
3 tahun berlalu 🍃🍃
Hiasan lampu dan bunga yang indah menghiasi taman belakang Mansion milik MHS’family .
Didalam kamar Jia tengah bersiap didepan meja rias miliknya , Jia memoles wajahnya dengan makeup yang natural namun terkesan segar dan sangat cantik .
Memilih mengenakan gaun merah agar senada dengan sang suami yang mengenakan jas merah , penampilan Jia benar-benar sangat sempurna dipadukan dengan rambut curly digerai .
“Perfect “ gumam Jia tersenyum saat menatap dirinya dari pantulan cermin .
“Papa mana sih ? Udah ngilang duluan aja “ dengus Jia yang merasa suaminya telah hilang dari kamar mereka . Jia membiaskaan diri untuk memanggil Devan dengan sebutan papa , mengingat kedua anaknya sangat pintar dan cepat tanggap meniru ucapan seseorang disekitarnya . Pernah sekali Jia keceplosan memanggil Devan dengan sebutan “ Kak Devan “ didepan kedua putranya , somtak saja membuat kedua putrnya memanggil papanya dengan sebutan “Kak Devan “ dengan pengucapan cadelnya .
Pintu kamar terbuka lebar
Terlihat dua bocah lelaki yang sangat tampan mengenakan jas yang sama .
Jia menoleh kearah pintu kamarnya
“Hann , Nand “ panggil Jia kepada kedua putranya yang telah berusia 2 tahun jalan 3 tahun
“Mama “ teriak mereka berlari kearah sang mama
“Where’s your papa ? “ tanya Jia membungkukan badannya agar sejajar dengan kedua putranya .
“Papa is in the garden mama “ ucap Reyhan kecil
“Papa agi ditaman ma “ saut Reynand kecil
Jia mengangguk dan tersenyum, ia membelai pipi kedua putranya
“Ganteng banget sih kalian , anak siapa ini ? “ ucap Jia gemas
“Anak mama Ia dan papa epan “ ucap Reyhan lantang
Sementara Reynand mengangguk dan memeluk sang Ibu
Reyhan yang tak mau kalah pun ikut menyeruduk untuk memeluk sang ibu
Jia terkekeh dan segera memeluk kedua putranya
“Sangingan mulu perasaan ah “ ucap Jia memeluk Reyhan dan Reynand dengan penuh kasih sayang
“Kita susul papa ketaman yuk “ ajak Jia lalu melepas pelukan kedua putranya .
“Led dooo “ ucap si kembar berbarengan dengan suara cadel mereka
Jia terkekeh dan menggelengkan kepalanya pelan
Jia menggandeng kedua putranya di kanan dan dikiri lalu berjalan berbarengan menuju taman yang dimana akan diadakan “Wedding Anniversary Party Jia dan Devan yang ketiga tahun “
Dari tangga atas Jia mampu melihat taman belakang Mansion suaminya , terlihat sudah ada rekan , kerabat, orang tua dan mertuanya disana .
“Reyhan , Reynand … Liat ada Cici disana apa kalian sudah menyapa Cici ? “ tanya Jia menunjuk gadis kecil cantik yang tengah asik menyendokkan Ice Cream kemulutnya ( Chika Queen Keenan ) sering dipanggil Cici adalah anak dari Bryan dan Dara . Chika memang sangat dekat dengan Rayhan dan Reynand , meski Chika lebih besar umurnya dari 2R mereka hanya berbeda beberapa bulan saja . Namun kedekatan mereka patut diacungi jempol , ini semua tentunya ulang kedua mama-nya dan aunty soplak mereka “Tya “ .
“Acu dah menapa cici tadi ma” ucap Reynand
“He-eh acu uga dah , yuk tuyun papa nundu “ sambung Reyhan
Jia terkekeh lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju taman belakang
Sesampainya ditaman
Jia dan kedua putranya baru saja menginjakkan kakinya ditaman belakang rumah mereka , semua mata tertuju pada Nyonya Muda Mahes dan kedua penerus keluarga Mahes . Mereka semua menatap Jia , Reyhan dan Reynand dengan senyum bahagia .
Alunan musik piano sangat indah dan nyaring membuat Jia mencari sumber suara tersebut , semua orang tersenyum pada Jia namun Jia memfokuskan dirinya pada seorang pria yang dengan lihainya memainkan tangannya diatas key piano .
Jia menatap Devan dengan penuh cinta dan air mata yang terbendung dipelupuk matanya , kedua tangannya masih setia menggenggam kedua putranya dengan erat .
Here we are under the moonlight
I'm the one without a dry eye
'Cause you look amazing
I'm sorry for whatever I've caused
Before today I knew I felt lost
But now you're my lady
So take my hand now, see me
'Cause you've made me into this man
I promise I'll treasure you, girl
You're all that I've needed
Completing my world
You
You're my love, my life, my beginning
And I'm just so stoked I got you
Girl, you are the piece I've been missing
Remembering now
All the times I've been alone, showed me the way
Led me here, led me home
Right through that door straight to you
You're my love, my life, my beginning
It's you
Suara merdu Devan membius para undangan dan tentunya membuat sang istri menangis haru , Reyhan dan Reynand yang melihat mama-nya menangis pun segera menarik tangan mereka dari genggaman sang mama .
Reyhan dan Reynand segera berlari menuju sang papa
“ Hann , Nand ” panggil Jia yang menyadari anaknya melepaskan genggaman dirinya , namun melihat Reyhan dan Reynan berlari menuju sang papa membuat Jia merasa tenang .
Namun naas , bukan pelukan yang Devan dapatkan melainkan Devan mendapat bogem dari kedua putranya dan membuat dirinya mengaduh kesakitan .
Jia yang melihat kedua putranya memukul papanya dengan brutal membulatkan matanya dan berlari menuju suami dan anak-anaknya .
“Arghhh sakit, sakit boyyyy what’re you doing ? “ tanya Devan yang mencekal tangan anaknya .
Kedua wajah putranya memerah dengan mata memerah dan hidung yang kembang kempis .
Jia yang sudah ada didekat mereka pun segera merangkul dan bertanya kepada kedua putrnya
“ Hey boy , ada apa ? Mengapa kau memukul papa ? “ tanya Jia lembut sedangkan Devan masih dengan ekspresi bingungnya
“ Papa ahat , papa makes mama cry “ ucap Reyhan menangis tersedu-sedu
“ He-eh papa ahat , ikin ama angis . Adi nand iat mama angis” ucap Reynand menangsi sembari mengelap ingusnya dengan jas miliknya .
Devan dan Jia membulatkan matanya terkejut , sementara undangan lain pun sontak tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Reyhand dan Reynan . Mama Sita dan Mama Devya , Papa Kendra dan Papa Mahes tertawa jenaka melihat cucunya yang sangat pintar dan sensitif jika menyangkut mamanya .
“ Anak mami “ dengus Devan
Jia membulatkan matanya menatap Devan tajam dan membuat Devan bungkam dalam sekejap
Jia membelai lembut rambut kedua putranya
“Reyhan , Reynand kesayangan mama . Mama tudak bersedih , tadi mama nangis bahagia karena melihat papamu bernyanyi “ ucap Jia lembut membuat kedua putranya bungkam dan melirik sang papa yang menatapnya tersenyum
“Apa cayang mama kan ? “ tanya Reyhan mendekati sang papa
“Sayang banget lah , papa juga sayang kalian berdua “ ucap Devan merentangkan kedua tangannya berharap kedua putranya memeluk dirinya
“Apa dak kan cakitin mama tan , ? “ tanya Reynand menelisik wajah sang papa
Devan menghela nafas panjangnya
“Mana mungkin papa nyakitin mama kamu , papa ini sayang sekali dengan mama kamu “ ucap Devan menepuk dada nya
Jia terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat ketiga pria yang dicintainya selalu saja membuat dirinya terhibur .
Reyhan dan Reynand berhamburan kepelukan papanya
“Mapin han ya pah ukul-ukul papa, ati cacit ya ? “ tanya Reyhan dengan perhatian
“Apin nand uga ya pa “ ucap Reynand
“Tidak apa , papa yakin kalian seperti ini karena anak-anak papa sayang sama mamanya kan ? “
Kedua bocah kembar itu menggangguk mantap
“Kita berua cayang aneutt sma mama “ ucap Reynand
“Keti uga cayang aneut cma papa “ ucap Reyhan
Devan dan Jia saling menatap deng wajah terpancar penuh cinta ,menyaksikan kedua putranya tumbuh dengan pintar dan sangat perasa membuat mereka terharu .
“Reyhan , Reynand ikut nenek-nenek yuk “ panggil mama Sita dan mama Devya mendekati cucu-nya yang tengah memeluk papanya erat
Reyhan dan Reynand melepas pelukan mereka
“Alau ita tut nenek , ita dapet apa ? “ tanya Rehyan
“Kamu dapet ecim mau ? “ jawab mama Sita
“Auuu , ita auuu “ sorak kedua bocah tersebut
“Pa , ma ta tut nenek ya “ ucap Reyhan dan Reynand berbarengan
Jia dan Devan pun mengangguk menyetujui dan mengizinkan kedua putranya diajak neneknya .
Sepeninggalan kedua bocah tersebut , Devan menarik tangan Jia menuju tempat mereka akan memotong kue
“Untuk wanitaku tercinta , Istriku sayang . Aku tidak tau harus berkata seperti apa lagi untuk mengekspresikan betapa aku mencintai dirimu . Aku berharap kau tak bosan jika aku mengatakan Aku Cinta padamu setiap hari dan berkali-kali “ ucap Devan menggenggam tangan sang istri didepan ramainya undangan yang menatap mereka dengan rasa bahagia .
“Terimakasih telah menemaniku , menjadi ibu dan istri yang baik ditambah luar biasanya kau mampu menjadi menantu yang baik untuk keluargaku , dihari pernikahan kita yang ketiga ini , aku selalu berdoa kepada tuhan agar beliau mengizinkan aku untuk bersanding denganmu hingga rambutku memutih dan menyaksikan tumbuh kembang anak-anak kita bersama “ sambung Devan menatap Jia dengan penuh cinta , sementara Jia menatap Devan dengan penuh haru dan air mata yang mulai membasahi pipinya .
“Aku mencintaimu dan selalu mencintaimu , aku berharap kita akan bersama selama ya “ sambung Jia dengan nada tercekat karena terlalu larut dalam tangis bahagia
Devan tersenyum dan segera menarik tengkuk Jia
CUP
Devan mencium lembut bibir Jia dan me*umat bibir istrinya dengan penuh cinta
Para undangan bersorak gembira melihat keromantisan pasangan yang ada didepannya .
Sementara Dipojok sana terlihat 3 anak kecil yang tengah asik memakan ice cream sembari menatap keromantisan pasangan didepan mereka
“Han , nand . Utup ata kalian , da oyeh iat orang ciuman “ ucap Cici atau Chika kepada kedua pria disampingnya
Reyhan dan Reynand acuh
“Dak apa , ita celing liat papa dan mama iuman . Mereka bilang atinya papa dan mama caling cayang “ ucap Reynand sembari memasukan sendok yang penuh dengan ice cream
“He-eh , biaca aja kayiii “ seru Reyhan
Chika memutar bola matanya malas menghadapi kedua pria kembar disampingnya .
END
Jangan lupa like ya dan komen , jika memungkinkan akan ada S2 dimana Duo Rey besar hihi … Aku mau lanjut Novel lainnya dulu , jangan lupa mampir yaaaa 🥰🥰
Terimakasih yang sudah setia membaca Novel aku 🥰🥰
Mama Jiandra
Papa Devan
Onty , oncle salam dari Reyhan dan Reynand ya 🥰🥰