Oh My Man

Oh My Man
Hadiah luar biasa !


Masih dikamar Devan 🍃


“Selamat Ulang Tahun sayang , semoga hidupmu dipenuhi kebahagiaan “ ucap mama Devya mencium kening Devan


“Terimakasih mama “ ucap Devan memeluk mamanya .


“Selamat ulang Tahun menantuku yang paling tampan , semoga kau segera memberi kami cucu “ celetuk mama Sita


“AMINN “ saut papa Mahes dan papa Kendra dengan semangat .


Jia sedikit takut mengingat keadaan kamar sedang ramai dan hadiah yang Jia berikan kepada Devan adalah hasil pemeriksaan kehamilan dirinya , sementara ada papa dan mamanya didalam kamar Devan


“Apa mereka akan marah ? “ batin Jia bertanya-tanya .


Jia mengigit bibir bawahnya pelan .


Devan beralih menatap Jia disampingnya


“Terimakasih sayang , ehm aku buka kadonya ya “ ucap Devan seraya berjalan mendekati tempat tidur miliknya .


Jia mengangguk dan tersenyum tipis


“Buka saja sayang “ ucap Jia ragu


Papa Kendra , Papa Mahes , Mama Sita dan Mama Devya tersenyum melihat Jia dan Devan , mereka ikut kepo dengan hadiah yang diberikan Jia untuk Devan .


Devan duduk ditepi kasurnya dan membuka pita kotak besar itu , Devan membuka tutup kotak itu perlahan .


Devan memincingkan matanya ketika melihat kertas terlipat didalam kotak tersebut ,


Devan mengambil kertas tersebut dan membukanya perlahan


Devan membulatkan matanya , terkejut dengan isi kertas yang ia lihat .


“Apa itu van ? “ tanya mama Devya berjalan mendekati Devan yang terduduk dipinggir kasurnya


“Sayangg “ ucap Devan dengan air mata yang berlinang dipelupuk matanya , senyum Devan merekah


Devan segera berlari mendekati Jia dan meneluk Jia erat , Devan membiarkan kertas tersebut tergeletak diatas kasurnya .


“Sayang itu beneran ? “ tanya Devan sembari meneluk Jia erat


“Beneran sayang , jangan erat-erat peluknya kasian dedek-dedek “ cicit Jia pelan


Namun papa Mahes dan papa Kendra masih bisa mendengarnya .


Mereka berdua memincingkan matanya kepada kedua pasangan Muda yang tengah asik saling memeluk .


Mama Devya dan mama Sita yang begitu penasaran pun segera membuka kertas yang Devan tinggalkan di Meja .


Mama Devya dan mama Sita membelalakan matanya melihat isi kertas yang menyatakan Jia tengah hamil .


“JIAAA “ seru Mama Devya dan Mama Sita


Mereka berlari memeluk Jia dan Devan erat


“Yaampun nak , itu beneran ? “ tanya mama Devya girang


Jia mengangguk malu


“Apa itu ? “ tanya papa Mahes mendekati mama Devya yang membawa kertas hasil pemeriksaan Jia .


Mama Devya memberikan kertas tersebut kepada suaminya


“Kita akan segera menjadi kakek dan nenek “ ucap mama Devya girang


Papa Kendra sontak terkejut dan sedikit terhuyung mendengar ucapan mama Devya


Devan yang melihat ekspresi tidak baik papa Kendra langsung berjalan mendekati papa Kendra .


“Pahh “


“Maafkan Devan “ ucap Devan sembari berlutut dibawah kaki papa Kendra .


“Maafkan Devan mama Sita “ sambung Devan melirik mama Sita yang berdiri disamping Jia .


Mama Sita tersenyum dan berjalan mendekati Devan


“Untuk apa kau minta maaf van ? “ tanya mama Sita


“A-aku menghamili Jia sebelum kami menikah “ ucap Devan penuh sesal


Papa Kendra menghela nafas panjangnya .


Jia yang menyaksikan Devan berlutut memohon maaf kepada papanya menjadi sedih dan menangis , Jia mendekati Devan dan ikut berlutut disamping Devan .


“Papa maafkan Jia , jangan salahkan kak Devan . Ini karena Jia yang menggoda kak Devan lebih dulu “ cicit Jia seraya menundukkan kepalanya .


Papa Kendra membelalakan matanya , begitu pula dengan Devan dan seluruh orang didalam kamar terkejut .


“JIAAA “ geram papa Kendra


“Sayang , kamu ngomong apa ? “ cicit Devan pelan sembari menggenggam tangan Jia


“Aku hanya mengungkapkan fakta “ ucap Jia


Mama Devya geleng-geleng dan tersenyum senang mendengar ucapan Jia , mama Devya memang sangat menyukai kejujuran Jia .


Papa Mahes mendekati papa Kendra dan menepuk pelan bahu papa Kendra .


“Jangan terlalu keras , putrimu sedang mengandung cucu kita “ ucap papa Mahes


Papa Mahes membantu Jia untuk berdiri


“Bangunlah nak , papamu itu sok-sokan syok padahal dia senang akan segera memiliki cucu “ ucap papa Mahes mencoba menenangkan Jia


Jia hanya mengangguk dan tertunduk .


Devan menghela nafasnya melihat Jia sudah berdiri dan tertunduk takut kepada papa Kendra .


Devan segera berdiri dan menatap Jia , Devan menaikkan dagu Jia agar Jia menatap wajahnya .


“Jangan takut , aku akan bertanggung jawab dan menjaga kalian dengan seluruh hidupku “ ucap Devan lembut


Jia menatap Devan dengan mata yang berlinang air mata , Jia segera merengkuh tubuh Devan dan memeluk Devan erat


“Terimakasih kak “ ucap Jia menangis


Moment haru ini sontak membuat para Ibu-ibu gaul menangis , papa Mahes juga ikut menangis dan terharu karena sebentar lagi akan segera memiliki cucu .


Papa Kendra hanya menatap pasangan dua sejoli ini , masih tak terima dengan keadaan putrinya yang sedang mengandung sebelum menikah .


Mama Sita menginjak kaki papa Kendra dan sontak saja papa Kendra menoleh ke arah mama Sita .


Terlihat mama Sita sudah menatap dirinya dengan tatapan tajam dan menakutkan .


Papa Kendra akhirnya menghela nafasnya panjang .


“Aku akan hubungi WO besok , pernikahan harus kalian majukan lagi “ ucap papa Kendra lalu mendekati Devan dan Jia


Papa Kendra menepuk pundak Devan


“Dasar anak nakal ! “ celetuk papa Kendra


“Terimakasih karena telah bertanggung jawab dan menjaga putriku dengan baik . Aku serahkan Putriku yang cantik ini kepadamu , jangan sakiti Jia karena aku selalu menjaga putriku dengan baik dan selalu berusaha untuk tidak menyakitinya “ ucap papa Kendra sedikit tercekat karena menangis


“Jika kau sudah tak mencintai Jia jangan katakan padanya , katakan saja padaku agar aku bisa menjemputnya dan membawa Jia pulang “ ucap papa Kendra membuat seluruh orang didalam kamar Devan menangis


Jia segera memeluk papanya erat


“Papa , maafkan aku pah .. Maafkan aku belum bisa membahagiakanmu dan membuatmu bangga . Terimakasih atas cintamu selama ini “ ucap Jia menangis dipelukan sang papa


Papa Kendra mengelus punggung putrinya


“Ketika kamu lahir kedunia ini adalah kebahagiaan yang tiada tara untuk papa dan mama , setiap langkah keberhasilan dan kegagalanmu adalah kebanggan untuk papa dan mama karena kamu selalu berani mencoba . Tetap menjadi gadis yang kuat dan Dewasa , kau tau ? Menjadi Nyonya Mahes nantinya akan ada banyak PR yang harus kau kerjakan “ ucap papa Kendra terisak sedih


Mama Sita mendekati putri dan Suaminya , sementara Devan, papa Mahes dan Mama Devya melihat keharmonisan keluarga didepannya dengan tangis haru


“Anak mama sayang , sebentar lagi akan menjadi seorang ibu “ ucap mama Sita


“Aku ingin dipanggil Mommy ma “ celetuk Jia


Sontak orang-orang dikamar tersebut terkekeh pelan


“Iyaaa sebentar lagi akan menjadi Mommy “ ucap mama Sita meralat ucapannya sendiri


“Selamat ya Mommy Jia “ sambung mama Sita


“Kau tokcer juga ya van “ ucap papa Mahes melihat Devan yang menangis disampingnya


Devan menoleh kearah sang papa dan mengusap air matanya


“Masih ragu aja papa sama aku , buktinya sudah jelas aku akan segera menjadi Daddy “ ucap Devan berbangga diri


Devan segera mendekati Jia


Devan berlutut sejajar dengan perut Jia


“Anak Daddy , terimakasih telah hadir ditengah-tengah Mommy dan Daddy “ ucap Devan mengelus dan menciun perut rata Jia


“Kau salah , harusnya kau katakan Anak-anak Daddy “ ucap Jia pelan


Devan mendongakkan kepalanya menatap Jia diatasnya


“Kenapa ? “


“Kata dokter dedek ada dua didalam perutku , tapi untuk memastikan kita bisa jenguk dedek-dedek dibulan ke 4 “ ucap Jia tersenyum dengan air mata yang berlinang


Mama Devya dan mama Sita menutup mulutnya dengan tangan mereka , mereka sangat terkejut . Papa Kendra dan papa Mahes membulatkan matanya .


“Sayang beneran kembar ? “ ucap Devan girang


Jia mengangguk


“Sepertinya iya , kita bisa lihat dibulan ke 4 “


Rasa bahagia Devan kian membuncah , Devan menghujani ciuman diperut Jia dan menghujani tangan Jia dengan ciuman .


“Terimakasih sayang , ini hadiah terindah sepanjang tahun “ ucap Devan haru


Jia tersenyum dan mengangguk haru


Mama Sita dan Mama Devya telah berpelukan giranggg mendengar ia akan memiliki cucu kembar


“Taaa nanti kamu ajak satu dan aku mengajak satu “ ucap mama Devya girang


“Boleehhh Dev , aku senang sekali “ ucap mama Sita girang


Sementara papa Kendra dan papa Mahes juga tak kalah senang namun mereka bingung , pasalnya mereka berdua tak memiliki keturunan Kembar


“Hebat juga Devan bisa mencetak dua langsung “ gumam papa Kendra kepada papa Mahes


Papa Mahes terkekeh dan menepuk pundak papa Kendra pelan


“Kau lihat dulu papanya Devan sehebat apa “ ucap papa Mahes membanggakan dirinya


“Tapi aku juga bingung bagaimana bisa ? “ sambung papa Mahes


Papa Kendra memutar bola matanya dengan sangat malas sementara papa Mahes menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali .


KEBAHAGIAAN MEREKA AKAN TERUS BERLANJUT SAMPAI HARI PERNIKAHAN TIBA


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKE