Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 183


Sampai pukul delapan malam, Cathleen baru menyudahi semuanya. Dia meregangkan tubuh yang terasa kaku. “Akhirnya selesai juga pekerjaanku hari ini.”


Cathleen mengulas senyum, tetap mencoba bahagia disaat seperti ini. Buktinya, dengan bekerja, membuatnya tidak terlalu memikirkan masalah hidup yang sedang dialami.


“Saatnya pulang, semoga kali ini Gerald sudah di apartemen,” harap Cathleen seraya mengemasi barang-barangnya.


Cathleen keluar dari ruangan. Dia berangkat menggunakan taksi, maka pulang pun akan naik transportasi umum juga. Wanita itu keluar dari pintu kaca yang otomatis terbuka ketika ada orang hendak lewat. Memberikan salam kepada security. “Jangan lupa dikunci.”


“Baik, Nona.”


Cathleen menunggu taksi di pinggir jalan. Dia sudah memesan online dan sedang perjalanan. Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di depannya. Tidak terlalu peduli juga, justru sedikit menyingkir ke area yang tak tertutup kendaraan tersebut.


Namun, saat seorang pria turun dari kendaraan roda empat itu, Cathleen segera menghindar karena malas berurusan dengan mantan kekasihnya lagi.


“Cath?” panggil Edbert. Ia berusaha mengejar wanita pujaannya yang terus berjalan cepat menuju ke area perusahaan lagi.


Tapi, tetap saja Cathleen tidak menanggapi. Hingga akhirnya Edbert menggenggam tangan wanita itu.


“Aku ingin bicara sesuatu denganmu, Cath,” ucap Edbert.


Cathleen mengibaskan tangannya sampai cekalan Edbert terlepas karena pria itu tidak mencengkeram kuat. “Tolong jangan ganggu aku lagi, Ed. Hubungan kita sudah selesai, dan aku tak mau berurusan denganmu,” pintanya dengan wajah sendu menggambarkan permohonannya yang sangat berharap dikabulkan.


Edbert menaikkan kedua tangannya ke atas seperti tersangka sedang menyerah. “Aku tidak bermaksud mengganggumu. Aku hanya ingin memberi tahu sebuah informasi tentang suamimu.”


“Urusan rumah tanggaku biarkan aku saja Yang memikirkan, kau tak perlu ikut campur. Sudah cukup kau memata-mataiku dengan memasang CCTV di ruang kerjaku, dan kau sebarkan rekamannya pada suamiku.” Cathleen terlihat sangat lelah berurusan dengan manusia bernama sepanjang rel kereta api itu.


Cathleen diam, dia tidak mau menjawab agar tak terkesan memperlihatkan hubungannya dengan Gerald yang sedang kacau. “Bukan urusanmu.”


Cathleen segera mendekati sebuah mobil taksi yang sudah sampai. Dia berusaha menghindari Edbert.


Tapi, Edbert buru-buru mencegah Cathleen agar tak masuk ke dalam taksi, dengan menghalangi pintu. “Gerald selama ini merawat Chloe, kekasihnya yang baru saja ditemukan. Aku mengatakan ini padamu bukan karena ingin menyakiti perasaanmu, tapi kau harus tahu bagaimana pria itu di belakangmu.”


Cathleen menatap mantan kekasihnya dengan sorot sendu. “Terima kasih atas informasinya, tapi aku lebih percaya dengan suamiku daripada kau.” Dia berusaha menyingkirkan Edbert agar bisa membuka pintu.


“Memangnya kau sudah bertanya dengan suamimu tentang ke mana dia pergi selama ini? Sadar, Cath. Pria itu masih terjebak dengan cinta masa lalunya. Aku tak ingin kau terluka lebih dalam lagi. Orang seperti itu tak pantas kau perjuangkan.” Edbert masih menyerocos sebelum pintu mobil ditutup.


Cathleen berusaha menunjukkan kalau dia tidak peduli dengan ucapan Edbert. Tapi, pada kenyataannya dia terusik oleh informasi tersebut. “Daripada salah paham, lebih baik aku tanyakan langsung pada Gerald.”


Sesampainya di apartemen, Cathleen membersihkan tubuhnya. Dia menanti kepulangan suami dengan tiduran di sofa. Tidak peduli pukul berapa Gerald pulang, hanya ingin memastikan kebenaran dari informasi yang didengar saja.


Sampai akhirnya pukul dua belas malam, pintu apartemen itu terbuka. Cathleen langsung berpindah posisi menjadi duduk ketika melihat Gerald masuk.


“Apa selama satu minggu ini kau merawat Chloe?” Cathleen langsung bertanya pada intinya. Dia tahu kalau saat ini suaminya tak bisa diajak basa-basi.


...*****...


...Aku wakilin jawab ya Ge. “Iya, kenapa? Masalah buat lu?”...