
Saat tengah berkendara hendak menuju restaurant , tiba-tiba dering ponsel Devan berbunyi …
“Hallo Vann “ suara cempreng Mama Devya terdengar dari ponselnya
“Iya ma , ada apa ? “
“Sudah kamu jemput belum menantu mama ? tanya Mama Devya
Devan yang sengaja meloudspeaker panggilannya agar memudahkan ia berkomunikasi sembari berkendara , Jia yang mendengar dirinya disebut menantu oleh mama Devya sontak tersenyum melirik Devan .
“Sudah mah, ada apa ? “ sambung Devan
“Ajak pulang ya , mama sudah masak banyak dan lezat , kita makan siang dirumah . Lepas itu kita langsung ke butik bersama , mama ingin makan siang bersama Jia “ ucap sang mama
Devan langsung melirik Jia , bertanya pada Jia menggunakan bahasa isyarat mata . Jia sontak mengangguk setuju untuk makan bersama dirumah Devan .
“Baiklah ma , kita akan langsung pulang “
“Baiklah , hati-hati van bawa menantu mama pulang dengan selamat “ ucap Mama Devya via telepon
“Iyaaa mamaaa “ dengus Devan lalu mematikan ponselnya .
“Mama sangat menyayangimu yang , aku terkadang dinomor duakan jika membicarakan kamu “ dengus Devan kepada Jia membuat Jia terkekeh geli dan geleng-geleng kepala .
25 Menit berkendara ….
Mobil Devan telah memasuki pekarangan Mansionnya …
Jiandra dibuat tercengang dan kagum oleh Mansion milik keluarga Mahes .
Ini adalah pertama kalinya Jia datang berkunjung kesana , Gerbang Tinggi menjulang dengan warna bernuansa emas itu terbuka , dibuka oleh satpam keluarga Mahes .
Pilar-pilar tinggi menjulang dan kokoh menambah kesan mewah Mansion milik keluarga Mahes .
Mobil Devan telah terparik rapi dihalaman rumahnya , ia segera turun dari mobil bersamaan dengan Jia .
Mama Devya telah menunggu di pintu utama mansion , menyambut sang putra dan menantu yang akan datang . Senyum manis tak pernah lepas diwajah keriputnya namun masih terlihat cantik .
Jiandra dan Devandra berjalan menuju Mama Devya yang telah berdiri dengan senyum merekahnya .
“Siang mah “ salam Jiandra langsung disambut pelukan hangat dari calon mama mertua .
“Menantu mama akhirnya pulangg “ ucap Mama Devya memeluk sang calon menantu
“Maaf yah mah , Jia baru sempat berkunjung ada sedikit kesibukan yang harus Jia selesaikan “ ucap Jia lembut memberi mama Devya pengertian
“Tak apa mama mengerti , yang terpenting kamu sudah berkunjung hari ini , “ ucap mama Devya lalu melepas pelukan mereka .
“Kita masuk kedalam yuk , mama sudah masakin kamu masakan yang enak-enak . Papa juga sudah menunggu kamu didalam “ sambung mama Devya
Mama Devya segera merangkul Jia mengajak menantunya menuju ruang makan untuk makan siang bersama . Devan mengikuti 2 wanita tercintanya dibelakang , ia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku mamanya yang sangat bahagia akan kedatangan Jia .
Papa Mahes sudah duduk dimeja makan menunggu kedatangan Jia dan Devan.
“Papa , siapa ini yang datang “ ucap Mama Devya girang membuat papa Mahes mendelik kearah mama Devya. Senyum papa Mahes pun sama seperti mama Devya melihat kedatangan Jiandra senyum mereka sangat bahagia .
“Siang pah “ ucap Jia lalu berjalan kearah papa Mahes dan mencium menyalimi tangan papa Mahes
“Siang nak, bagaimana kabarmu “ tanya papa Mahes
“Duduklah , kita akan makan siang bersama “ pinta papa Mahes .
Jia pun segera duduk disamping Devan yang telah duduk terlebih dahulu , sementara Mama Devya juga telah duduk disamping papa Mahes .
“Bagaimana ujianmu jia ? “ tanya papa Mahes disela-sela mama Devya menyendokan nasi ke piring papa Mahes .
“Baik pah, semua berjalan dengan lancar “ ucap Jia sopan
“Baguslah , jadi kita bisa melaksanakan pertunangan kalian dengan nyaman “ ucap papa Mahes
Jia mengangguk dan tersenyum melirik kearah Devan yang juga tengah tersenyum kepadanya .
Mama Devya hendak menyendokan nasi ke piring Jia , Jia spontan menolak
“Jangan mah , biar Jia saja “ ucap Jia sopan
Mama Devya tersenyum lalu membiarkan Jia menyendokan nasinya sendiri . Saat Jia sudah cukup mengambil nasi untuk dirinya , ia segera menyendokkan nasi kepiring Devan .
“Terimakasih sayang “ ucap Devan lembut dengan senyum manisnya
Jia mengangguk dan tersenyum …
Melihat keromantisan Jia dan Devandra membuat mama Devya dan papa Mahes saling melirik satu sama lain dan tersenyum .
“Mama jadi tidak sabar kalian menikah dan Jia tinggal disini “ celetuk mama Devya
“Semoga aku bisa menyelesaikan skripsiku nanti lebih cepat yah ma “ ucap Jia
Mama Jia mengangguk dan tersenyum kearah Jia .
Mereka pun mulai makan siang bersama , sesekali mereka bercerita dan bercanda gurau membuat makan siang di meja makan keluarga Mahes jauh lebih hangat .
Mereka telah menyelesaikan makan siangnya , namun masih setia duduk di meja makan sembari menunggu pelayan keluarga Mahes membawakan dessert untuk mereka
“Sebelum kita pergi fitting gaun ada baiknya Jia berganti pakaian lebih dulu , apa kamu tidak gerah nak ? “ tanya Mama Devya kepada Jia
“ Ahh , tak apa mah aku juga tak membawa baju ganti “ ucap Jia
Mama Devya tersenyum “ Ckk tenanglah mama sudah siapakan beberapa pakaian untukmu , kamu bisa memilihnya “ ucap Mama Devya
“T-tapi “
“Tak ada tapi-tapian , Devan kamu antarkan Jia untuk berganti pakaian , mama sudah siapkan baju Jia disamping lemari bajumu “
Devan melongo dan terkejut
“Kapan mama menyiapkannya ? “ tanya Devan
“Saat kamu kerja tadi pagi “ ucap mama Devya santai sembari memakan buah apel yang sudah ia potong sebelumnya
“Oh iya , satu lagi kamu juga ganti pakaian mu van jangan pakai jas begitu terlihat kaku “ sambung mama Devya membuat Devan melebarkan matanya , sedangkan Jia hanya tertawa kecil . Papa Mahes hanya geleng-geleng kepala dibuatnya .
...****************...
...Hai readersss …. ...
...Maaf ya kemarin aku up 1 eps saja , karena sedikit sibuk . Hari ini semoga bisa up 3 eps ya … ...
...Jangan lupa ditekan tombol Likenya ya , biar aku tambah semangat up nya 💕💕💕💕...