Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 199


Yang dipanggil Cathleen, tapi yang menengok semuanya. Alceena, Edbert, Papa Danzel, Mama Gwen juga menatap ke arah Gerald yang sedang berjalan ke arah mereka.


“Cath, hiraukan dia, ayo masuk ke dalam mobil sekarang.” Alceena menarik tangan kembarannya supaya tidak berurusan lagi dengan manusia yang tidak bisa memperjuangkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga.


Namun, Cathleen melepas pelan tangan Alceena supaya tidak memaksanya. “Biarkan aku bicara sebentar dengannya, kita belum mengucapkan kalimat perpisahan,” pintanya diiringi senyuman.


“Ceen, berikan dia waktu, kita tunggu di mobil saja,” ajak Papa Danzel. Dia merasa kalau Gerald dan Cathleen memang butuh waktu untuk berbicara. Tidak ada kebencian yang tertanam dalam dirinya untuk mantan menantu yang nampak dingin itu. Justru dia merasa malu karena putrinya sudah pernah memberikan fitnah demi kepentingan pribadi.


Alceena pun meninggalkan Cathleen. Dia melihat interaksi kembarannya dari dalam mobil.


Begitupun dengan Edbert yang tidak mau ikut campur, tapi ia sengaja menurunkan kaca jendela supaya bisa menguping pembicaraan sepasang mantan suami istri tersebut.


Cathleen dan Gerald berdiri saling berhadapan. Jika pria itu menatap sang wanita dengan sorot datar tak terbaca isi pikirannya, lain hal dengan si janda muda yang memberikan ulasan senyum.


“Baru datang, Ge?” tanya Cathleen dengan sangat ramah.


Gerald menganggukkan kepala. “Apakah aku terlambat? Sidang sudah selesai?”


“Ya, baru saja kita resmi dinyatakan berpisah oleh pengadilan negeri.”


Gerald mengayunkan kaki kian mengikis jarak. Meraih tangan Cathleen untuk digenggam, dan wanita itu tidak memberontak, justru melihat ke arah genggaman. “Apa tak ada kesempatan untuk aku memperbaiki semuanya?”


“Aku sudah memberimu kesempatan, mungkin jika kau datang tepat waktu, aku akan mempertimbangkan mediasi kita sebelumnya. Tapi, sudahlah, mungkin ada hal lain yang lebih penting harus kau lakukan.”


“Tadi aku sudah berencana datang ke sini, tapi saat di tengah jalan mendapatkan kabar kalau Chloe tiba-tiba kejang. Jadi, aku putar arah untuk memastikan bagaimana kondisinya terlebih dahulu. Maaf.”


Jujur, hati Cathleen rasanya berdenyut mendengarkan penjelasan Gerald. Dari itu saja sudah jelas kalau dirinya tidak akan pernah bisa menggeser posisi utama seorang Chloe di hati mantan suaminya.


Cathleen melepaskan genggaman Gerald. Menyembunyikan tangannya di balik badan supaya tidak bisa diraih lagi. “Lalu, bagaimana kondisinya sekarang?”


Tepukan Cathleen daratkan pada lengan mantan suaminya. “Semoga Chloe bisa sembuh dan merasakan hidup bahagia denganmu,” harapnya sangat tulus.


“Bagaimana kalau kebahagiaanku adalah kau?”


Pertanyaan tersebut mengundang senyum yang begitu manis di wajah Cathleen. “Ku rasa bahagiamu bukanlah aku, kehadiranku dalam hidupmu tak cukup membuatmu tetap tinggal di sisiku disaat masa lalu kembali hadir.”


“Cath, aku bahagia denganmu, tapi—” Gerald tidak menyelesaikan ucapannya, karena Cathleen sudah menundukkan kepala untuk berpamitan.


“Keluargaku sudah menunggu, aku pergi dulu.” Cathleen tidak ingin terlalu lama berhadapan dengan pria yang sampai saat ini masih dia cintai. Ia segera berbalik badan dan masuk ke dalam mobil orang tuanya.


Gerald hanya bisa menatap kepergian dua buah mobil yang keluar dari tempat parkir. Pupus sudah harapannya untuk tetap bertahan bersama istrinya.


Keputusan bodoh yang diambil oleh Gerald ternyata membuat Edbert menertawakan pria itu ketika di dalam mobil.


“Kau dengar penjelasan pria itu, Ben?” tanya Edbert pada sekretarisnya.


“Ya, Tuan.”


“Baru ku uji dengan hal sepele saja sudah menunjukkan siapa yang dia prioritaskan. Mana bisa aku merelakan Cathleen yang begitu baik untuk pria seperti dia.”


Bene menggelengkan kepala, sampai tak mampu berkata apa-apa lagi. “Tuan, tapi Anda harus berkata jujur pada keluarga Pattinson kalau kehadiran Chloe dan kejadian hari ini adalah campur tanganmu juga. Jangan sampai mereka tahu dari orang lain agar Anda tidak terlalu dibenci.”


...*****...


...Sukurinnnn diejek noh sama rival lu wkwkwk...


...Mari menggalau, cuss tengokin video terbaru di ig aku heynukha...