Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 238


Gerald menggerakkan mata ke arah wanita yang sedang berdesis menahan sakit. Ia memastikan bagaimana reaksi Cathleen setelah mendengar suara si penelepon.


Cathleen tidak tuli, dengan jelas ia menangkap informasi dari Tuan Eleanor. “Kau boleh temui Chloe, tapi antarkan aku ke rumah sakit terlebih dahulu.” Dia sudah pasrah kalau memang Gerald lebih mementingkan wanita itu daripada dirinya dan kedua anak yang sudah mendesak ingin segera keluar.


“Aku tidak akan menemui dia, ku temani kau ke rumah sakit. Ada masa depan di sampingku, mana mungkin ku tinggalkan demi masa lalu yang akan gugur. Tidak akan ku ulangi kesalahan yang sama untuk kedua kali,” balas Gerald seraya mengusap pipi Cathleen kemudian perlahan turun ke perut. “Sabar, ya, tahan sebentar.”


Cathleen ingin tersenyum lega, tapi tidak bisa karena badannya sedang terasa remuk. Bahkan tak bisa didefinisikan lagi bagaimana rasanya.


Gerald mematikan loudspeaker, memegang ponsel untuk merespon Tuan Eleanor. “Maaf, aku tidak bisa datang ke sana karena wanitaku ingin melahirkan sekarang.” Setelah mengucapkan itu, ia memutus panggilan secara sepihak.


“Masih kuat, ‘kan?” tanya Gerald saat menangkap jelas raut wajah Cathleen yang nampak ingin mengejan karena sangat tak tahan.


Kepala Cathleen menggeleng. “Tidak, ku rasa kepala anak kita ingin keluar.” Dia mencoba meraba area intimnya sendiri. Penasaran juga kenapa sejak tadi sakit sekali.


“Jangan melahirkan di dalam mobil, aku tak tahu harus melakukan apa,” pinta Gerald. Ia ingin menaikkan laju kendaraan. Tapi hal itu juga berbahaya untuk keselamatan. Jadilah mencoba untuk bernegosiasi pada anak-anaknya. “Hei, kids, kau masuk lagi ke dalam perut. Sebentar saja, rumah sakit masih empat kilometer lagi.”


Rasanya Cathleen ingin menjambak Gerald yang seenaknya saja berbicara. “Aku sudah tak tahan, coba kau putarkan youtube, cara melahirkan di dalam mobil.” Ia mengejan tapi tidak menggunakan tenaga, hanya menyalurkan rasa sakit saja.


“Oke.” Gerald segera mengetikkan kata kunci pencarian sesuai permintaan Cathleen.


Tanpa melihat gambar di layar, Cathleen dan Gerald sama-sama mendengarkan dengan seksama. Keduanya berusaha tetap tenang dan mengatur pernapasan supaya tidak gugup.


Tahap kedua segera diikuti oleh Gerald, yaitu menepikan kendaraan dan berhenti. Kemudian, dia menghubungi nomor darurat yaitu rumah sakit yang bisa secepatnya membawa ambulan beserta tenaga medis untuk menolong.


“Apa posisimu sudah nyaman?” tanya Gerald.


Dengan tenang, Gerald membantu wanitanya untuk melahirkan sembari menunggu tenaga medis datang untuk membantu. Dia melepaskan baju dan ditempatkan dekat Cathleen.


Gerald memunurkan posisi jok tempat wanitanya, supaya ia bisa berjongkok di depan ibu hamil yang sudah tak tahan ingin melahirkan sekarang. Tak lupa menurunkan kain tipis yang masih menutupi jalan lahir.


“Mengejanlah, aku sudah siap membantumu melahirkan,” ucap Gerald.


Video tutorial melahirkan di dalam mobil saat kondisi darurat masih terus berputar. Keduanya mengikuti setiap langkah yang disebutkan tanpa ada yang terlewat satu pun.


Cathleen menarik napas sedalam mungkin, lalu mengejan tanpa suara, berusaha tidak mengangkat kepala maupun anggota tubuh lainnya. Terus ia lakukan itu berulang kali.


“Kepalanya keluar, Sayang,” ucap Gerald. Dia siap menarik anak pertama, tapi setelah memastikan kalau tidak ada tali pusar yang melilit di leher.


Mata Gerald berkaca-kaca ketika mendengar tangisan lantang dari bayi mungil di gendongannya. “Kenapa kau tidak sabaran sekali, Sayang? Kasian Mommymu jadi melahirkan di dalam mobil.” Baru juga satu detik menghirup udara di dunia, sudah mendapatkan omelan dari Daddy saja.


“Tolong berikan aku minum, haus sekali.” Cathleen belum merasakan kontraksi lagi, tenggorokannya justru terasa kering.


Sembari mendekap tubuh mungil yang terus menangis, Gerald mengambilkan air mineral dalam botol yang belum diminum sejak beli tiga hari lalu.


Setelah menghabiskan cairan tersebut, Cathleen merasakan perutnya sakit lagi. “Sepertinya anak kedua ingin menyusul.”


...*****...


...Si rambut singa lahiran di dalem pesawat, eh sekarang si kucing di mobil. Pada gak sabaran semua anaknya...