Oh My Man

Oh My Man
Otw GERMANY !


Seminggu kemudian .


Keluarga Mahes dan Keluarga pak Kendra telah berada di salah satu Airport diindonesia . Mereka mengantarkan anak mereka Devan dan Jiandra .


Devan yang ada urusan bisnis dan Jiandra yang mengekori untuk berlibur . Bukan hal mudah untuk merayu papa Kendra agar mengizinkan Jiandra untuk berlibur .


Flashback !


Jianda, Mama Sita dan Papa Kendra tengah bersantai di taman belakang sambil menikmati teh melati yang baru saja dibeli oleh mama Sita hanya untuk mencoba apakah benar teh melati ini menenangkan ?


“Uhmm Pah , mah “ Jia hendak mengatakan sesuatu kepada mama dan papanya


“Iya nak , ada apa ? “ tanya papa Kendra lembut


“Uhmm sebenarnya Jia ragu untuk membicarakan ini tapi Jia benar-benar ingin , sungguh jia bosan dirumah saja selama masa tenang dikampus , Jia ingin pergi berlibur ?”


“Yasudah berlibur saja nak, akan mama pesankan tiket kamu mau kemana liburannya ?“ tanya mama Sita lembut


Jia segera menggeleng .


“Nah itu akar dari izinku hehe , pah , kak Devan kan hendak ke Germany untuk mengurus bisnisnya . Aku ingin ikut kak Devan , aku ingin liburan ke luar ke Germany pah, bukankah baik ada kak Devan disana jadi aku ada yang menjaga “ucap Jia dengan wajah berbinarnya


“TAK BOLEH “ tegas papa Kendra lalu menatap Jia tajam .


“Pahhh mengapa tak boleh ? “ sendu Jia


“Kamu ini wanita dan devan pria . Papa tak mau sampai terjadi hal yang tidak dianjurkan “


“Cikhh pah , apa pikir papa kami akan melakukan apa itu ? Yang tidak dianjurkan ? Pahh aku yakin kak Devan akan menjagaku , dia menganggapku adiknya “ Jia memohon


“Adik dari hongkong , kamu tidak tau saja devan menganggapmu apa ,””batin papa Kendra


“Ken , sudah biarkan saja anakmu berlibur bersama Devan , aku yakin Devan takkan melakukan hal burk kepada Jia “ ucap mama Sita tegas tanpa penolakan . Mama Sita bahkan sudah menanggil nama papa Kendra bukannya “papa “


Papa Kendra menghela nafasnya lalu menelpon Devan


Devan yang tengah dikantor mengangkat telpon papa Kendra


“Hallo pah “ sapa Devan


“Hallo Van , kamu sedang dimana ? “


“Yah pakai nanya si papa mah , CEO ini lagi sibuk ngurus kantor sama Karyawan banyak “ canda Devan kepada papa Kendra


“Cikhh, sombong amattt “


“Hahahaha aku bercanda pah, tapi sungguh aku sedang dikantor , ada apa? Ada yang bisa devan bantu ? “


“Ah ya , papa dengar kamu akanke germany ? “


“Iya pah 2 hari lagi , aku disana 4 hari saja semoga urusan cepat selesai “


“Oh ya ? Apa Jia sudah memberitahumu jia ia ingin ikut ? “


Devan berbinar “apa papa ken sudah memberi izin “ batinnya . Devan tersenyum sumringah


“Ah itu , iya Bia sempat mengatakan jika ia ingin ikut . Aku tak masalah untuk itu , aku bisa mengantarkannya berlibur jika urusan bisnisku sudah selesai . Tapi semua perlu izin papa bukan ? “


Terdengar hembusan nafas papa Kendra . Lalu menatap putrinya yang berada didepannya sembari memohon pada papa Ken


“Baiklah , tolong jaga Jia disana ya . Jangan sampai ada yang kurang padanya jika sudah di Indonesia “


“YESSSS MAKASI PAPA “ seru Jia mencium sang papa


Devan mendengar suara Jia via telepon . Ia sangat senang “ohh berarti si bocil ngerayu papanya “


“Tentu pa , akan aku jaga jia sepenuh hatiku “


“Cikh , jangan macam-macam kau pada anakuu disana nanti“


“Takkan macam-macam pah , cuma satu macam saja hahahhaa “


“DEVANNNN “ geram papa Kendra .


“Hahaha tenanglah apa aku pernah mengecewakanmu ? Sudahlah , aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu “


“Baiklah semangat kerja pak CEO “


“Lebay banget sih pa kennn , terimakasih pah “


“Yayaya lebay seperti kamu “ Tut tut tut


Papa Kendra mematikan panggilan Devan . Devan tersenyum senang dan Bahagia


“Yes yes yes “ batin Devan ia melanjutkan pekerjaanya dengan perasaan yang berbunga-bunga


Begitu sebaliknya dengan Jia . Ia juga sangat bahagia tak berhenti mencium sang papa


“Jia Stopp “ pinta papa


“Baiklah - baiklah . Sekali lagi terimakasih pah “ucap Jia lalu berdiri


“Kalau begitu jia akan pamit ke store dulu , sekalian mau belanja untuk keperluan ke germany “ cengengesan


“Mama ikut Jii “ mana Sita ikut berdiri


Papa Kendra menggelengkan kepalanya lalu tersenyum .


“Anak sama ibu sama saja “ gumamnya .


Flashback Off !!!


“Jiandra ? “Mama Devya memeluk Jiandra erat


“Sita , Ken? Anakmu sangat cantik seperti kamu ta “ seru mama Devya


“Anakmu juga tampan seperti dirimu Dev “ seru mama Sita


“Seperti aku dong ta “ sargah papa Mahes .


“Aku seperti papa Kendra “ seru Devan .


“Hahaha “ papa Kendra tertawa terbahak-bahak


“Anak Durjana kamu van , kamu dipihak si Kendra terus “ Kesal papa Mahes


“Tapi aku juga sayang padamu sangat-sangat “ Devan merangkul sang papa .


Jiandra melihat kedekatan Devan dengan ayahnya dan juga papa Mahes tersenyum bahagia


“Apa sedekat itu kak Devan dan papa ? “ batinnya


Mama Devya tak melepas genggaman tangan Jia sesekali ia merangkul Jia . Lama tak berjumpa dengan Jia . Ingin rasanya membawa jia segera pulang untuk dijadikan menantu 😂


Mereka tengah duduk menanti pesawat yang ditumpangi Devan dan Jiandra . Sembari menunggu mereka reuni dulu ya guys


“Jiandra kamu semester berapa sekarang ? “ tanya mama Devya


“Masuk semester 2 tante “


“Jangan panggil tante dong , panggil mama aja , kamu kan calon menantu mama “ ucap mama Devya keceplosan


Jia mengernyitkan keningnya menjadi salah tingkah


Semua mata tertuju pada mama Devya , semua menatap mama Devya tajam . Hampir terbongkar siasat papa Kendra


Mama Devya tak perduli , ia tetap melancarkan aksinya


“Iya menantu mama , apa kamu tak lihat itu “ tunjuk mama Devya kepada Devan


“Apa kau tak mau dengan anak mama yang tampan itu ? “


Jia bingung dan salah tingkah


“Uhmm ehmm , kalau jodoh tak kemana ma “ Jia cengengesan .


Devan melihat waktu diarlojinya ia berdiri dari duduknya


“Jia sudah waktunya , ayok kita berangkat “ aja Devan menawarkan tangannya untuk digenggam


“Oh sudah ya ? “ tanya Jia lalu melihat arlojinya juga


Jia berdiri lalu menyambut genggaman Devan .


“Ayo “


“2 papah dan 2 mamah , Devan pergi dulu ya , Devan akan jaga Jia baik-baik “ ucap Devan


“Jaga anakku van “ papa Kendra


“Siap jangan risau jangan sungkan “


“Cikh “ papa Kendra memutar bola matanya malas


Mereka berpelukan satu persatu lalu melambaikan tangan .


Jia dan Devan sudah hendak memasuki pengecekan ticket . Tangan mereka saling bertaut dan menarik koper . Seperti sepasang kekasih !


“Lihat mereka seperti akan pergi bulan madu “ mama Devya berbinar


“Benar sekali Dev , aku tak sabar Devan meminang Jia “ mama Sita tak kalah berbinar


“Semoga kepergian mereka ke germany membawa berkah “ seru mama Devya


“BERKAH APA ? “ tanya Kendra


“Berkah Devan menang tender “ sambung papa Mahes .


“Sudah-sudah kita double date dulu deh hen , kayak dulu ketempat favorite kita “


“Boleh “


Mereka ber-4 pergi untuk double date . Sementara Devan dan Jia akan segera lepas landas


...****************...


...Kira2 berkah apa yang dimaksud 2 MAMA gaul itu ya 😀...