Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 256


Gerald melepaskan tangan yang menggandeng Cathleen. Membiarkan wanita itu berdiri seorang diri. Sementara ia mengayunkan kaki sembari mendorong stroller yang sejak tadi dibawa menggunakan sebelah tangan.


“Ge? Jangan tinggalkan aku sendiri,” ucap Cathleen saat tangan berusaha merentang mencari seseorang berada di sampingnya, ternyata kosong.


“Tidak, Mommy, Daddy tidak meninggalkanmu.” Suara Gerald dibuat layaknya seorang anak yang sedang menjawab.


Gerald sedang memposisikan diri di titik lokasi yang bisa melihat ke arah bangunan utama mansion Pattinson. Dia memang sengaja ingin melamar Cathleen di taman itu. Sebab, mau melihat gerak gerik mencurigakan dari mata-mata yang ditempatkan oleh Gretta. Bukan karena tidak mampu menyewa tempat-tempat romantis, menurutnya yang paling utama adalah esensi dari moment tersebut.


“Kau boleh buka penutup matamu, Cath,” ucap Gerald.


Cathleen segera melakukan perintah Gerald. Kedua bola mata langsung membulat dan terkejut saat melihat pria itu sedang berdiri di samping stroller si kembar. Yang membuatnya terpukau adalah cincin yang ada di tengah-tengah anaknya, terlihat bersinar bagian diamondnya.


“Mommy, Faydor ingin punya orang tua lengkap.” Gerald yang berbicara seraya menggerakkan tangan putra pertama.


“Galtero juga, Mommy, mau tidur dan tinggal berempat dengan Daddy.” Gerald seakan sedang mewakilkan perasaan kedua anaknya. Padahal semua yang diucapkan adalah keinginannya.


“Tenang, Boys, aku akan mewujudkan keinginan kalian.” Sejak tadi Gerald terus yang berbicara dan dijawab sendiri.


Cathleen pun sampai terkikik pelan melihat kelakuan Gerald sekarang yang menggemaskan dan nampak sekali sayang anak.


Kedua tangan Gerald menggerakkan tangan si mungil supaya berada di atas telapaknya. Baik Faydor maupun Galtero, anak yang masih bayi itu dia paksa ikut memegang kotak cincin. Pandangan matanya perlahan naik ke atas untuk menatap Cathleen. “Mommy, sebelum anak-anak lebih besar, maukah kau kembali menikah denganku? Aku berjanji akan selalu menjaga kalian sepenuh hati.”


“Sudah, walaupun dengan sedikit memaksa.” Gerald masih menunggu jawaban sampai tangan anaknya yang memegang kotak cincin sudah mulai memberontak ingin dilepaskan. “Jadi, apa jawabanmu?”


Cathleen ikut berjongkok seperti posisi Gerald, hanya saja ia ada di depan stroller anak-anaknya. Mengulurkan tangan kanan ke hadapan bayinya. “Tentu saja Mommy mau membangun keluarga bahagia bersama orang-orang terkasih.”


Dalam hati Gerald bersorak gembira karena akhirnya bisa membawa Cathleen kembali ke pelukannya. “Peran kalian sudah cukup sampai di sini, yang mau menikahi Mommy adalah Daddy, bukan kalian. Jadi, aku yang akan memakaikan cincinnya.” Dia membebaskan tangan-tangan mungil itu dan mengambil alih kotak yang tadi dipengang oleh tiga orang pria.


Kasian sekali Faydor dan Galtero, baru juga berusia tiga bulan lebih, sudah mendapatkan omelan terus dari Daddy mereka. Untung saja kalau Gerald yang berbicara tak membuat kedua bayi itu menangis.


Gerald beralih menyentuh tangan Cathleen. “Kalau pernikahan pertama kita kau yang menyiapkan dan membeli cincinnya. Sekarang, aku sendiri yang memilihkan untukmu. Semoga pas dengan jarimu karena aku hanya memperkirakan saja besarnya.” Dia berucap seraya memasukkan cincin dengan berlian berwarna pink selembut kepribadian calon istrinya.


Faydor dan Galtero menggerakkan tangan serta kaki seolah ikut merasa senang. Padahal memang mereka baru bisa melakukan itu.


“Saatnya aku menciummu.” Tidak boleh kehilangan kesempatan, Gerald berjalan dengan posisi berjongkok untuk mendekati Cathleen.


Langsung memposisikan tangan di kepala Cathleen, ia mempersatukan dua bibir yang sudah lama tak beradu. Rasanya kali ini sangat berbeda karena suasana begitu menyenangkan. Dua bayi yang masih polos itu terpaksa harus menyaksikan kedua orang tua sedang berciuman, untung saja belum paham.


...*****...


...Faydor dan Galtero, kalo gak kuat jadi anaknya Gerald bilang aja ya, nanti aku gantiin posisi kalian dengan senang hati...