Oh My Man

Oh My Man
Sekertaris baru Devan !


17 Menit menunggu Jia yang belum juga kembaliDevan bercerita seperti biasa dengan papa Kendra , beradu agrumen sembari tertawa lepas . Memang seakrab itu mereka berdua , bagaimana tidak? Devan sudah menganggap papa Kendra itu papanya dan sebaliknya papa Kendra sudah menganggap Devan anaknya sejak masih bayi .


Penantian Devan berbuah manis , Jiandra muncul membawa nampan yang tentunya sudah Devan bisa tebak, Jia membawa makanan dan minuman pesanan Devan tentunya makan siang untuk Jia sendiri .


Jia meletakkan makanan dan minuman dimeja didepan Devan dan didepan tempat yang akan Jia duduki .


“Silahkan tuan “ ucap Jia berakting


Devan terkekeh geli


“Terimakasih mba “ balas Devan membuat Jia mendengus kesal


“Masak mbak-mbak “ kesal Jia membuat Devan tertawa


Papa Kendra hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua pasangan didepannya .


Terlihat mama Sita turun dari tangga atas menuju meja Jia , Devan , dan Suaminya untuk bergabung


“Wahhh , selamat makan siang menantu “ ucap mama Sita menggoda Devan


“Mahh “ Devan hendak berdiri


Mama Sita menggerakkan tangannya meminta Devan untuk duduk


“Duduk saja nak, lanjutkan makan siangnya “ ucap mama Sita lalu duduk disamping papa Kendra


“Papa mau makan apa ? “ tanya mama Sita kepada suaminya


“Nanti saja , kita makan berdua kalau pasangan ini sudah pulang “ ucap papa Kendra membuat Jia memutar bola matanya malas dan Devan hanya tersenyum sembari menikmati makanannya


Mama sita terkekeh pelan “ Kamu ini , tak pernah mau kalah “ ucap mama sita


Papa Kendra hanya tersenyum menanggapi ucapan mama Sita .


Mereka ber-4 menikmati suasana sembari bercerita dan tertawa disela-sela makan siang Devan dan Jia . Keluarga ini memang sangat akur dan heboh apalagi ditambah Devan yang menjadi lawan adu mulut papa Kendra terkadang membuat Jia maupun mama Sita tertawa melihat aksi mereka .


Karyawan papa Ken dan mama Sita terkadang dibuag iri dan ikut tertawa melihat tingkah bosnya jika sudah berkumpul bersama .


...----------------...


Jia memasang seatbeltnya didalam mobil


“Kenyang banget aku “ ucap Devan yang hendak memasang seatbelt


Jia terkekeh geli melihat ekspresi Devan


“Kamu sih makan banyak, isi acara nambah “ ucap Jia


“Enak banget yangg nasi gorengnya “ ucap Devan tersenyum malu


Jia menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat dan mengingat tingkah Devan yang menambah nasi goreng tadi sampai papa Kendra dan Mama sita dibuat melongo .


Jiandra dan Devandra memilih pulang lebih dulu setelah 2 jam makan siang sembari bercerita bersama Papa Ken dan Mama Sita .


Mobil Devan berlaju meninggalkan restaurant keluarha Jia ..


Hening ….


Itulah suasana didalam mobil saat ini , Jia masih berperang dengan pikirannya mengingat perkataan Devan jika Devan akan memiliki sekertaris baru padahal sebelumnya Devan tak memiliki sekertaris .


“Kita langsung pulang ? “ suara Devan memecah pikiran Jia


Jia gelagapan


“Ehh , kenapa sayang ? “ ucap Jia


“Kamu mikirin apa yang ? “ tanya Devan lembut


“Oh tidak-tidak aku hanya kekenyangan , kamu tadi tanya apa ? “ ucap Jia berbalik tanya


“Kita kemana langsung pulang ? “ tanya Devan kembali


“Kemana saja , selama kamu tak sibuk “ ucap Jia


Devan mengangguk mengerti …


Terlihat papa nama “ Papa Mahes “ yang tengah memanggil Devan , Devan segera mengangkat panggilan itu


“Hallo pah “ sapa Devan kepada Papa Mahes yang tengah menelponnha


“Iya tengah diperjalanan , kenapa ? “


“Benarkahh ? Baiklah aku akan pulang sekarang ! “ ucap Devan sumringah lalu mematikan ponselnya .


“Kita pulang kerumahku dulu ya , sekertaris baruku sudah datang “ ucap Devan kepada Jia


Mata Jia membulat terkejut


“Kenapa sekertarisnya pulang kerumah kak ? Bukannya ke kantor ? “ tanya Jia mulai penasaran


“Sementara dia akan tinggal dirumah sembari menunggu apartementnya yang masih direnovasi “ ucap Devan berbinar


Degg


Jantung jia berdegup , ia takut memikirkan ini .. Membayangkan sekertaris wanita yang sering mengganggu atasan membuat pikiran Jia kalut dan takut .


Jia memberanikan diri untuk bertanya meski ia ragu


“Ehmm kak “ panggil Jia pelan membuat Devan menoleh sekilas karena ia harus fokus berkendara


“Iya sayang “ ucap Devan lembut


“Ehmm , Uhmm … “ Jia ragu


“Kenapa Sayangku ? “ tanya Devan kembali sembari mengelus rambut Jia dengan satu tangannya


“Apa sekertarismu cantik ? “ tanya Jia dengan wajah memerah , Jia malu dan sangat takut menanyakan hal seperti ini . Takut jika Devan merasa tak nyaman kepadanya


Devan menoleh sekilas senyumnya tersungging tipis dibibirnya .


“Apa kamu cemburu ? “ tanya Devan


Jia segera menggelengkan kepalanya


“Tidak-tidak ..aku hanya bertanya saja “ elak Jia


“Dia sangat kuat , cekatan dan cerdas, sangat bisa aku andalkan untuk membantuku dalam bekerja . Untuk wajah uhmm … Dia menawan dan rapi “ ujar Devan


Jia meremas celananya wajahnya memerah


CEMBURU


Satu kata itu yang tengah Jia rasakan , namun dia enggan untuk mengakuinya.


“Haishh bisa-bisanya memuji wanita lain didepanku , awas saja kau kak !!! “ batin Jia memanas


Devan melirik Jia sekilas , melihat Jia yang termenung


“Kenapa ? “ tanya Devan membuyarkan lamunan Jia


“Oh tidak apa “ ucap Jia singkat


“Aku akan mengenalkannya padamu , kalian bisa jadi teman yang baik nanti “ ucap Devan


Mata Jia melebar


“Teman?? Hahhhhh??? Yang benar saja “ batin Jia


“Hahaha , iya aku akan berteman sangat baik dengannya “ ucap Jia dengan tawa jenakanya


Devan tersenyum sumringah melihat ekspresi Jia ..


“Cemburu kan ? Gengsian sih , untung sayang “ batin Devan tertawa riang …


...----------------...


...Terimakasih telah setia membaca “ Oh My Man “ 🤗...


...Jangan lupa untuk selalu ya kakak-kakak , untuk mengapresiasi para penulis ☺️☺️ ...