
Mama Devya masih setia mengelus rambut sang putra yang masih menangis . Cengeng memang , tapi ini menyatakan bahwa hati Devan memang sangat lembut,selembut pantat Bayi😂 eh Selembut Sutra ❤️
Papa Mahes masih setia menonton televisi membiarkan anaknya menangis , sudah menjadi hal biasa mendengar keluh kesa Devan . Papa Mahes biasa saja menurutnya anak Pria harus kuat dan bermental baja , maka dari itu setiap Devan menangis papa Mahes selalu membiarkannya , ia tak mau jika ikut memanjakan Devan membelainya dan lain-lain , karena Devan bukan wanita .
Beda halnya dengan mama Devya , karena ia seorang ibu , hal itu membuat mama Devya selalu setia menjadi tempat mencurahkan hati Devan , bahkan menjadi tempat untuk menumpahkan seluruh air mata dan rasa sakitnya
“Sudah berhenti nangis , apa kamu ini CEO mental cetek , cengeng “ dengus papa Mahes sedikit tak suka anak lelakinya cengeng
Devan melepaskan pelukannya dari sang Ibu , mata Devan yang memerah dan hidungnya memerah .
Mama Devya menghapus air mata Devan dan membelai lembut rambut putranya
“Jia kalau tau kamu begini , papa yakin dia tak akan yakin untuk hidup bersama pria yang cengeng sepertimu “ sambung papa Mahes langsung mendapatkan cubitan kerasa dari mama Devya
“Aduh aduhhh jangan cubit ma , sakit “
“Habisnya kamu pa, Devan cengeng nurun dari kamu , emang pikir kamu itu lelaki kuat yang tidak cengeng , kamu dan Devan sama aja , Mama yang paling kuat disini “ kesal Mama Devya membuat Devan tertawa kecil
“Berarti kita sama-sama cengeng ya pa? Toss dulu deh “ ucap Devan lalu papa Mahes mengiyakan untuk tos bersama Devan
Mama Devya menggelengkan kepalanya “ Anak dan Papanya sama gilanya “ dengusnya
“Devan , cobalah untuk merenungkan sesuatu dari hatimu , mama tau kamu sangat mencintai Jia , tapi mama rasa jangan terlalu berfokus untuk cinta, biarkan cinta datang dengan sendirinya , Jika Jia jodohmu , jia takkan kemana , mama dan papa tak apa menunggu lama untuk menimang cucu asal kamu bahagia bersama wanita pilihamu siapapun itu jika bukan jia sekalipun “ tegas mama membuat Devan tersenyum dan mama Devya menghapus air mata Devan
Devan memeluk mama Devya manja
“Terimakasih mama “ Devan menghujani sang mama dengan ciuman
“Ehh ehhh ngapain kamu, cium-cium istri papa ,”ucap papa Mahes lalu manarik mama Devya kepelukannya
“PUNYA PAPA “ tegas papa Mahes
Devan yang iseng pun mengerjai papa dan mamanya
Devan menarik sang mama dari pelukan papa Mahes
Terjadilah adegan tarik menarik membuat mamDevya narik pitam
“STOPPPP “ teriaknya membuat papa Mahes dan Devan terdiam
“Lepas , lepas “ mama Devya menarik tanganya dari sang anak dan sang suami
“Mama pusing sama kalian mama mau tidur , awas aja sampai kalian bertengkar besok mama tak akan berbicara “ ancamnya membuat Devan dan Papa Mahes bergedik ngeri
“Kamu sih van “ gumam papa Mahes setelah melihat kepergian sang istri
“MENGAPA DEVAN , ini kan ulah papa “ Devan sedikit berteriak namun masih terdengar sampai ke kamar Mama Devya
“OHH KALIAN MULAI LAGI , AWAS KALIAN BESOK , KEMBALILAH TIDURRRR SEMUA, MAHES CEPAT KAMU MASUK KAMAR ATAU AKU MINTA KAMU UNTUK TIDUR DIKAMAR TAMU “ teriak mama Devya dari dalam kamar
Papa Mahes segera berdiri “ Papa mau menyelamatkan jatah papa “ lari papa Mahes menuju kamar meninggalkan Devan sendiri diruang tamu
Devan tertawa kecil “ Cih , hal seperti ini membuat mereka selalu harmonis “ gumamnya
Devan terdiam dan merenungkan dirinya , “untuk sementara aku akan sedikit menjaub darimu bia , tapi tenanglah cintaku masih selau untukmu “
Devan berdiri dan bergegas masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya .
...****************...
Disisi lain Jia juga tengah merenungkan dirinya diatas bednya . Ia berulang kali mengabari Bryan , namun tak satupun dibalasnya . Tya dan Dara juga menyayangkan kejadian yang menimpa Jia . Namun didalam grup mereka Tya yang sangat aktif sedangkan dara hanya membalas pesan singkat yang isinya
“Sudahlah kamu beristirahat saja Jia , dan memikirkan kesalahanmu “
Jia menghiraukan itu semua dan memilih untuk chating bersama Tya , sesekali membuka pesan Bryan namun masih tak ada balasan . Terakhir Bryan mengirim pesan jika ia telah sampai dirumah .
“Apa Bryan suda tertidur ?” gumam Jia