Oh My Man

Oh My Man
Dirumah Jia


Didalam perjalanan menuju rumah , jia hanya tertidur, kepalanya terasa berat ,jia memutuskan untuk menutup matanya . Devan yang mengendarai mobil jia pun melirik kesamping kemudi, melihat jia yang tertidur


“Apakah kau begadang bia ? tanya Devan lembut


Jia hanya menganggukan kepalanya, untuk berbicara saja terasa berat


“Saya akan mampir sebentar ke Apotik , kau tunggulah disini “ devan turun dari mobil jia lalu berjalan ke apotik untuk memberi beberapa obat .


Jia pun membuka matanya, dilihatnya devan berjalan menuju apotik , jia menghela nafasnya pelan “ aku sakit begini karena begadang semalaman menangis karena dirimu , hatiku sakit, pak devan apakah perasaan ini salah, sepertinya memang salah . “ gumam bia berbarengan dengan air matanya yang jatuh .


Jia terus menatap ke arah kaca mobil, dilihatnya devan yang keluar dari apotik , Jia memutuskan untuk kembali berpura-pura tertidur .


Devan yang melihat aksi jia pun tersenyum geli .


“Sudahlah tak perlu kamu pura-pura tertidur “


Jia yang mendengar itu sontak terbangun nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal .


“Peace pak, tapi saya benar-benar merasa pusing jdi saya putuskan untuk tertidur kembali “ucap jia sopan membuat devan gemas


Devan mengacak rambut jia lembut “lucu banget sih “


Jia terpaku dibuatnya , membuat jia tersenyum kecil


“Saya lanjut jalan ya “ pinta devan


Jia mengangguk “Kalau begitu saya lanjut tidur “ sahut Jia , dan devan mengangguk


“Istirahatlah, jika sudah sampai , saya akan membangunkanmu “


Jia yang sudah terlelap hanya bisa mendengar perkataan devan dan mengangguk kecil .


Devan menjalankan Mobil jia dengan kecepatan sedang, devan takut menganggu tidur jia .


...****************...


Devan memasuki pekarangan rumah Jia , terlihat orang tua jia sedang asik bercengkrama ditemani teh hangat di halaman taman depan


Melihat mobil anaknya pulang membuat kedua kening orang tua jia mengerutkan keningnya bingung , pasalnya ini belum jam pulang sekolah putrinya . Pak Kendra dan Bu sita hanya terduduk sembari menunggu putrinya turun dari mobil


Didalam mobil


Devan membangunkan jia lembut , memberi tahu jia bahwa kini mereka sudah tiba dirumah .


“Bia bangunlah , kita sudah sampai, “ucap devan lembut sembari mengelus pipi bia lembut


Jia sontak terbangun kaget , membuat Devan terkekeh


“Kita sudah sampai?


Devan mengangguk “ehem , kita sudah sampai “ devan mengecek panas bia melalu tangannya. Ia menyentuh kening jia


Devan menghembuskan nafasnya “ Panasmu belum turun, lekas turun dan beristirahat , saya akan memanggilkan dokter untukmu “


Devan mendahului membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil jia ,


Pak Kendra dan Bu sita yang sedari tadi memperhatikan mobil jia sontak dibuat kaget karena yang keluar dari kemudi adalah Devan . Pak kendra dan Bu sita pun berdiri serempak


Dilihatnya lagi Jia keluar dari Mobil dengan wajah pucatnya , Devan segera berjalan menuju jia dan membimbingnya untuk berjalan .


Pak kendra dan Bu sita pun mendekat dengan cemas . Devan yang melihat Pak Kendra dan bu Sita mendekat pun mendudukan badannya sebagai tanda hormatnya . Pak kendra dan buk sita pun mengangguk


“Ini ada apa nak? tanya Pak Kendra cemas


Jia hanya tersenyum melihat kecemasan orang tuanya lalu menggeleng pertanda Jia tak kenapa-kenapa .


“Bia demam pa ken dan bu sita ,jadi saya mengantarkan jia pulang , karena sempat pingsan disekolah “ jelas devan lembut


Pak Kendra dan Bu Sita pun mengangguk mengerti


“Terimakasih devan , sudah membantu jia “ hormat pak kendra membungkukan badannya


“Jangan seperti ini pak “ ucap devan lalu memegang bahu pak kendra menegakkannya kembali “ ini sudah menjadi tugas saya untuk menjaga bia “ Ucap devan lembut


Ucapan devan membuat Orang tua Jia tersenyum namun jia dibuat bingung


“Sebagai siswa saya, sudah kewajiban saya menjaga siswi maupun siswa saya “ sambung devan memperjelas agar jia tak curiga kepadanya


Hal tersebut membuat Orang Tua jia tersenyum


“Keceplosan mulut ini “ batin devan


Mereka masuk kedalam rumah , Bu Sita mengantarkan Jia ke kamar, sementara Devan berjalan menuju ruang tamu bersama Pak Kendra .


Devan mengambil handphonenya di saki celananya , lalu devan pamit sebentar kepada pak kendra karena devan akan menghubungi seseorang .


Setelah devan menelpon seseorang , devan kembali duduk .


“Sepertinya pewaris Mhsgroup sangat sibuk “ ucap pak Kendra tersenyum


Devan mendengar hal tersebut tersenyum “ saya hanya menelpon dokter keluarga agar datang kemari mengecek keadaan bia “


Pak kendra mendengar hal tersebut pun tersenyum


“Sepertinya kau menyukai putriku “ tebak Pak kendra


Membuat devan terkejut


“ Entahlah pak, saya tidak mengerti dengan perasaan ini masih sama seperti dulu, hanya saja sekarang saya ingin lebih memeliki Bia ,bahkan didekat bia saya merasa nyaman dan membuat hati berdebar,namun saya akan mematiskan kembali “ cercar Devan


Devan seorang pria yang gentle , ia akan berkata jujur kepada orang yang lebih tua , menurutnya Pria yang lebih tua darinya pasti akan memberika solusi kepadanya


Pak Kendra mendengar hal tersebut tertawa bukan main membuat Devan mengernyitkan alisnya


“Tapi saya dengar kau sudah dijodohkan “ tanya pak Kendra , kini pak kendra bertanya lebih serius . Antara Pak Kendra dan Papa Devan adalah teman baik, namun mereka lebih sering mengabari satu sama lain via Medsos , karena kesibukan mereka masing2


Mendengar pertanyaan pak Kendra membuat Devan tertawa terbahak-bahak


Kini pak kendra lah yang bingung melihat kelakukan devan


“Pa, tentu kau tau bahwa aku mampu menolak yang tidak menjadi kenginginanku bukan? Bahkan papaku tak bisa menghalangi apapun yang aku inginkan, aku ingin bahagia atas diriku sendiri “ ucap devan serius bercakap lebih formal ,


Bagaimanapun juga Pak Kendra adalah papa kedua untuk devan , hal yang jarang orang lain tau, Devan dulu sering diasuh oleh Pak Kendra dan Bu Sita sebagai pancingan agar mereka memiliki Jia. Namun ketika Bu sita mulai hamil, Orang tua Devan dan Devan harus migrasi ke kota lain untuk mengembangkan usahanya . Disitulah mereka lebih sering berkabar melalui Medsos / Whatsapp


Pak Kendra mendengar hal tersebut tersenyum lebar “ kau tidak pernah berubah “ ucapnya sembari menyeruput teh yang telah dibawakan oleh bibi sebelumnya .


“ Kau tau van? Aku sangat mempercayai anakku kepadamu, jika kalian memang ditakdirkan berjodoh . Aku rasa Jia juga menyukaimu . Papa juga tak akan melarang hubungan kalian kedepannya . Namun satu yang harus kamu tau van .” Pak kendra menarik nafasnya panjang “ Jia masih terlalu kecil untukmu , mungkin pemikirannya sangat dewasa, namun papa takut, jika kalian bersama saat ini akan membawa pengaruh buruk untuk jia , bukannya bagaimana , kau harusnya mengerti, umurmu sudah matang untuk Jia, papa ingin anak papa jia menikmati masa mudanya lebih lama , karena jika dia memilih bersamamu , papa yakin papamu akan menikahkan mu dengan jia selepas jia tamat SMA nanti, ini bukan melarang ya nak, hanya saja jika kau mau menunggu jia lebih lama lagi, papa rasa lebih baik seperti itu , jia putri semata wayang papa, jadi papa ingin jia menikmati masa mudanya seperti anak normal lainnya “ ucap pak kendra membuat devan tersenyum .


Devan mengangguk pelan pertanda devan mengerti apa yang dimaksud Pak Kendra. Sebenarnya devan memikirkan hal yang sama , karena jika devan tidak memikirkan hal tersebut , pasti devan sudah mengatakan perasaanya kepada Jia, namun dia memilih diam ...


...****************...


...Haii readersssss, jangan lupa vote dan like ya, ini novel pertama aku, jadi mohon maaf jika masih banyak kekurangannya , but i will kepp learning 🤗🤗...