Oh My Man

Oh My Man
Cintamu saja cukup


Kelanjutan episode sebelumnya , agar tidak terlalu panjang 🙂


Aku nyusulin kamu , kangennnn ! Mau makan siang bareng “ ucap Jia dengan nada centilnya


Devan mencubit hidung Jia pelan karena gemasnya .


“Yuri , kita sudahi pembahasannya .. Anda bisa melanjutka pekerjaan anda , untuk konsep mohon design seperti yang saya mau . Jangan lupa tepat waktu karena pukul 7 undangan akan tiba “ ucap Devan kepada Yuri Marketing hotel


Yuri terlihat kesal dan sebal setelah kedatangan Jia , namun ia mencoba untuk tak memperlihatkannya


“Baik tuan Devan , kalau begitu saya permisi “ ucap Yuri


Devan mengangguk mempersilahkan Yuri untuk kembali bekerja , ia berdalih menatap Jia yang tengah menatapnya tajam .


“Rendy , kamu pulanglah lebih dulu untuk beristirahat , saya harus menenangkan Nyonya Muda Mahes terlebih dahulu “ pinta Devan kepada Rendy yang berada didepannya


Rendy sontak tertawa , ia menepuk pelan bahu Devan


“Semangat Tuan Muda Mahes “ ucap Rendy mengejek


Devan mendengus kesal


“Makasi ya , udah selametin aku dari cewek tadi “ ucap Devan sembari merangkul Jia


“Alasannn “ sargah Jia


“Kamu seneng kan ? didekati cewek tadi “ sambungnya


“Cemburu yaaa “ ejek Devan


“Tau ahhh “ kesal Jia berjalan meninggalkan Devan yang tertawa dibelakangnya .


Devan segera berlari menyusul Jia , Devan memincingkan matanya ketika melihat Jia masuk kedalam mobilnya


“Kamu bawa mobil ? “ tanya Devan


“Kamu liatnya apa ? “ saut Jia ketus


Devan menghela nafas kasarnya lalu masuk dan duduk dikursi penumpang , karena Jia lebih dulu menduduki kursi kemudi .


“Ngapain bawa mobil ? Asep mana ? “ tanya Devan


“Dirumah , udah lah aku pingin mengemudi apa salahnya ? “


“Kamu ini keras kepala YA “ kesal Devan membentak


Jiandra melongo dan mengerjapkan matanya , Jia berdalih mengambil kotak makanan dikursi belakang


“Makan dulu boss , biar kagak emosi “ ucap Jia tenang


Devan menghela nafasnya kasar , terlihat guratan-guratan amarah diwajahnya .


Jia yang sadar akan kesalahannya pun segera memegang tangan Devan dengan eratnya


“Aku sudah sampai disini dengan selamat , disampingku juga ada kamu . Mengapa harus takut ? Jangan hidup dalam ketakutan karena itu akan membuat kita susah melangkah “ ucap Jia lembut


“Maafkan aku , aku hanya takut dan masih mengingat kejadian malam itu “ ucap Devan sedih


Devan memang melarang Jia untuk berkendara sendiri , ia masih mengingat kejadian saat Jia hendak dibegal . Belum lagi nasehat tuan Abraham membuatnya parno


Devan mengangguk lalu mencium tangan Jia lembut .


“Urusan kita soal wanita tadi belum selesai ya “ ucap Jia datar


Devan sontak melepaskan ciuman ditangan Jia , ia cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali .


“Makan siang dulu ya , aku suapi mau ? “ tawar Jia


Devan tentu saja mengangguk dengan semangat , inilah yang ia suka dari Jia . Meski Jia kesal dan marah , Jia selalu tenang dan tetap menawarkan hal-hal yang menguntungkan Devan sendiri .


Jiandra menyuapi Devan dengan telaten , Devan tentu saja sangat senang diperhatikan oleh Jia .


“Terimakasih sayang “ ucap Devan ketika ia baru saja menghabiskan makananya .


“Ehmm “ ucap Jia , Jia kemudian turun dari dalam mobil untuk membuang sampah .


Devan tersenyum senang , perhatian Jia membuatnya sangat bahagia .


“Terimakasih Jiandra , kamu membuat hidupku jauh lebih semangat dan bahagia “ batin Devan


Jiandra masuk kedalam mobilnya , ia kemudian berdalih mengambil paper bag dikursi belakang


“Apa ini yang ? “ tanya Devan ketika Jia memberikannya sebuah paperbag besar


“Buka dirumah saja ya , ini hadiah untukmu aku berikan special” ucap Jia sembari menghidupkan mesin mobilnya .


“Ini bukannya kamu beli waktu kita ke Mall ? “ tanya Devan bingung


Jia mengangguk dan tersenyum


“Memang untukmu “


“Biar aku yang berkendara “ ucap Devan ketika Jia mulai memasukkan gigi mobilnya


“Aku saja , kamu istirahat aja agar tak kelelahan “


Devan menatap Jia sendu , ia berdalih melihat paperbag yang ia pegang


“Aku bahkan belum pernah memberikannya sesuatu “ batin Devan menyesal


Ia kembali menatap Jia yang tengah fokus mengendarai mobilnya


“Jangan tatap aku seperti itu , aku akan sangat grogi “ ucap Jia yang menyadari Devan menatapnya sendu


“Terimakasih , terimakasih untuk semua yang kamu berikan padaku . Aku malu , aku belum pernah memberikanmu apapun “ ucap Devan menyesal


“Cintamu saja cukup , semua yang aku beri padamu tak ada artinya dibandingkan semua pengorbanan dan perjuangan cintamu “ ucap Jia lembut sembari tersenyum , ia sesekali melirik Devan disampingnya


Devan tersenyum mendengar perkataan Jiandra , ia bertekad dan semakin berjanji pada dirinya jika ia akan membahagiakan wanita disampingnya ini


JIANDRA dan DEVAN benar-benar luar biasa


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKEE 💙💙