
Dering ponsel Devan membangunkannya dari tidur-nya .
Devan segera mengambil ponsel yang sebelumnya ia letakkan dinakas samping tempat tidur , tangan Devan menari kesana-kemari dinakas .
“Hallo Van “ sapa Rendy membuat Devan membulatkan matanya
Devan menyapu sekeliling ruangan dengan mata tajam-nya , terakhir matanya berlabuh pada Jia yang tengah tertidur sembari memeluknya erat .
Mereka tengah dalam keadaan telanjang bulat dan tertidur dalam satu selimut .
“Hallo Rendy , ada apa ? “ tanya Devan yang mencoba menetralkan perasaanya .
“Arga sudah menunggumu , aku menghubungimu berkali-kali namun kau tak mengangkat “ ucap Rendy kesal , Rendy bisa saja masuk ke kamar tersebut jika ia mau , namun Rendy tak ingin menganggu privacy Devan
“Minta Arga untuk kembali , Jia sudah sadar dan tengah tertidur . Aku akan datang kerumah sakit besok pagi . Oh iya Rendy , sampaikan pada Papa dan Mama jika aku tak pulang hari ini , katakan saja jika aku menginap di Hotel “ ucap Devan menitipkan pesan kepada Rendy .
Devan bisa saja menghubungi orang tuanya , namun jika ia yang menghubungi pasti saja akan ada banyak pertanyaan , sementara orang tua mereka tidak tau apa yang terjadi pada Jia dan Devan .
“Oh iya , untuk Agus kau perketat pengamananya aku akan menemuinya besok pagi . Rahasiakan kejadian ini sementara waktu hingga kita tau apa motif Agus melakukan hal ini . Aku akan menjaga Jia disini , keadaanya tak memungkinkan untuk membawanya pulang . Kau beristirahatlah Ren minta pengawal menjaga Agus “
“Baik van , jagalah Jia dengan baik . Akan aku sampaikan pesanmu pada om dan tante . Selamat beristirahat “ ucap Rendy sopan
Devan mematikan sambungan teleponnya , ia menghela nafasnya kasar .
Devan berdalih melirik Jia yang tengah tertidur tenang bahkan Jia tidak mengenakan sehali benang baju ditubuhnya .
“Apa dia akan mengamuk padaku saat tersadar nanti ? “ batin Devan bertanya-tanya .
Devan berdalih untuk segera menghubungi papa Kendra dan Mama Devya , meminta izin agar Jia bersamanya dan berjanji akan menjaga Jia dengan baik .
Untung saja yang mengangkat panggila telepon adalah mama Sita karena papa Kendra tengah terridur pulas .
“Tak apa van , jaga Jia dengan baik yah .. Have Funn “ girang mama Sita terdengar via telepon .
Mama Sita dan Mama Devya yang sama-sama bobrok ingin cepat-cepat Devan menikah dengan Jia tentu saja men-iyakan anak wanitanya bermalam dengan pria .
“Lagi pula kami mengenal Devan dengan baik , jadi tak usah dipikirkan “ gumam Mama Sita selepas mengakhiri panggilan telepon .
Mama Sita melanjutkan perjalanannya kedunia mimpi ditemani pelukan hangat dari sang suami ..
Devan yang telah mendapatkan izin dari mama Sita pun segera bangkit untuk membersihkan diri …
Devan membelah selimut dan bangkit perlahan dari tempat tidur agar tidak menganggu Jia yang tertidur pulas ..
Devan mengejek dirinya sendiri ketika melihat tubuhnya tengah telanjang bulat , Devan menggeleng kepalanya pelan senyum tipis tersungging diwajah tampannya .
Devan bergegas berjalan menuju toilet dengan keadaan bug*l ..
...----------------...
15 Menit membersihkan diri …
Devan keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sangat segar , Devan menggunakan kembali Celana panjang dan kemeja yang sebelumnya ia kenakan saat Acara Anniversary MHS’ company .
Devan berjalan mendekati Jiandra yang masih tertidur , Devan hendak duduk dikasur lagi namun harus terhenti ketika ia melihat bercak darah pada linen kasur .
Senyum Devan merekah diwajah tampannya
“Terimakasih Jiandra “ batin Devan bahagia
Devan duduk disamping Jia yang tengah tertidur , Devan membelai lembut wajah Jia dan rambut Jia .
“Maafkan aku “ cicit Devan pelan , wajah lebam Jia masih terlihat segar membuat Devan meringis . Tangannya mengepal mengingat kejadian saat Agus mencekik Jiandra .
Flashback
Setelah kepergian Jiandra mencari minum untuk dirinya , Devan segera mengirimi pesan kepada Rendy agar menjaga Jia dari kejauhan , Devan juga meminta beberapa pengawal mengawasi Jia dari jauh .
Memberikan Jia izin untuk pergi mengambil minum sendiri , bukan berarti Devan tak menjaganya . Ada banyak penjagaan yang ia bentuk untuk wanitanya .
Para pengawal sedikit lengah dan tak menyadari jika Jia tengah pergi bersama Agus , sementara Rendy tengah mengamankan kericuhan wartawan yang mendesak untuk masuk karena izin dari Devan ..
Ponsel Devan berdering alarm meminta pertolongan dari Jia berbunyi namun Devan tak mendengarnya , ponsel-nya tengah dalam mode silent .
Disaat yang bersamaan ponsel Rendy juga berdering , Rendy mengetahui itu namun ia belum semoat mengambil ponselnya karena para Wartawan ricuh.
Karena ponsel Rendy terus menerus berdering , Rendy - pun terpaksa mengangkat dan meminta pengawal untuk menggantikannya .
Rendy segera berlari mencari Devan saat menemukan Devan , Rendy segera menarik Devan menjauhi kerumunan undangan .
Rendy memperlihatkan Emergency Message yang Jia kirim lewat kalungnya , Devan pun segera mengambil ponsel disakunya dan benar saja Devan juga mendapatkan pesan tersebut .
Devan segera menjari pengawal dan membentak mereka karena tak mampu menjaga Jia dengan baik.
Devan meminta salah satu pengawal untuk meminta kunci Master kepada Receptionist , setelah mendapatkan kunci Master Devan , Rendy dan 3 pengawal segera berlari menuju Kamar dimana Jia mengirim pesan bantuan kepada Devan dan Rendy .
Saat berhasil menemukan titik lokasi kamar ,disanalah Devan membuka pintu dengan kasar dan menemukan Jiandra yang tengah dicekek oleh AGUS…
Flashback Off
...----------------...
Jiandra yang merasa terusik oleh belaian Devan , Jia mengerjap-erjapkan matanya .
Wajah tampan Devan dengan senyum manis Devan adalah wajah yang ia lihat pertama kali , Devan tersenyum ketika melihat Jia terbangun
Jiandra pun tersenyun manis kepada Devan , Jiandra lebih mendekatkan badannya kepada Devan dan merengkuh tubuh Devan erat
Devan mengeratkan pelukan Jiandra , dan mencium pucuk kepala Jia dengan lembut dan penuh kasih sayang .
“Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik “ ucap Devan menyesal
“Maafkan aku juga yang tidak bisa menahan hasratku “ sambungnya
Jiandra menganggukan kepalanya dipelukan Devan , Jia mengeratkan pelukannya .
“Pukul berapa ini ? “ tanya Jia yang masih setia memeluk Devan
“Pukul setengah 12 malam “ ucap Devan
Jia reflek melepas pelukan Devan
“Aku harus pulang “ ucap Jia panik
Ia ingin bangun dari tidurnya
“Akhhh “ ringis Jia kesakitan
Devan yang panik pun segera mendekati Jiandra
“Apa sakit sayang ? Maafkan akuuu “ sesal Devan
“Lumayan sakit , hmm kita bahas nanti saja ya . Aku ingin ke toilet “ cicit Jia
“Biar aku gendong kamu “ ucap Devan membuat Jia mengangguk
Jia melilit tubuhnya dengan selimut , Devan segera membawa Jia kedalam toilet . Devan menggendong Jia ala Bridal Style .
Devan mengisi Bathup dengan air hangat dan mendudukan Jia disamping bathup .
“Jangan buru-buru , aku sudah meminta izin dengan papa dan mama agar kamu menginap disini “ pinta Devan
Jia mengangguk mengerti , ia tak berkata apapun lagi karena ia sedang tak ingin berbicara .
“Jika kamu memerlukan bantuan panggil saja aku , aku akan menunggumu diluar “ ucap Devan
Jia menganggum tanpa memandang Devan
Ia baru sadar jika yang dia lakukan sebelumnya sangat salah dan berdosah
Devan segera meninggalakn Jia ditoilet sendirian , sementara Jia memilih untuk berendam dan relax didalam bathup sembari mengjernihkan pikirannya .
Setelah keluar dari dalam toilet Devan segera berjalan menuju telepon dimeja yang disediakan oleh pihak hotel , Devan memesan satu kamar Suite untuk dirinya dan Jia , Devan juga memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Jia dan meminta pihak hotel menyiapakan semua dikamar yang baru saja ia booking .
“Aku tidak mungkin mengajak Jia bermalam dikamar ini “ batin Devan
Devandra memilih untuk duduk disofa sembari bersandar dan memejamkan matanya seraya menunggu Jia yang tengah merutuki kebodohannya didalam toilet ….
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE YA 🤗🤗