Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 150


Gerald ternyata berniat pergi ke New York. Dia akan mendatangi Edbert agar pria itu berhenti menguntit istrinya. Karena ia datang saat weekend, maka pertama kali sampai Amerika langsung menuju kediaman Edbert. Karena orang yang akan dia temui adalah seorang pengusaha, jadi tak sulit mendapatkan informasi tentang lokasi mansion yang dicari, tentu saja bertanya pada google.


Dan, setelah melewati perjalanan udara yang cukup memakan waktu, akhirnya Gerald sampai juga. Dia turun dari taksi karena dihadang oleh penjaga keamanan mansion, tak boleh ada kendaraan umum yang masuk ke dalam hunian tersebut.


Gerald pun berjalan menuju pos keamanan yang ada di gerbang. Berhadapan dengan seorang pria yang tadi memberikan informasi kalau taksi tidak boleh masuk ke dalam.


“Aku ingin bertemu dengan Edbert.” Gerald langsung berbicara pada inti. Wajahnya terlihat tegas dan dingin, menunjukkan betapa berwibawa dia dengan tubuh gagah dibalut pakaian serba hitam.


“Apakah sudah membuat janji?” Penjaga keamanan itu menatap Gerald dengan sorot sangat intens, menilai seberapa bahaya pria itu untuk majikannya.


“Belum.”


“Maaf, silahkan Anda hubungi Tuan Edbert. Jika sudah mendapatkan izin, maka akan saya berikan akses masuk ke dalam.” Tangannya menunjuk ke arah pintu agar Gerald keluar.


Namun, Gerald tetap berdiri tegak di dalam ruang kecil itu. “Kau saja yang hubungi Tuanmu, katakan jika suami Cathleen datang ingin bertemu.” Ia justru balas memberikan perintah. Bahkan sengaja menekankan kata suami Cathleen agar semakin jelas statusnya.


Kedua bola mata penjaga keamanan itu bergerak, melihat Gerald dari atas sampai bawah dengan tatapan menelisik. “Baik, tunggu sebentar.”


Penjaga keamanan itu pun menghubungi pelayan yang ada di dalam mansion. “Tolong katakan pada Tuan Edbert, ada suami Cathleen datang ingin bertemu. Apakah diizinkan masuk atau tidak?”


“Siapa namanya? Harus jelas jika mengatakan pada Tuan Edbert, aku tak mau mendapatkan bentakan jika salah memberikan informasi.”


“Dia tidak menyebutkan nama.”


“Katakan saja suami Cathleen, Tuanmu pasti sudah tahu.” Gerald memotong pembicaraan dua pegawai mansion Edbert.


“Tuan?”


“Hm?” Edbert menyahut tanpa menghentikan aktivitas memperkuat otot-otot tubuh. Dia sedang berusaha meredam amarah yang muncul sejak Gerald menghancurkan kehidupan percintaannya dengan Cathleen.


“Ada suami Cathleen datang ingin bertemu dengan Anda.”


Edbert tiba-tiba langsung melepas pegangan pada alat yang sedang digunakan. Memutar badan dan menatap ke arah pelayannya. “Bersama Cathleen atau tidak?”


“Tidak, Tuan. Jika bersama Nona Cathleen, pasti penjaga keamanan langsung mengizinkan masuk ke dalam.”


Benar juga, untuk apa rivalnya jauh-jauh datang ke New York? Ada kepentingan apa? Daripada bertanya-tanya dengan diri sendiri dan tak mau dianggap sebagai pengecut atau penakut kalau tidak memberikan izin, maka ia perintahkan pada pelayannya. “Bawa dia bertemu denganku, di sini!”


“Baik.” Pelayan pun segera meninggalkan ruang gym. Dia menghubungi penjaga keamanan untuk memberitahukan kalau Tuan Edbert memberikan izin.


“Oke,” ucap penjaga keamanan, menutup telepon dan berdiri di hadapan Gerald yang sejak tadi tak diberikan duduk. “Mari saya antar ke dalam.”


Gerald tidak merespon dengan ucapan apa pun, dia cukup mengikuti langkah kaki pria yang berjalan di depannya. Terlalu jauh jarak gerbang dengan bangunan utama, dia sampai diantarkan menggunakan buggy car.


...*****...


...Waduhhhh siap-siap semua harga naek nih, bakalan ada perang besar-besaran kayanya antara Eed dan Gege...