Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 94


“Bagaimana pencarianmu hari ini? Apa kau sudah puas dengan hasilnya?” tanya Daddy George saat helikopter sudah hampir sampai ke kapal pesiar tujuan mereka.


“Belum, aku ingin mencari siapa pelaku yang menyebabkan Chloe sampai jatuh ke laut hingga membuatnya kehilangan nyawa,” jawab Gerald.


Daddy Davis langsung menengok ke belakang, saling bertukar pandang dengan Daddy George. Keduanya bergeleng samar dan hanya bisa dilihat oleh mereka berdua saja.


“Tiga tahun kau mencari Chloe saja tak ketemu, apa lagi dalangnya. Hanya membuang-buang waktu saja!” tutur Daddy Davis.


Mana mungkin Tuan Dominique dan Giorgio mau membantu Gerald mencari dalang dibalik insiden tersebut. Bukti yang dibawa oleh Gerald saja semuanya rekayasa.


Keluarga Dominique dan Giorgio memang sengaja sepakat untuk membantu Gerald mencari Chloe sampai mendapatkan titik terang. Padahal, mereka sudah tahu hasil akhirnya seperti apa, tapi tetap saja pencarian dibuat lama seolah sangat sulit mendapatkan buktinya.


Kedua keluarga itu tidak menjebak Gerald layaknya trik klasik yang sering mereka lakukan. Sebab, pikiran Gerald masih berhenti di satu orang saja yaitu Chloe. Maka, mereka ingin menyelesaikan permasalahan Gerald yang tidak bisa melupakan Chloe dengan merekayasa kematian.


Padahal keluarga Dominique dan Giorgio pun tak pernah tahu di mana keberadaan Chloe yang sesungguhnya. Mereka juga kurang suka dengan sifat kekasih Gerald karena kurang bisa membaur dengan keluarga besar mereka. Sehingga saat pencarian pertama kali setelah insiden, dua keluarga itu tidak terlalu niat dan terkesan ala kadarnya ketika proses pencarian.


“Ingat perjanjiannya, Ge!” tegur Daddy George agar anaknya tak mengingkari kesepakatan yang sudah ditanda tangani.


Gerald menghela napas kasar, dia tak bisa berkutik ketika sudah terikat dengan sebuah perjanjian. “Oke, aku tak akan mencari tentang Chloe lagi,” ucapnya seraya melihat ke arah luar jendela.


Entah apa yang Gerald rasakan saat ini. Dia sudah mendapatkan titik terang tentang Chloe, tapi hatinya terasa hampa. Ia tidak senang ataupun sedih. Pria itu sepertinya hanya ingin menuntaskan rasa penasaran tentang insiden yang dialami sang kekasih sampai tiga tahun lamanya tak mendapatkan titik terang. Tapi, rasa penasaran itu harus dia kubur karena perjanjian dengan keluarga yang salah satunya berisi supaya Gerald tak memikirkan dan mencari apa pun tentang Chloe lagi jika sudah terbukti wanita itu telah tiada.


“Dia bisa menjadi pengganti Chloe. Dilihat dari penilaianku, jauh lebih baik Cathleen daripada kekasihmu yang telah tiada itu,” tutur Daddy Davis.


Gerald tak menanggapi ceramahan orang tua dan pamannya. Ia melamun melihat ke arah hamparan laut. Hingga akhirnya helikopter itu mendarat di helipad, barulah ia mengerjapkan mata untuk turun.


Sembari mengayunkan kaki menuju kolam renang di mana terlihat sekumpulan wanita dan anak-anak tengah bermain di sana, Gerald mencari di mana istrinya berada.


Tapi, kaki sudah berhenti pun ia tak melihat ada Cathleen.


“Di kamarnya, dia baru mandi setelah berenang.” Geraldine langsung memberitahukan keberadaan Cathleen saat menyadari kembarannya seperti mencari seseorang.


“Siapa yang mencari dia.” Gerald membalas dengan wajah datarnya. Tapi, jawaban dengan tindakan jauh berbeda, dia kembali berjalan untuk masuk ke area indoor.


“Mau ke mana? Katanya tak mencari Cathleen, kenapa kau masuk?” Geraldine berteriak dengan suara yang terkesan mengejek.


“Mandi, aku baru saja menyelam di laut!” sahut Gerald.


...*****...


...Halah Ge, kamu ini kaya cewek aja, omongan sama tindakan beda! Gak konsisten ah, skip skip, tak ada restu untukmu dan si Keket. Kasian si Kucing kalo punya laki pemalas kaya kamu...