Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 191


Cathleen duduk diapit oleh kedua orang tuanya. Ia menjelaskan alasan kenapa memutuskan untuk bercerai padahal Tuan dan Nyonya Pattinson terakhir kali melihat hubungan Cathleen dan Gerald sudah terlihat sangat dekat.


Cathleen tidak menjelek-jelekkan Gerald sedikit pun supaya orang tuanya tidak marah atau menyalahkan pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya. Justru ia menceritakan kalau semua terjadi karena ulahnya sendiri. Penjebakan, pemaksaan supaya mau menikahinya, hingga keputusan cerai, termasuk ketemunya Chloe.


“Semua salahku yang terlalu memaksakan diri ingin lari dari Edbert,” pungkas Cathleen mengakhiri ceritanya. Kepalanya menunduk karena takut melihat respon kedua orang tuanya.


Papa Danzel menarik tangan putrinya untuk dipeluk lagi. Ia menepuk punggung Cathleen untuk memberikan kekuatan. “Cath, Edbert mengekang dan posesif padamu karena dia mencintaimu. Dia tidak bermaksud jahat, hanya saja rasa takut kehilangan orang tersayang lagi membuatnya menjadi seperti itu. Selama ini Papa tahu kalau Edbert banyak mengaturmu, tapi ku rasa itu adalah bentuk sebuah rasa cinta. Buktinya, selama menjadi kekasihmu, tak pernah mengambil kehormatanmu, tidak memukulmu juga. Sejak awal Papa memang kurang suka dengan Gerald, tapi kau bersikeras menikahinya.”


Pelukan itu perlahan mengendur, Papa Danzel mengusap pipi putrinya yang terasa lebih tembam dari sebelumnya. “Jika berpisah adalah yang terbaik untukmu, maka lakukan. Papa tidak akan menghalangimu dan tak akan menyalahkan Gerald karena aku memahami posisinya.”


Mama Gwen ikut memberikan semangat pada putrinya yang gagal dalam berumah tangga. Mengusap lengan Cathleen penuh kasih sayang diiringi sebuah senyuman meneduhkan dari seorang ibu. “Tak masalah hidup tanpa pasangan, masih ada kami yang selalu ada di sisimu.”


“Dan aku yang tetap setia menunggumu untuk kembali padaku.” Tiba-tiba suara Edbert terdengar di ruang keluarga.


Membuat Cathleen menengok ke arah mantan kekasihnya dengan kedua bola mata membulat sempurna. “Ed, kau menguping pembicaraan kami?”


“Tidak, kebetulan saja aku baru datang,” jawab Edbert seraya mendekati Cathleen. Ia mengusap puncak kepala mantan kekasihnya dan tak lupa tersenyum. Sedang berusaha mengambil hati lagi.


Hanya sebatas usapan saja, Edbert beralih menyalami Papa Danzel dan Mama Gwen. Dia memang sedekat itu dengan orang tua Cathleen. Lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan keluarga Pattinson.


“Ya, Papa sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Dia butuh kasih sayang orang tua, bahkan Edbert jauh lebih sering menjenguk ke sini daripada anak-anakku,” jelas Papa Danzel.


Cathleen menatap orang tuanya dengan wajah merasa bersalah. Menggenggam tangan Papa dan Mamanya. “Maafkan aku karena jarang memperhatikan kalian.”


“Suami yang baik tak akan membuat seorang anak lebih jauh dari orang tuanya. Tapi, tenang saja, selama kau dan saudara-saudaramu tak di sini, aku menjaga Tuan dan Nyonya Pattinson dengan baik.” Edbert membanggakan dirinya sendiri dengan menyiratkan kalau Gerald adalah menantu yang kurang baik untuk keluarga Pattinson.


Kedua bola mata Cathleen terarah pada mantannya. “Terima kasih, Ed.”


“Tidak perlu berterima kasih, aku melakukan itu karena menyayangi keluarga ini,” jelas Edbert beserta senyumnya yang terlihat tulus.


Pelayan tiba-tiba datang memotong perbincangan tersebut. Ia menundukkan kepala sebagai permintaan maaf karena sudah mengganggu. “Nona, ada Tuan Gerald mencari Anda.”


...*****...


...Hahaha, kebanyakan main game membuatmu kalah start sama si Eed. Mang enak tuh keduluan rival. Kawin noh sama komputermu yang kau sayang-sayang, apa sama Closet sekalian tuh yang gabisa apa-apa...