
Mobil Devan yang dikendarai Rendi telah mendarat dengan sempurna di Perusahaan Devan .
Perusahaannya di Jerman tak kalah besar , tinggi menjulang, banyak karyawan berlalu lalang disekitaran sana .
Jia tak punya waktu untuk melihat keadaan itu semua . Otak dan hatinya diselimuti rasa ingin bertemu dengan Devan .
Beruntung Jia berjalan bersama Rendi , jadi tak perlu ada Drama jia tidak diperbolehkan bertemu CEO . Nasib baik datang kepada Jia , ia bisa bertemu dengan Devan dengan lancar tanpa hambatan, semua karena Rendi . Terimakasih Ren😄
Jia mengikuti Rendi dari belakang , mereka memasuki lift khusus petinggi perusahaan . Banyak pasang mata yang membisikkan Jia .
“Siapa dia? Apa dia putri pak Mahes ? “
“Siapa wanita itu ? Berani-beraninya dekat-dekat dengan Rendi “
“Siapa wanita cantik itu? Asia kah? Wanita Asia memang beda cantik “
Dan masih banyak bisikan-bisikan yang Jia dengar, jia tak menggubrisnya ia hanya pasangkan senyum manisnya agar tak mempermalukan Devan dan Rendi .
Jia setia mengikuti Rendi menuju ruangan Devan . Meski ia kedinginan dan mengigil Jia tak perduli intinya sekarang ia ingin bertemu dengan Devan .
Ruangan Devan terletak di lantai paling atas , disebalahnya akan ada ruangan Rendi dan sang sekertarisnya .
“Nona , itu adalah ruangan tuan Devan , kau bisa menemuinya disana “ pintanya sambil menunjuk ruangan Devan
“Lalu kau mau kemana ? “
“Aku harus menyelesaikan dokumen ini diruanganku “
“Oh baiklah , terimakasih Rendi ! “ Jia menundukan badannya sebagai tanda hormat
Rendi mengangguk lalu masuk kedalam ruangannya
Jia telah sampai di depan ruangan Devan
Tok tok tok
“Masuk “ pinta Devan
Jiandra membuka pintu ruangan Devan
“Kak Van “ ucap Jia di depan pintu ruangan Devan
Devan yang terlampau sibuk berkutat dengan dokumennya pun mendongakkan kepalanya
Ia terkejut Jiandra ada didepan matanya , wajahnya pucat tubuhnya menggigil
“JIANDRA “ kejut Devan ia segera berlari menuju Jia dra
“Kak Vann “ tangis Jia
Degggg
“Bia kau ingat semua “ batin Devan
Jia segera merengkuh tubuh Devan , memeluk tubuh Devan erat
Devan menyambut semua pelukan itu ,
Tiba-tiba Jiandra tak bersuara bahkan badannya terasa berat ,
“Jia, Jia , Jia “ Devan menepuk pipi Jia , namun Jia tak sadar .
Devan segera merebahkan Jia di sofa besar diruangan kerjanya , Devan menelpon Rendi
“Rendi datanglah keruangku dan panggilkan dokter di klinik sekarang ! “ tegas Devan membuat Rendi terheran-heran
Rendi telah menelpon Dokter di Klinik perusahaan mereka , ia segera pergi keruangan Devan .
“Rendi , mengapa kau ajak Jia kemari , sudah kukatakan padamu jangan biarkan dia keluar cuaca sedang tidak bersahabat “ Devan memarahi Rendi , pikirannya kalut dan panik , Devan khawatir pada Jia
Rendi menunduk “ Maafkan saya tuan muda, nona muda Jia memaksa ingin ikut , ia bilang ada hal penting yang ingin nona sampaikan pada tuan “
Devan menghela nafasnya , devan mengambil tangan Jia dan menggenggamnya erat
“Tak bisakah kau tida membuatku khawatir seperti ini ? “ gumamnya
Tok tok tok
Dokter di klinik datang , Devan membiarkan dokter itu memeriksanya
“Bagaimana dok ? “ tanya Devan khawatir
Dokter asal Indonesia itu terheran-heran, “ Siapa gadis muda mengapa pak Devan sangat khawatir padanya “ batinnya
“Tak apa tuan , dia hanya kedinginan saja , tubuhnya belum bisa menyesuaikan dengan suhu dingin dan sedikit kelelahan , sebentar lagi ia akan sadar “ cercah sang dokter
Benar saja Jia mengerjap-ngerjapkan matanya , Devan yang sadar akan ikut langsung mendekati Jia
“Jiandra “ suara lembut Devan mengalihkan pandangan Jiandra
“Kak Van “ Jiandra segera bangun dan terduduk
“Iya ini aku kak Vanmu “
Jiandra terisak menangis dan segera memeluk Devan erat begitupula dengan Devan , Devan memuk Jia tak kalah erat . Mereka saling berpelukan meluapkan semua rasa rindu yang membuncah didada.
Rendi segera menarik dokter untuk segera keluar dari ruang sang CEO dan membiarka mereka berdua menyelesaikan apa yang harus mereka selesaikan .
Diluar ruangan sang dokter bertanya pada Rendi
“Who is that girl ? “ tanya sang dokter
“CEO’s girl “ jawab Rendi singkat
Dokter itu mengangguk “Ohh lucky girl “ gumamnya lalu balik pergi ke klinik . Berita ini akan dijadikan bahan gosip yang menggemparkan satu kantor . CEO tampannya sudah memiliki kekasih ! Itu judul gibahan hari ini .
Balik lagi keruangan Devan
“Apa kau sudah ingat semua jia ? “
Jia mengangguk “ Mengapa kakak tak pernah mengingatkanku ? “ jia yang masih sesegukan
Devan tersenyum dan menghapus air mata jia dengan tangannya .
“Aku tak ingin menyakitimu “
“Tapi kau sudah menyakitiku berkali-kali “ ungkap Jia mengingat bagaimana ia ditinggalkan Devan saat kecil dan bagaimana ia ditolak cintanya oleh devan saat dewasa membuat sedikit trauma dihati Jia . Belum lagi penghianatan Bryan dengan Dara . Ahh lengkap sudah