
Selepas mendengarkan penjelasan dari dokter, Edbert dan sekretarisnya beralih menuju ruang rawat Chloe. Mereka langsung masuk ke dalam. Di sana sudah ada agen rahasia yang sekarang bertugas untuk menjaga agar Chloe tidak diculik lagi oleh Gretta.
Edbert berhenti setelah tiga kali melangkah masuk. Dia menatap kondisi Chloe yang terbaring tak berdaya di atas ranjang pasien. Wanita itu terlihat sangat kurus, bahkan kulit lebih keriput daripada orang yang seumuran.
“Kau siapa?” tanya Chloe dengan alis sedikit terangkat karena sejak tadi merasa aneh diamati terus tapi orang tersebut tak mengeluarkan suara apa pun.
“Tak penting aku siapa,” jawab Edbert. Dia menghempaskan tubuh di sofa samping agen rahasia duduk.
“Apa kau yang memberikan perintah pada orang itu untuk menyelamatkan aku?”
Edbert menyentakkan kedua alis ke atas sebagai isyarat jawaban membenarkan. Menyilangkan kedua tangan di dada, memperlihatkan keangkuhannya di depan Chloe. “Bene, coba kau jelaskan padanya. Sepertinya dia sangat ingin tahu tentang aku.”
“Baik, Tuan.”
Bene mendekati Chloe, dia menjalankan perintah sesuai arahan atasannya. “Namanya Arthur Brylee Caldwell Delano Edbert Fergie Grisham. Kita mengenalnya dengan Edbert Grisham.”
Siapa saja yang mendengar nama Edbert, pasti melongo karena terlalu panjang dan sulit diingat. Termasuk Chloe yang langsung lupa dengan nama sepanjang rel kereta api itu.
“Benar dia yang memiliki ide untuk menyelamatkanmu.” Bene melanjutkan lagi memperkenalkan Edbert.
“Apakah kita pernah bertemu atau mengenal satu sama lain?” tanya Chloe.
“Bene!” Edbert memanggil sekretarisnya untuk menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Chloe. Dia tidak mau berkomunikasi secara langsung dengan wanita lain kecuali Cathleen.
“Tidak pernah. Kau dan Tuanku belum mengenal satu sama lain,” jawab Bene.
Chloe menengok ke kanan, menatap Edbert yang nampak angkuh. “Lantas, kenapa kau menyelamatkan aku?”
“Pertanyaan yang bagus,” ucap Edbert. Dia dan Chloe terlibat saling adu pandang. Satu bermata sayu, lawannya bersorot sangat sombong. “Jawab pertanyaannya, Bene!”
“Kenapa harus aku?”
“Ck! Bene! Langsung saja katakan siapa orangnya, jangan bertele-tele!” omel Edbert.
“Cathleen, istri dari Gerald Gabriel Giorgio. Jelas Tuanku memilihmu karena kau mengenal mereka. Cathleen adalah teman satu angkatanmu di Universitas, dan Gerald kekasihmu,” jelas Bene.
“Jadi, Gerald sudah menikah?”
“Ya!”
Mendengar kenyataan itu, Chloe langsung menitikan air mata. Sekarang dia tahu kenapa selama ini Gerald tak menemukannya, ternyata sudah memiliki pengganti. “Apa mereka bahagia?”
“Ck! Mereka bahagia atau tidak, kau tidak perlu memikirkan. Yang pasti, kau harus membalas budiku setelah ku bebaskan dari sahabatmu yang gila itu!” Edbert mengomeli Chloe karena tidak senang dengan pertanyaan yang dilontarkan.
“Apa yang bisa ku lakukan untuk membalas kebaikanmu? Aku tak bisa apa pun, hanya tangan kanan dan kepalaku saja yang bergerak.”
“Asalkan kau masih bernapas dan berbicara, sudah cukup bisa membantu.” Edbert berdiri, beralih mendekati ranjang pasien.
“Tugasmu cukup mudah untuk menunjukkan rasa terima kasihmu padaku.” Edbert menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh Chloe.
“Kau paham?” tanya Edbert memastikan kalau kunci utamanya tidak akan merusak semua rencana yang sudah disusun secara rapi.
“Paham. Tapi, aku tidak ingin merusak kebahagiaan mereka.”
...*****...
...Dahlah Ed, kalo si Closet gamau diajak kerjasama, balikin aja ke Gretta biar dikulitin tu wajahnya, mendingan kamu bersekongkol sama yang sama-sama gila aja biar makin double gilanya...