Oh My Man

Oh My Man
Maafkan Aku Jia


Dering ponsel Devan membangunkannya dari tidur-nya .


Devan segera mengambil ponsel yang sebelumnya ia letakkan dinakas samping tempat tidur , tangan Devan menari kesana-kemari dinakas .


“Hallo Van “ sapa Rendy membuat Devan membulatkan matanya


Devan menyapu sekeliling ruangan dengan mata tajam-nya , terakhir matanya berlabuh pada Jia yang tengah tertidur sembari memeluknya erat .


Mereka tengah dalam keadaan telanjang bulat dan tertidur dalam satu selimut .


“Hallo Rendy , ada apa ? “ tanya Devan yang mencoba menetralkan perasaanya .


“Arga sudah menunggumu , aku menghubungimu berkali-kali namun kau tak mengangkat “ ucap Rendy kesal , Rendy bisa saja masuk ke kamar tersebut jika ia mau , namun Rendy tak ingin menganggu privacy Devan


“Minta Arga untuk kembali , Jia sudah sadar dan tengah tertidur . Aku akan datang kerumah sakit besok pagi . Oh iya Rendy , sampaikan pada Papa dan Mama jika aku tak pulang hari ini , katakan saja jika aku menginap di Hotel “ ucap Devan menitipkan pesan kepada Rendy .


Devan bisa saja menghubungi orang tuanya , namun jika ia yang menghubungi pasti saja akan ada banyak pertanyaan , sementara orang tua mereka tidak tau apa yang terjadi pada Jia dan Devan .


“Oh iya , untuk Agus kau perketat pengamananya aku akan menemuinya besok pagi . Rahasiakan kejadian ini sementara waktu hingga kita tau apa motif Agus melakukan hal ini . Aku akan menjaga Jia disini , keadaanya tak memungkinkan untuk membawanya pulang . Kau beristirahatlah Ren minta pengawal menjaga Agus “


“Baik van , jagalah Jia dengan baik . Akan aku sampaikan pesanmu pada om dan tante . Selamat beristirahat “ ucap Rendy sopan


Devan mematikan sambungan teleponnya , ia menghela nafasnya kasar .


Devan berdalih melirik Jia yang tengah tertidur tenang bahkan Jia tidak mengenakan sehali benang baju ditubuhnya .


“Apa dia akan mengamuk padaku saat tersadar nanti ? “ batin Devan bertanya-tanya .


Devan berdalih untuk segera menghubungi papa Kendra dan Mama Devya , meminta izin agar Jia bersamanya dan berjanji akan menjaga Jia dengan baik .


Untung saja yang mengangkat panggila telepon adalah mama Sita karena papa Kendra tengah terridur pulas .


“Tak apa van , jaga Jia dengan baik yah .. Have Funn “ girang mama Sita terdengar via telepon .


Mama Sita dan Mama Devya yang sama-sama bobrok ingin cepat-cepat Devan menikah dengan Jia tentu saja men-iyakan anak wanitanya bermalam dengan pria .


“Lagi pula kami mengenal Devan dengan baik , jadi tak usah dipikirkan “ gumam Mama Sita selepas mengakhiri panggilan telepon .


Mama Sita melanjutkan perjalanannya kedunia mimpi ditemani pelukan hangat dari sang suami ..


Devan yang telah mendapatkan izin dari mama Sita pun segera bangkit untuk membersihkan diri …


Devan membelah selimut dan bangkit perlahan dari tempat tidur agar tidak menganggu Jia yang tertidur pulas ..


Devan mengejek dirinya sendiri ketika melihat tubuhnya tengah telanjang bulat , Devan menggeleng kepalanya pelan senyum tipis tersungging diwajah tampannya .


Devan bergegas berjalan menuju toilet dengan keadaan bug*l ..


...----------------...


15 Menit membersihkan diri …


Devan keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sangat segar , Devan menggunakan kembali Celana panjang dan kemeja yang sebelumnya ia kenakan saat Acara Anniversary MHS’ company .


Devan berjalan mendekati Jiandra yang masih tertidur , Devan hendak duduk dikasur lagi namun harus terhenti ketika ia melihat bercak darah pada linen kasur .


Senyum Devan merekah diwajah tampannya


“Terimakasih Jiandra “ batin Devan bahagia


Devan duduk disamping Jia yang tengah tertidur , Devan membelai lembut wajah Jia dan rambut Jia .


“Maafkan aku “ cicit Devan pelan , wajah lebam Jia masih terlihat segar membuat Devan meringis . Tangannya mengepal mengingat kejadian saat Agus mencekik Jiandra .


Flashback


Setelah kepergian Jiandra mencari minum untuk dirinya , Devan segera mengirimi pesan kepada Rendy agar menjaga Jia dari kejauhan , Devan juga meminta beberapa pengawal mengawasi Jia dari jauh .


Memberikan Jia izin untuk pergi mengambil minum sendiri , bukan berarti Devan tak menjaganya . Ada banyak penjagaan yang ia bentuk untuk wanitanya .


Para pengawal sedikit lengah dan tak menyadari jika Jia tengah pergi bersama Agus , sementara Rendy tengah mengamankan kericuhan wartawan yang mendesak untuk masuk karena izin dari Devan ..


Ponsel Devan berdering alarm meminta pertolongan dari Jia berbunyi namun Devan tak mendengarnya , ponsel-nya tengah dalam mode silent .


Disaat yang bersamaan ponsel Rendy juga berdering , Rendy mengetahui itu namun ia belum semoat mengambil ponselnya karena para Wartawan ricuh.


Karena ponsel Rendy terus menerus berdering , Rendy - pun terpaksa mengangkat dan meminta pengawal untuk menggantikannya .


Rendy segera berlari mencari Devan saat menemukan Devan , Rendy segera menarik Devan menjauhi kerumunan undangan .


Rendy memperlihatkan Emergency Message yang Jia kirim lewat kalungnya , Devan pun segera mengambil ponsel disakunya dan benar saja Devan juga mendapatkan pesan tersebut .


Devan segera menjari pengawal dan membentak mereka karena tak mampu menjaga Jia dengan baik.


Devan meminta salah satu pengawal untuk meminta kunci Master kepada Receptionist , setelah mendapatkan kunci Master Devan , Rendy dan 3 pengawal segera berlari menuju Kamar dimana Jia mengirim pesan bantuan kepada Devan dan Rendy .


Saat berhasil menemukan titik lokasi kamar ,disanalah Devan membuka pintu dengan kasar dan menemukan Jiandra yang tengah dicekek oleh AGUS…


Flashback Off


...----------------...


Jiandra yang merasa terusik oleh belaian Devan , Jia mengerjap-erjapkan matanya .


Wajah tampan Devan dengan senyum manis Devan adalah wajah yang ia lihat pertama kali , Devan tersenyum ketika melihat Jia terbangun


Jiandra pun tersenyun manis kepada Devan , Jiandra lebih mendekatkan badannya kepada Devan dan merengkuh tubuh Devan erat


Devan mengeratkan pelukan Jiandra , dan mencium pucuk kepala Jia dengan lembut dan penuh kasih sayang .


“Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik “ ucap Devan menyesal


“Maafkan aku juga yang tidak bisa menahan hasratku “ sambungnya


Jiandra menganggukan kepalanya dipelukan Devan , Jia mengeratkan pelukannya .


“Pukul berapa ini ? “ tanya Jia yang masih setia memeluk Devan


“Pukul setengah 12 malam “ ucap Devan


Jia reflek melepas pelukan Devan


“Aku harus pulang “ ucap Jia panik


Ia ingin bangun dari tidurnya


“Akhhh “ ringis Jia kesakitan


Devan yang panik pun segera mendekati Jiandra


“Apa sakit sayang ? Maafkan akuuu “ sesal Devan


“Lumayan sakit , hmm kita bahas nanti saja ya . Aku ingin ke toilet “ cicit Jia


“Biar aku gendong kamu “ ucap Devan membuat Jia mengangguk


Jia melilit tubuhnya dengan selimut , Devan segera membawa Jia kedalam toilet . Devan menggendong Jia ala Bridal Style .


Devan mengisi Bathup dengan air hangat dan mendudukan Jia disamping bathup .


“Jangan buru-buru , aku sudah meminta izin dengan papa dan mama agar kamu menginap disini “ pinta Devan


Jia mengangguk mengerti , ia tak berkata apapun lagi karena ia sedang tak ingin berbicara .


“Jika kamu memerlukan bantuan panggil saja aku , aku akan menunggumu diluar “ ucap Devan


Jia menganggum tanpa memandang Devan


Ia baru sadar jika yang dia lakukan sebelumnya sangat salah dan berdosah


Devan segera meninggalakn Jia ditoilet sendirian , sementara Jia memilih untuk berendam dan relax didalam bathup sembari mengjernihkan pikirannya .


Setelah keluar dari dalam toilet Devan segera berjalan menuju telepon dimeja yang disediakan oleh pihak hotel , Devan memesan satu kamar Suite untuk dirinya dan Jia , Devan juga memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Jia dan meminta pihak hotel menyiapakan semua dikamar yang baru saja ia booking .


“Aku tidak mungkin mengajak Jia bermalam dikamar ini “ batin Devan


Devandra memilih untuk duduk disofa sembari bersandar dan memejamkan matanya seraya menunggu Jia yang tengah merutuki kebodohannya didalam toilet ….


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKE YA 🤗🤗