Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 231


“Ya, anggap saja ini seperti interview sebelum aku menentukan memberikanmu izin atau tidak,” ucap Papa Danzel. Dia harus memastikan terlebih dahulu bagaimana perasaan Gerald, kejujuran, dan keputusan apa yang berani diambil oleh pria itu. “Apa kau sudah siap menjawab pertanyaan dariku?”


Gerald mengangguk. “Katakan saja, akan ku jawab.”


“Apa kau mencintai Cathleen?”


“Jelas iya, tidak perlu kau tanyakan hal itu. Untuk apa ku lakukan panjat pohon yang sangat tinggi selama berjam-jam kalau aku tak mencintai salah satu putrimu.”


“Good, aku bisa melihat kesungguhan itu darimu.” Pertanyaan kedua, mungkin tidak berhubungan dengan Cathleen, tapi wanita lain. “Siapa nama mantan kekasihmu yang membuat kau memutuskan untuk pergi ke rumah sakit daripada ke sidang perceraianmu?”


“Anastasha Chloe Eleanor.” Alis Gerald mulai naik sebelah karena pertanyaan yang diberikan terasa aneh.


“Aku tidak akan bertanya alasanmu memilih putar balik bukannya datang ke pengadilan terlebih dahulu baru pergi ke rumah sakit. Tapi, aku ingin tahu, sejak kalian bercerai, apakah kau masih sering bertemu dengan mantan kekasihmu?” Papa Danzel memang sudah tahu jawabannya. Tapi, dia hanya ingin menguji kejujuran Gerald.


Tidak perlu diuji, namanya juga Gerald Gabriel Giorgio, dia akan menjawab dengan jawaban yang sesungguhnya. “Ya, setiap dua hari sekali, tapi ada satu kali libur, jadi satu minggu hanya tiga kali berkunjung ke rumah sakit.”


Meskipun tidak ditanya detail, tapi Gerald berusaha menjelaskan pada Papa Danzel kenapa ia masih berkunjung ke rumah sakit. Bahkan durasi berada di sana pun diberitahukan juga.


Kepala Papa Danzel mengangguk. Ternyata Gerald bukan pria pembohong. “Jadi, apa kau masih mencintai mantan kekasihmu juga?”


“Tidak, semua yang ku lakukan hanya karena rasa bersalah,” tegas Gerald, langsung menjawab tanpa berpikir karena ia sudah tahu bagimana perasaan saat ini.


“Kau tahu kenapa mantanmu bisa hilang selama bertahun-tahun?”


“Dari cerita Chloe, dia diculik oleh teman dekatnya, Gretta, karena orang itu terobsesi ingin memiliki aku sehingga nekat melakukan semuanya.”


Papa Danzel berhenti mengajukan pertanyaan tentang kehidupan Gerald karena ada yang lebih penting untuk menjaga keselamatan putrinya. “Di mana orang itu sekarang?”


Gerald menggelengkan kepala. “Aku tak tahu, masih berusaha mencari keberadaannya untuk menuntut semua tindakan kriminal yang sudah dia lakukan.”


“Aku tak ingin nyawa putriku terancam seperti mantan kekasihmu itu,” ucap Papa Danzel mengeluarkan keresahannya.


“Aku akan menjaga Cathleen dengan baik.” Gerald berusaha meyakinkan Tuan Pattinson supaya memberikan izin.


“Bukan aku tidak percaya denganmu. Tapi, aku menilai bagaimana mantan kekasihmu berakhir tragis. Sebagai orang tua, aku tak mau hal itu terjadi pada putriku.”


“Apa kau tak bisa berubah pikiran?”


“Kalau kau ingin tinggal dua puluh empat jam bersama Cathleen, tinggallah di mansionku, ada banyak kamar kosong.”


Gerald hanya bisa menerima keputusan Tuan Pattinson. Mau membantah justru bisa membuatnya kehilangan kesempatan emas. Lagi pula, ia paham dengan keresahan Papa Danzel. “Setelah ini akan ku ambil barang-barangku.”


“Satu lagi, kalau aku boleh berpendapat, kau tidak salah dan tak memiliki tanggung jawab penuh untuk merawat mantan kekasihmu. Bukannya aku jahat atau egois, tapi berlakulah sewajarnya pada wanita dari masa lalumu. Menjenguk boleh, tapi tidak perlu memberikan harapan pada Chloe dengan merawatnya, ku lihat dia masih memiliki keluarga utuh juga. Apa kau bisa?”


...*****...


...“Begitu syulit tinggalkan closet, apa lagi closet lumpuh, begitu syulit cari gantinya, tapi kucing boleh juga.” Hanya anak tiktok yang bisa baca ini pake nadanya Reyhan baik wkwkwk...


...*****...


...Bestie, yuk mampir ke karya baru temen aku Dhea Novita, judulnya Mr. Wrong sama Beauty and The Boss...