Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 173


Tanpa Cathleen dan Gerald sadari, pertengkaran mereka dipantau secara jauh oleh Edbert. Pria itu saat ini sedang tersenyum bangga, puas, bahagia karena rencana pertamanya berhasil. “Sepertinya hari ini sudah cukup memberikan goncangan pada hubungan mereka,” gumamnya. Ia tak jadi mempertemukan Chloe dengan Gerald sekarang. Sebab, satu fakta saja sudah membuat rivalnya pergi meninggalkan Cathleen.


“Ikuti mobil yang ada Cathleen di dalamnya!” titah Edbert pada Bene.


“Baik.”


Gerald, Cathleen, dan Edbert saling menyusul. Tapi Gerald semakin melajukan kendaraan saat sadar kalau diikuti. Hingga akhirnya mobil Cathleen tertinggal jauh.


“Nona, saya kehilangan jejak mobil suami Anda,” ucap security yang sedang merangkap menjadi supir.


Cathleen menghela napas berat, mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Gerald, tapi selalu ditolak. Dan saat diulangi lagi, sudah tak bisa dihubungi. “Semarah itu kau denganku?” Ia menggigit bibir bawah, menahan tangis agar tak tumpah. “Coba ke apartemen Casa Grande, siapa tahu dia pulang!” titahnya.


“Baik.”


Kendaraan Cathleen pun berhenti di tempat yang dimaksud. Wanita itu segera turun, naik ke unit di lantai paling atas.


“Sayang?” panggil Cathleen saat tubuhnya telah masuk ke dalam tempat tinggalnya.


Tak ada sahutan, Cathleen mencari ke seluruh ruangan. “Ke mana kau pergi?” gumamnya bingung sendiri karena di sana kosong.


Cathleen turun lagi ke bawah, masuk ke dalam mobil dan memberikan perintah supaya menuju perusahaan milik Gerald.


Sebelum turun, Cathleen menyeka jejak basah di wajah agar tak menjadi bahan perbincangan karyawan suaminya. Di tujuan kedua, dia langsung menuju di depan resepsionis. “Apakah Gerald datang ke sini?” tanyanya dengan suara yang terdengar gelisah.


“Tidak, Nona, CEO kami jarang datang ke perusahaan, beliau selalu bekerja dari rumah,” jelas resepsionis tersebut dengan jujur.


“Baiklah, terima kasih.” Cathleen kembali ke dalam kendaraannya. Menyandarkan tubuh yang terasa begitu lemas. “Ke mana lagi aku harus mencari Gerald?”


“Mungkin suami Anda pulang ke tempat tinggal yang lainnya, Nona.” Melihat atasannya seperti bingung, security itu memberikan pendapat, mungkin bisa membantu.


“Ya, coba ke mansion Giorgio.” Cathleen memberi tahukan alamatnya.


Dan di sinilah Cathleen sekarang, tujuan ketiga. Hunian megah keluarga suaminya. Ia tidak melihat ada mobil milik Gerald, tapi tak ada salahnya untuk bertanya, toh sudah sampai sana juga.


Cathleen turun, masuk ke dalam bangunan utama. Langsung melihat ada iparnya yang sedang menarik koper menuju arah luar. “Geraldine?” panggilnya.


Geraldine menaikkan sebelah alis, siang bolong begini iparnya datang ke sana sendirian. “Kenapa wajahmu kacau sekali? Kau bertengkar lagi dengan Gerald?” Dia langsung bisa menebak.


Cathleen menganggukkan kepala lemas. “Apa Gerald datang ke sini?”


“Tidak.” Geraldine yang hendak pergi bertemu client di luar negeri pun meletakkan koper, sejenak dia mengajak Cathleen untuk duduk di sofa terdekat. “Kali ini apa lagi masalahnya?” Berusaha menenangkan, tangannya menepuk pundak sang ipar.


Kepala Cathleen menunduk, rasanya malu untuk memberi tahu keluarga suaminya. “Apa kalian akan marah dan membenciku juga jika tahu sebuah fakta dibalik pernikahanku dengan Gerald?”


“Kau menjebak kembaranku dengan merekayasa kejadian seakan Gerald sudah menyetubuhimu?” ucap Geraldine.


Membuat Cathleen membulatkan mata, menaikkan kepala karena tak menyangka akan hal itu. “Dari mana kalian tahu? Apa Alceena yang memberi tahu?”


...*****...


...Wah penghianat lu rambut singa, bener-bener ye kaga bisa dipercaya jadi orang, masa aib sodara sendiri di cepuin ke orang lain. PARAH...