana?” Danesh, Dariush, Delavar, dan Marvel bertanya serempak saat Gerald menginjakkan kaki masuk ke dalam dengan membawa sebuah potongan kain yang sudah berlumut.


Gerald mengangguk seraya menunjukkan benda yang ada di tangannya. “Ini memang benar kain dari gaun yang dipakai oleh Chloe, aku yang membelikan jadi sangat ingat dengan modelnya.”


“Berarti, kita naik ke permukaan sekarang. Kau sudah mendapatkan bukti kalau kekasihmu sudah tiada, bukan?” ucap Danesh dengan wajahnya yang sama datar seperti Gerald.


“Jangan ke permukaan dulu,” pinta Gerald seraya memasukkan potongan kain yang tak layak disimpan itu ke dalam saku jaket yang tadi dia lepas sebelum menyelam.


“Apa lagi yang ingin kau cari di dasar laut?” tanya Delavar dengan wajah kesalnya karena Gerald tak kunjung puas.


“Aku ingin mencari tulang atau setidaknya potongan daging yang tersisa untuk tes DNA, agar lebih meyakinkan kalau Chloe memang dimakan oleh ikan buas di dasar laut.”


Perkataan Gerald tersebut membuat Danesh, Dariush, Delavar, dan Marvel saling pandang karena dianggap terlalu gila.


Jika Danesh dan Marvel hanya berdecak sembari bergeleng kepala, lain hal dengan Dariush dan Delavar.


Plak! Plak!


Si kembar Dariush dan Delavar melayangkan geplakan di kepala Gerald karena kedua pria itu sangat kesal dengan kelakuan sang sepupu.


“Bodoh jangan ditimpun, sekarang jadi berkembang,” omel Dariush seraya menoyor pelipis Gerald hingga kepala pria berhati dingin itu bergerak seirama dengan dorongan tangannya.


Tapi, Gerald tidak membalas, dia melotot saja karena tiba-tiba mendapatkan serangan di kepala. “Memang apa salahnya berusaha? Kain saja tak cukup menjadi bukti. Bisa jadi ada orang yang memiliki gaun sama persis seperti Chloe.” Masih saja Gerald mengeluarkan argumen.


“Ini sudah tiga tahun, kau pikir di laut hanya ada satu ikan hiu saja?” tanya Delavar dengan otot leher yang muncul ke permukaan kulit karena terlalu emosi.


“Selama tiga tahun ini bisa jadi dagingnya sudah dimakan oleh biota laut yang lain,” imbuh Marvel.


“Kalau begitu, aku ingin mencari tulangnya. Ikan tak makan tulang manusia, ‘kan?” Masih saja Gerald mengeyel ingin mendapatkan bukti yang lebih akurat.


Membuat Danesh, Dariush, Delavar, dan Marvel menghela napas bersamaan. Keempat pria itu mengibaskan tangan seolah mengusir.


“Kau keluar saja dari kapal selam ini, kau cari tulangnya sendiri sampai ketemu!” tutur Dariush yang tak sabar menghadapi Gerald. Dia langsung membalikkan badan karena tak mau membuat amarah kian memuncak. Lebih baik menjauh dari sepupunya saja.


“Aku tak mau membantumu lagi. Kau terlalu naif, aku jadi malas.” Delavar pun ikut menyusul Dariush.


Danesh, pria itu menatap Gerald dengan wajah datarnya. “Terima kenyataan, bukti sudah ada ditanganmu, jangan menyusahkan orang lain hanya demi memenuhi egomu.” Dia memberikan tepukan di bahu sang sepupu sebelum meninggalkan Gerald.


Dan kini tersisalah sepasang kakak beradik yang saling bertemu pandang.


“Kau mau mengatakan apa padaku?” Gerald langsung mengajukan pertanyaan dengan nada dan wajah ketus.


“Tiga tahun, Ge. Itu bukan waktu yang sebentar. Kalaupun ada tulang mendiang kekasihmu yang tersisa, pasti sudah menyatu dengan karang dan sulit ditemukan.” Marvel, dia tidak meninggalkan adiknya sendirian, pria itu justru merangkul Gerald untuk memberikan penjelasan dengan hati-hati. “Kau harus bisa menerima kenyataan ini. Meskipun awalnya sulit, tapi hidup tetap harus berjalan ke depan. Jangan sia-siakan keluargamu hanya demi seorang wanita yang jelas telah tiada. Kami semua memiliki batas kesabaran juga.”


...*****...


...Tinggalin aja tu si Gege di dasar laut. Dikasih tau kok bandel banget, minta dijewer apa ditendang kayanya. Lama-lama juga bisa gila menghadapi kegilaan orang gila macem Gerald. Duhh sayang amet tu muka, cakep-cakep kok stres...