Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 253


“Coba kau hubungi Gerald, tanyakan dia sedang berada di mana.” Sembari fokus menyetir, Edbert meminta bantuan Cathleen. Sebenarnya dia bisa sendiri, tapi berhubung sedang membawa dua keponakannya, jadi lebih baik tidak melakukan macam-macam saat berkendara di jalan. Tak ingin membahayakan jagoan-jagoannya.


“Sebentar.” Cathleen mengeluarkan ponsel dari dalam tas, menelepon Daddy dari anak-anaknya.


“Coba kau loudspeaker, aku ingin mendengar dan berbicara dengannya.”


“Oke.” Cathleen tak tahu apa tujuan Edbert, tapi dia menurut saja.


“Ya, Sayang? Apa anak-anak menangis?” Itu suara Gerald yang terdengar dari ponsel Cathleen.


“Tidak, mereka tenang.”


“Lalu, ada apa menghubungiku?”


“Aku yang meminta Cathleen menelepon kau.” Edbert langsung menyahut.


“Oh, ada apa?”


“Kau berada di mana?”


“Cosa Nostra.”


“Alamatnya? Aku butuh bicara hal penting denganmu.”


“Tunggu aku pulang saja, kita bicara di mansion.”


“Tidak bisa, aku ingin menyusulmu. Ini sangat penting!” Suara Edbert terdengar sangat mendesak, sehingga membuat Gerald memberi tahu alamat Cosa Nostra.


“Oke, aku akan ke sana, sekarang.” Edbert meminta Cathleen untuk mengakhiri panggilan. Dia lalu melajukan kendaraan menuju titik lokasi yang disebutkan oleh Gerald.


“Gerald pasti mengomel kalau tahu aku dan anak-anak diajak keluar,” ucap Cathleen seraya mengikuti langkah Edbert yang masuk ke dalam gedung bangunan Cosa Nostra.


“Di mansion justru tidak aman kalau kau tak ada yang menjaga, jauh lebih baik ikut bersamaku atau Gerald, dibandingkan berdiam diri di tempat tinggal keluargamu.” Edbert paham dengan kerisauan Cathleen yang takut ada ancaman berbahaya dari Gretta kalau berada di luar. “Aku yang akan menjelaskan pada Gerald, tenang saja.”


Cathleen mempercayakan semuanya pada Edbert dan Gerald. Dua pria itu pasti tahu mana yang terbaik untuk keselamatan dirinya, Faydor, dan Galtero.


“Aku ingin bertemu Gerald, katanya dia berada di sini.” Edbert berbicara dengan seorang pria yang berjaga di lobby. “Katakan ada Edbert datang.”


“Sebentar.” Dia nampak menghubungi seseorang. “Silahkan ditunggu, Tuan Gerald sebentar lagi akan turun menemui Anda.” Menunjuk sofa supaya tamu itu bersantai di sana.


“Ayo ke sana, Cath.”


Kaki Edbert dan Cathleen terayun menuju tempat tunggu. Mereka menanti kedatangan Gerald sembari mengoceh tak jelas pada dua bayi mungil yang berada digendongan masing-masing.


Tak lama kemudian, Gerald datang dan langsung melotot ke arah Edbert. “Kenapa kau membawa Cathleen keluar mansion?” Kakinya berhenti melangkah saat sudah berada di jarak satu meter.


“Nanti ku jelaskan.” Edbert segera berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga Gerald.


Gerald mengangguk paham, dan dia tak protes lagi kalau tiga orang terpenting dalam hidupnya dibawa keluar oleh Edbert.


“Cath, ayo.” Gerald mengambil alih Faydor dari wanitanya. “Di sini ada kamar untuk istirahat, milik Daddyku. Kau dan anak-anak bisa menanti sembari tiduran.”


“Aku ikut saja dengan kalian.” Cathleen penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh dua pria itu.


“Kasian anak-anak kalau kau ikut kami, di ruangan Roxy banyak asap rokok, tidak baik kalau dihirup oleh bayi.” Gerald mencoba memberikan pengertian. Ia menggendong Faydor menggunakan tangan kiri, sementara sebelah kanan untuk mengusap puncak kepala sang wanita agar tak memaksa ingin ikut.


Edbert yang melihat dua manusia itu ingin menunjukkan kemesraan pun segera menaikkan kecepatan kaki. “Lebih baik kita mendahului saja, Unclemu ini masih cinta dengan Mommymu. Jadi, kalau melihat mereka bermesraan, patah hatiku.” Ia berbicara lirih pada Galtero.