
Jam kantor telah usai , sebelumnya setelah Devan dan Jia makan siang bersama diruangan Devan mereka sedikit bercerita hingga jam istirahat berakhir .
Jia segera berjalan ke basemant bawah hendak mencari Devan yang sebelumnya telah menelponnya , dan mengatakan pada Jia jika Devan telah berada di mobilnya yang terparkir di Basemant .
Jia segera masuk kedalam mobil Devan ketika ia melihat mobil Devan yang sangat Jia kenali .
“Maaf nunggu ya sayang “ ucap Jia sembari memasangkan seatbelt
“Tidak masalah sayang , aku nunggu kamu bertahun-tahun saja sanggup apalagi nunggu beberapa menit . Itumah gampang “ ucap Devan sembari membuka jas kerjanya
Jia terkekeh
“Makasi sayangku , ganteng banget sihhh“ ucap Jia lalu segera mencium pipi Devan
Cupp
“Kuranggg , disini dong sayang “ pinta Devan menunjukan bibirnya
Jia memutar bola matanya malas
“Ckkk dikasi dikit mintanya lebih “ gerutu Jia
“Hahahahaha canda doangg yangg “ ucap Devan tertawa sembari menekan tombol On untuk menghidupkan mobilnya .
“Kita mau kemana ? “ tanya Devan
“Kita ke Mall ya “ ajak Jia
“Tumbennnnnn “ sahut Devan bingung , setahun lebih menjalin kasih dengan Jia , Devan jarang mendengar maupun melihat Jia pergi ke Mall hanya untuk mencuci mata .
“Udahh jalan aja , jangan banyak tanya “ ucap Jia singkat
“Siap ibu Ratu “ ucap Devan memuja
Jiandra terkekeh geli sembari menggelengkan kepalanya pelan …
...****************...
30 Menit berkendara , Mobil Devan telah memasuki basemant Mall …
“Sampaiii “ ucap Jia girang ketika mobil Devan telah terparkir rapi dibasemant
Jia hendak melepaskan seatbelt-nya
“Kok susahh ! “ kesal Jia ketika seatbelt yang ia gunakan susah untuk dilepas
Jia mencoba menggoyang-goyangkan seatbelt-itu agar bisa lepas .
“Bisaa ? “ tanya Devan yang melihat Jia kesusahan membuka seatbelt mobil
Jia menggeleng , tangannya masih sibuk mencoba melepaskan kaitan seatbelt mobil
“Susah banget yankkk “ dengus Jia
Devan terkekeh geli , Devan segera mendekatkan badannya hendak membantu Jia membuka seatbelt yang masih terpasang .
Klik
Seatbelt mobil yang digunakan Jia sudah terbuka, Devan hendak kembali keposisi awal namun terhenti ketika melihat wajah Jia didekatnya . Jarak mereka hanya beberapa inci , Devan mampu melihat wajah cantik dan manis Jia yang selalu membuncahlan hatinya .
“Terimakasih “ cicit Jia sembari tersenyum kikuk
Berhadapan sangat dekat dengan Devan membuat jantungnya dag dig dug tak karuan ..
Devan menatap Jia lekat , senyum manis Devan terukir jelas diwajah Devan . Jiandra terlena
Devan semakin mendekatkan wajahnya dan menatap bibir ranum Jiandra , melihat Devan yang semakin mendekatkan wajahnya , Jiandra spontan menutup matanya .
Cup
Devan mengecup bibir Jia dan memberikan lum*atan-lum*tan kecil , Jiandra tak kalah membalas lum*atan Devan .
Jiandra melingkarkan tangannya dileher Devan , sementara kedua tangan Devan memeluk pinggang Jia erat .
Ciuman mereka berdua semakin lama semakin er*tis saja .
Ada gelenjar aneh yang menggelitiki sekujur tubuh Jiandra kali ini , biasanya mereka hanya kissing tidak dengan waktu yang lama dan juga tidak se-intim ini .
Ciuman mereka semakin dalam , lum*tan-lum*tan saling terbalaskan , lidah mereka saling bertautan .
Tangan Devan mulai bergeliya membelai setiap inci wajah dan leher Jiandra , sementara Jiandra entah insting dari mana ia berani membuka kancing baju kemaja Devan satu persatu , bahkan Devan tak mempermasalahkannya .
Devan yang merasa tak nyaman dengan posisi mereka saat ini , ia menarik pedal kursi agar kursi penumpang yang diduduki Jia setengah berbaring .
Jiandra dan Devan kalut , mereka ditutupi oleh gairah hasrat masing-masing hingga mereka lupa dimana mereka berada saat ini . Untung saja basemant Mall sepi dan gelap jadi tak ada yg melihat adegan erotis mereka .
Jiandra membelai dada Devan lembut , ketika ia sudah membuka kancing baju kemeja semua .
“Sshhh “ desah Jiandra
Mendengar desahan Jiandra membuat Devan tersadar , Devan segera menghentikan ciuman pada leher Jiandra .
Devan seger bangkit dari posisinya dan sedikit menjauhi Jiandra .
“Maafkan aku Jia “ sesal Devan sembari memasang kembali kancing kemejanya .
Merasa Devan tak lagi beraksi dan mendengar permintaan dari Devan membuat Jiandra membuka matanya lebar-lebar , Jiandra sangat menikmati sentuhan Devan hingga ia memejamkan mata .
Jiandra yang tersadar setelah mendengar ucapan Devan , ia segera bangkit untuk duduk tegap. Jika sebelumnya ia setengah merebahkan badannya , kini ia telah terduduk tegap sembari merapikan rambut dan bajunya yang sedikit berantakan .
“Maafkan aku juga kak “ ucap Jiandra gelagapan .
“Haishh bodoh sekali kamu van , hampir sajaaa .. Untung Jiandra mendesah jika tidak aku takkan sadar . Eh tunggu dulu , Jiandra mendesah ? Apa berarti dia menikmati sentuhanku “ batin Devan girang , senyum tipis tersungging dibibirnya . Ada rasa bangga pada dirinya ketika Jiandra menyukai sentuhannya .
“Sayanggg “ ucap Jia sembari menggoyangkan bahu Devan
Devan yang sedang bergelut dengan lamunan-nya pun segera sadar
“Eh iya sayang “ ucap Devan gelagapan
“Kita masuk kedalam saja , kamu rapikan kemejamu sayang “ ucap Jiandra yang ingin segera keluar dari dalam mobil , berada didalam mobil bersama Devan setelah kejadian yang Hampir Saja membuat Jia terbang keawan membuat Jia malu setengah Mati
Devan terkekeh mendengar ucapan Jiandra , Devan segera merapikan baju kemejanya .
Jiandra bergegas membuka pintu mobil Devan , namun tangan Devan segera menahan tangan Jia agar tak keluar lebih dulu .
Devan menarik tangan Jia , dan membawa Jia kepelukannya
“Maafkan aku ya Jia , aku hampir saja khilaf “ ucap Devan lembut
Jantung Jiandra mendadak kembali maraton setelah mendengar ucapan Devan .
Devan tersenyum mendengar detak jantung Jia yang tidak beraturan , karena Devan pun sama detak jantungnya berdegup kencang .
Devan mencium kening Jia lembut , Jiandra memejamkan matanya menikmati ciuman penuh kasih sayang dari Devan
“Apa kau menikmati sentuhanku sayang “ bisik Deva n membuat Jia membuka matanya dan melotot tajam .
Jia mencubit pinggang Devan keras
“Arghhhh sakit, sakittt “ keluh Devan
Jiandra segera melepaskan cubitannya , lalu berdalih menatap Devan tajam .
“Mesummmm “ ucap Jiandra lalu segera membuka pintu mobil Devan untuk keluar lebih dulu
Devan tertawa terbahak-bahak
“Lah gue dikatain mesum , padahal tangan dia aktif lepasin kancing kemaja gue satu persatu “ gumam Devan sembari menggelengkan kepalanya pelan, ia tertawa senang setelah merayu sang kekasih .
Sementara diluar mobil , setelah Jia keluar lebih dulu dari dalam mobil Devan ia memilih menunggu Devan untuk segera keluar dari dalam mobilnya .
Jiandra mendengus kesal , dan juga ia malu karena ucapan Devan tadi . Jia tak bisa bohong jika Jia menikmati sentuhan Devan .
“Menyebalkan sekali kak Devan ini issss “ kesal Jia sembari menghentakkan kakinya .
Wajah Jia memerah karena malu Devan telah memergokinya menikmati sentuhan Devan .
Jia mendengar pintu mobil Devan tertutup , YA lelaki itu sudah keluar dari dalam mobil dengan senyum mengejeknya .
Jiandra memutar bola matanya malas , ia segera berjalan lebih dulu meninggalkan Devan yang tertawa dibelakangnya .
“Tunggu sayangg “ ucap Devan sembari mengejar Jia yang berjalan cepat
Jiandra tak menghiraukan permintaan Devan , ia berjalan semakin cepat .
Devan menautkan jemari tangannya erat dengan jemari Jia , ketika Devan sudah mampu menggapai Jia yang berjalan sangat cepat
“Jangan ngambek “ pinta Devan
Jia mengangguk tanpa suara
Devan menggelengkan kepalanya pelan sembari tersenyum , ia tau jika wanitanya sedang merajuk ..
Mereka berjalan beriringan menuju lift yang ada dibasemant mall untuk membawanya naik ke pusat Mall ….
Devannn nikah aja dahhhhh 😂
TO BE CONTINUE
*JANGAN LUPA LIKE YA **🤗*