Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 153


“Anastasha Chloe Eleanor.” Edbert menyebutkan nama panjang wanita yang sudah Gerald relakan karena dianggap meninggal. “Kau masih ingat dia?”


Gerald berhenti, mematung tanpa berbalik badan. Dia tidak ingin terpancing dengan apa pun yang dikatakan oleh Edbert. “Wanita itu sudah meninggal, tenggelam di dasar laut!”


Edbert tertawa mendengar jawaban sang rival. “Jadi, kau percaya dengan rekayasa keluargamu?”


Gerald mengepalkan tangan, dia tidak senang jika keluarganya diseret ke dalam perbincangan mereka, apa lagi sampai menjelek-jelekkan. Kali ini tubuh tegapnya berbalik, namun tak mendekati Edbert. Ia hanya ingin memberikan peringatan pada pria yang masih berdiri angkuh. “Jangan kau memfitnah keluargaku, aku lebih percaya dengan mereka dibandingkan ucapanmu!”


Edbert menyilangkan tangan di depan dada, menaikkan sebelah sudut bibir sebagai ejekan. “Oh, ya? Bagaimana jika kau dibohongi oleh mereka? Apa kau masih tetap percaya?”


“Darah keluarga lebih kental dari apa pun! Tak mungkin mereka melakukan itu padaku!” Gerald tidak goyah, dia tak mungkin mudah mempercayai semua ucapan Edbert.


“Kita lihat saja nanti, suatu saat kau akan berterima kasih padaku karena sudah membantumu menemukan kekasihmu yang hilang.”


“Imposible.” Gerald masih lebih percaya dengan keluarganya, dan dia mengatakan kalau ucapan yang dilontarkan oleh Edbert adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. “Chloe sudah mati, dan aku melihat sendiri buktinya.”


“Bukti? Rekayasa keluargamu, maksudnya?” Edbert menertawakan betapa Gerald mudah sekali percaya dan terpedaya oleh keluarga Dominique dan Giorgio. Dia sengaja mengikis jarak, mendekati sang rival sampai kaki berhenti tepat berjarak satu jengkal. “Ingat bagaimana sifat keluargamu? Terutama pamanmu yang sangat licik. Jika mereka memang bisa menemukan Chloe dan mau mencari wanitamu itu, pasti sejak kau meminta bantuan pada mereka, akan langsung ditemukan. Tapi, apa hasilnya? Bantuan mereka yang pertama bahkan tak mendapatkan hasil apa pun, lalu yang kedua baru mendapatkan bukti kalau Chloe meninggal karena tenggelam. Memangnya kau tidak curiga dengan semua itu?”


Gerald memasang mata setajam elang, tangan yang sejak tadi ditahan untuk tak menyentuh Edbert pun pada akhirnya mencengkeram pipi pria itu. “Diam kau! Jangan kau bawa keluargaku ke dalam urusan kita!”


“Ayo pukul! Bukankah kau sudah emosi denganku?” tantang Edbert.


Gerald mulai malas di dalam sana. Sialnya, pikirannya mulai goyah karena ucapan Edbert tentang keluarganya mendadak berputar-putar. Bagaimana jika apa yang dikatakan oleh sang rival adalah benar? Tapi sepertinya tidak mungkin. Keluarganya tak akan membohongi dirinya. Dia harus lebih kokoh agar tak diperolok oleh Edbert jika ketahuan goyah.


Gerald meninggalkan ruang gym, dia menaiki lift menuju lantai satu. Baru saja pintu terbuka, dia melihat wajah agen rahasia yang dahulu pernah ingin disewa untuk mencari Chloe tapi permintaannya ditolak. “Kau?”


Agen rahasia itu hanya berdiri tegap, dingin, dan tak membalas sapaan Gerald.


“Kau menolak tawaranku, dan sekarang bekerja dengan Edbert?”


“Ya!”


Agen rahasia itu menyingkirkan tubuh Gerald yang menghalangi pintu lift. Dia tidak berucap apa pun lagi, hanya masuk ke dalam, dan saling bersitatap dengan Gerald saat pintu stainless itu mulai tertutup.


Kedua bola mata Gerald menatap agen rahasia tersebut sampai tak bisa dipandang lagi. Dahulu, dia sangat ingin memakai jasa orang itu karena keluarganya tidak selihai agen dari New York tersebut jika bersangkutan dengan mencari sebuah rahasia yang sulit dipecahkan. Meskipun keluarganya sangat hebat, tapi tak semua bidang dapat dikuasai hingga ke akarnya. Itulah sebabnya masih ada orang yang lebih hebat karena berfokus hanya dalam satu hal, dan semua itu ada pada agen rahasia. Tapi, sayang sekali kakek Gerald yaitu Lordeus, merupakan musuh kakek agen rahasia itu, sehingga permintaannya langsung ditolak seketika.


...*****...


...Goyah gak lu Ge? Nyesel gak lu sekarang ketemu Ee pake D bukan K? Wkwkwk salah sendiri dateng ke New York, emangnya kau gak tau ya tu laki sebiji kalo udah obsesi tuh gilanya melebihi orang-orang di RSJ wkwkwk dah bener enak-enak di Finlandia aja, kelonin bini lu di rumah. Bahhhh sekarang pasti mau ngelonin bini malah kepikiran mantan lagi ya? Hahaha cian kali kau Cath, suamimu gagal move on maning...