
Pukul /7 Malam Jia bersiap untuk menonton bersama dengan Bryan . Jia menggunakan celana jeans panjang hitam dengan baju kaos bewarna putih . Hari ini ia ingin tampil dengan style yang sederhana saja . Jia memoles wajahnya simple namun aura kecantikan Jia tak pernah pudar .
Jia berjalan menuju garase mobilnya . Dilihatnya Papa Kendra dan Mama Sita tengah asik menonton TV bersama ditemani cemilan dan teh hangat .
“Papa , ma jia mau keluar dulu ya mau nonton “
“ Mau kemana nak? “ tanya papa Ken
“Jia mau nonton bioskop pa? “
“Dengan siapa nak ? “ tanya mama Sita
“Dengan Bryan ma, “
Mama Sita dan Papa Kendra mengerutkan keningnya saling menatap satu sama lain .
“Yaudah bergilah , hati-hati dijalan “ ucap papa Ken
Jia mencium pipi Papa dan Mamanya .
“Jia jalan dulu ya bye ma , pa “ jia pun berjalan ke garasi mobilnya .
Mama Sita menatap tajam Papa Kendra
“Mama yakin papa tau Jia sedang dekat dengan seorang Pria “
Papa Kendra menyeruput teh hangatnya pelan lalu meletakkannya dimeja .
Papa Kendra menghela nafasnya pelan
“Selama Jia dikampus , Papa menyewa seseorang untuk memata-matai Jia , begitu pula dengan Devan yang menyewa seseorang ketika Jia dikampus untuk mengawasi Jia selama Devan bekerja di Perusahaan . “
“Lalu papa tau siapa Bryan ? “
Papa Kendra menganggukan kepalanya pelan .
“Bryan anak rekan bisnis papa , Bryan Keenan , putra dari Adam Keenan “
“Lalu kenapa papa diam sajaaa? Bagaimana dengan Devan? Tanya mama Sita setengah berteriak , tak habis pikir mengapa membiarkan pria lain mendekati Jia , padahal sejak dulu mereka berjanji pada Devan akan menikahkan Jia dengan Devan
“Kau tenanglah, Devan mengetahui hubungan Jia dan Bryan “
“Lalu ? “
“Devan membiarkan saja dulu , lagi pula papa rasa Jia hanya menjadikan Bryan sebagai pelampiasannya saja agar mudah melupaka Devan “
“Semoga benar begitu , aku tak kan sampai hati jika Devan harus tersakiti juga ulahmu . Mengapa tak kau biarkan saja mereka bersama , mereka saling mencintai “
“Kau tenanglahhh, bukankah jodoh takkan kemana”
“Terserahhh Dirimu saja , tapi Jika anakku Jia dan Devan tersakiti karena ulahmua aku takkan memaafkanmu “
Mama Sita berdiri dan bergegas masuk kedalam kamar sementara papa kendra termenung di ruang tamu
Papa Kendra menghela nafas kasarnya
“ Kau tak tau aku sudah menyakiti mereka berdua , aku menyakiti anak kita Jia karena cintanya ditolak oleh Devan dan aku menyakiti Devan memintanya untuk menjauhi Jia sementara namun Jia sekarang menjalin kasih dengan pria lain “
“Meski aku yakin jia belum mencintai Bryan , tapi ketulusan Bryan bisa saja membuat hati Jia luluh “
“Bukankah jodoh ada ditangan tuhan? Lalu bagaimana jika Jia berjodoh dengan Bryan “
“Arghhh apa aku terlalu ikut campur urusan anak muda? “ papa Kendra mengacak rambutnya dengan kasar
“Tapi aku papanya “ gumam papa Kedra lirih
Papa Kendra segara mengambil handphonenya di meja lalu menelpon seseorang .
“Hallo pah , “ sapa pria diseberang sana
“Hallo van kamu dimana “
“Sedang dikantor pah, devan lembur “
“Devan, dengarkan papa , Jia sedang berjalan untuk menonton bersama Bryan , papa ingin kamu mengikutinya, papa takut terjadi apa-apa pada Jia “
Terdengar hembusan nafas Devan disana
“ Pa, aku lihat Bryan anak yang baik, apa yang perlu papa khawatirkan ? “
“Apa kau tak mencintai Jia sekarang ? “
Devan tertawa receh
Papa Kendra menghembuskan nafasnya pelan
“Baiklah , kamu semangatlah bekerja “
“Terimakasih pa, aku merindukanmu “
Papa Kendra segera mematikan Handphonenya . Ia termenung lalu pergi ke kamar menyusul mama Sita yang sedang merajuk
Sedangkan Devan lepas mengakhiri telepon ia melanjutkan untuk mengerjakan laporannya tak bisa fokus , Devan memberhentikan gerakan tanganya pada laptopnya . Ia bersandar pada kursi kebesarannya dan memejamkan matanya sembari memijat pelipisnya .
Devan bangun , lalu bergegas mematikan Laptopnya , segera ia mengambil kunci mobil dan turun ke basemant , keadaan kantor sudah sepi karena jam menunjukkan pukul 7 Malam .
Devan berjalan kearah mobilnya , didalam mobil Devan mengotak atik Handphonenya , ia menelpon seseorang yang menjadi orang sewaanya untuk menjaga Jia
Setelah Devan mendapatkan keberadaan Jia , Devan berjalan menuju tempat jia berada .
Disisi lain , Jia dan Bryan tengah berada di Mall besar dikotanya , mereka berdua saling menautkan tangannya , meski jia sedikit risih namun Jia mencoba menenangkan hatinya
“Ayolah jia , kamu pasti bisa membuka hatimu untuk Bryan “ batin Jia
Bryan dengan bangganya berjalan menuju tempat pembelian ticket untuk menonton sembari memegang tangan Jia erat
“Jia , aku akan membeli tiket , kau duduklah disana tunggu aku “
“Aku beli makanan saja ya “
“Tak usah biar aku saja, kamu tunggulah disana “
“Baiklah terserahmu , “
Bryan berjalan untuk membeli tiket menonton , sekali-sekali Bryan menengok ke arah jia dan melemparkan Jia senyuman manisnya membuat Jia ikut tersenyum pada Jia .
Semua sudah ada ditangan Bryan , Cemilan dan Tiket , mereka pun masuk kedalam teater bioskop dan duduk di kursi yang telah mereka pesan . 15 menit lagi film akan dimulai membuat mereka berdua duduk dalam keheningan
Sekali-kali Bryan mencoba mencairkan suasana namun Jia menjawab seadanya
“Apa kamu merasa risih ji ? “
Jia menganggukan kepalanya , “ sedikit “
“Tenanglah , aku takkan macam-macam padamu, kita tunggu filmnya dimulai ya . “
Jia mengangguk .
Devan baru saja sampai di Mall tempat Jia dan Devan berada . Devan telah mendapatkan semua keberadaan Jia maupun film yang ditontom Jia dan Bryan .
Devan bergegas memesan tiket , untung saja film belum dimulai . Devan bergegas memasuki ruang teater bioskop , entah nasib baik atau buruk , Devan mendapatkan tempat duduk persis dibelakang Jia dan Bryan .
Devan menghela nafasnya dan segera menggunakan masker agar Jia dan Bryan tak mengetahui jika Devan tengah dibelakangnya .
...----------------...
Film bioskop pun tayang , semua adegan manis dalam film tersebut membuat Jia terlena , sampai akhirnya ada tayangan dimana seorang pria dan wanita bercium erotis . Jia membuang wajahnya agar tak fokus ke layar , Bryan melihat jia seperti itu lalu memegang erat tangannya dan Mencium tangannya .
Jia pun menatap Bryan , saat mereka bertatapan , Bryan mencoba memajukkan wajahnya hendak mencium Jia . Jia sudah mencoba menahan Bryan agar tak menciumnya , namun tenaga Bryan sangat kuat .
Devan melihat adegan tersebut mengepalkam tangannya “ Sialan kau Bryan ! “ gumam Devan menahan amarahnya
Saat wajahnya mereka hanya berjarak beberpa centi
dan hendak akan berciuman , Devan memukul Keras kursi didepannya yang dimana menjadi tempat duduk Bryan dan Jia .
Bryan dan Jia spontan menjauhkan dirinya masih-masing .
“Maaf pak “ ucap Bryan
Sedangkan Jia memberanikan diri menengok kebelakang , ia melihat pria menggunakan masker namun ia mengingat seperti pernah bertemu
“Mata itu “ batin Jia
Jia mencoba menengok kebelakang lagi , ditatapnya orang dibelakangnya , sedangkan Devan juga ikut menatap Jia
“Apa kau bahagia bersama bryan bi ? “gumam Devan
“KAK DEVAN ! “ batin Jia berteriak jia segera memalingkan wajahnya menatap layar bioskop
“Apa yang kak Devan lakukan? Tapi apa dia benar kak Devan? Semoga saja aku salah . Orang itu menggunakan masker membuatku susah mengenalinya .
Mereka melanjutkan menonton film sampai selesai .