
Helikopter milik Cosa Nostra yang ditumpangi oleh Gerald, Daddy George, dan Tuan Dominique pun mulai mengudara. Transportasi itu akan menyusuri di atas teluk Bothnia, lalu ke laut Baltic tempat di mana Chloe hilang.
Tiga tahun silam, teman satu angkatan Gerald mempelopori untuk melakukan sebuah pesta setelah wisuda sarjana strata dua. Termasuk Chloe dan Gretta pun termasuk ke dalam orang yang merancang pesta tersebut. Hampir seluruh angkatan mereka hadir semua, termasuk Cathleen, Alceena, dan Madhiaz. Jadi berita hilangnya dua wanita saat pesta itu bukan rahasia lagi. Tapi semua orang telah menganggap Chloe dan Gretta meninggal karena tenggelam ke dasar laut.
“Kau sudah mencoba mencari di pulau itu?” tanya Daddy Davis seraya menunjuk sebuah pulau kecil yang terlihat dari atas.
“Belum.”
“Kita coba cari ke pulau-pulau di dekat lokasi kekasihmu hilang,” cetus Daddy George.
“Hm, aku setuju.”
Helikopter itu pun mendarat di halaman yang lumayan luas di depan sebuah bangunan. Itu adalah salah satu pulau yang masuk ke dalam teritorial negara Swedia. Suasana di sana sangat sunyi dan hampir tidak ada penduduk, banyak pepohonan yang tinggi.
Gerald berjalan di belakang Daddy dan pamannya. Ia fokus mengayunkan kaki dan menyusuri setiap sudut tempat.
“Sepertinya tidak mungkin Chloe di sini, kalaupun dia terdampar, pasti akan ditemukan wisatawan yang berkunjung ke Gotsaka Sandon.” Daddy George hanya mengeluarkan spekulasi. Sebab, tempat itu adalah salah satu wisata yang bisa dikunjungi. Jadi, kalau ada mayat atau orang menghilang pun beritanya sudah pasti terdengar. Apa lagi pamflet orang hilang sudah tersebar di negara sekitar Finlandia.
“Sudahlah, cari saja, biar anakmu puas,” balas Tuan Dominique.
Penyusuran pulau itu dilakukan dari pagi sampai malam. Namun langit di sana pun belum terlalu gelap. Mereka sampai bertanya pada beberapa orang wisatawan yang berpapasan. Tapi memang tak ada tanda-tanda keberadaan Chloe.
“Kita akhiri pencarian hari ini sampai di sini. Daddy dan Unclemu sudah tua, kami tak sekuat saat muda,” ucap Tuan Giorgio yang sangat ingin merebahkan tubuh. Rasanya sangat lelah sekali mengikuti kemauan Gerald.
“Hm, kita pulang saja.” Gerald juga tak memaksakan diri.
Transportasi itu mengudara bukan menuju daratan, tapi semakin ke lautan lepas yang lebih luas.
“Kenapa kita ke arah lautan?” tanya Gerald dengan mata yang tak dialihkan sedikit pun dari hamparan air.
“Kekasihmu hilang di air, maka kita akan menginap di atas lautan. Untuk di darat, sudah ada anak buah Cosa Nostra yang mencari,” jelas Tuan Dominique.
Ternyata, helikopter itu mendarat di sebuah kapal pesiar yang tak lain adalah milik keluarga Dominique. Gerald beserta dua pria paruh baya itu pun menginjakkan kaki di transportasi air yang megah tersebut.
Tiga pasang mata itu langsung menangkap jelas ada Mommy Gabby, Mommy Diora, beserta anak, cucu, dan menantu keluarga Giorgio serta Dominique. Sudah seperti sedang liburan saja dua keluarga itu.
“Bagaimana pencarian kalian hari ini?” tanya Daddy Davis dengan berteriak.
“Kalian lihat saja sendiri.” Geraldine menjawab dengan berteriak juga.
Gerald pun sama dengan Daddy dan pamannya, mengayunkan kaki kian mendekati sekumpulan keluarganya itu. Namun semakin jarak terkikis, mata pun ikut memicing kala melihat seseorang yang sangat dia kenal baru saja keluar dari sebuah pintu yang menghubungkan area indoor dan outdoor.
...*****...
...Asekkk Chloe ketemu, Cathleen gigit jari deh wkwkwk selamat kembali ke pelukan sipir penjara lagi ya Cing. Takdirmu kan emang sama Edbert...
...Selamat Hari Raya Idul Adha untuk kalian yang merayakan. Kalian kurban gak? Aku sih kurban, kurban perasaannya Dariush *sad*...