
Mereka melepaskan tautan bibirnya , wajah Jia sudah memerah padam layaknya kepiting rebus . Jiandra benar-benar malu .
Devan membelai wajah jia lembut lalu mencium kening Jia .
“KAKKK “ teriak Jia .
“Maafkan aku , aku lepas kontrol “ ucap Devan merasa tak enak hati mencium Jia tanpan izin
“Ice cream ku mencairrr” kesalnya .
Jia baru sadar jika Ice creamnya cair dan membasahi tanganyaaa
“Kita beli lagi yaa , maafin kakak “ Devan tak mau Jia kesal apalagi merajuk
Sebenarnya itu hanya akal-akalan Jia saja agar Devan tak terlalu memikirkan ciuman mereka tadi agar Devan tak membicarakannya bagaimanapun juga Jia sangat malu .
Benar saja Devan membelikan Ice cream baru untuk Jia dan Jia sangat senang .
Malam semakin larut , salju terus menerus berjatuhan .
“Jia sebaiknya kita pulang saja , sudah semakin larut , aku takut badai salju akan datang kembali dan menghambat kita pulang “
Jia mengangguk mengerti
“Baiklah , terimakasih untuk hari ini kak “ ucap Jia
Devan menatapnya, mengangguk dan tersenyum
Jia segera membuang wajahnya , tak ingin bersitatap dengan Devan .
Devan dan Jia telah berada didalam mobil , Devan mengendarai mobil dengan sangat berhati-hati .
Hening —-
Tak ada yang membuka suaranya didalam mobil itu , Jia sibuk dengan pikirannya , Devan sibuk fokus dengan jalanan .
“Hubungan apa ini ? Seharusnya tak seperti ini kami tak memiliki hubungan mengapa dia senang sekali menyosor bibirku “ batinnya kesal bertanya-tanya meski ia senang Devan menciumnya tapi wanitamuda itu juga kesal mengingat tak ada hubunga antara dirinya dan Devan . Wanita selalu perlu kepastian bukan ?
Devan yang menyadari Jia melamun dan terdiam sadar “Pasti Jia memikirkan ciuman tadi “ batin Devan
Devan segera menepikan mobilnya dengan cepat membuat Jia terkejut
“Ada apa kak ? Mengapa kau menepikan mobilnya ? Apa ada badai salju ? “ tanya Jia clingak clinguk didalam mobil hendak melihat keadaan diluar
Devan menggeleng pelan lalu mengambil tangan Jia dan menggenggamnya erat membuat Jia mengerutkan keningnya .
“Jia , maafkan tadi aku - “
“Tak apa kak ,jangan dipikirkan anggap saja itu tidak pernah terjdi “ tegas Jia
Jia tau kemana arah pembicaraan Devan , ia tak ingin membahasanya . Devan menghela nafas panjangnya . Ia tau jika sudah seperti ini Jia pasti sedang merajuk
“Kau tau ? tak ada badai diluar sana namun , badai itu ada dihatiku . Aku harap aku tak terlambat untuk mengatakan ini semua , tapi kau tau ? Aku mencintaimu Jia . Aku Devandra putra Mahes mencintaimu . Aku tak tau bagaimana caranya mengungkapkan itu semua . Tapi maukah kau menjadi kekasihku ? “
Jiandra terkejut mendengar pernyataan cinta yang mendadak ini , pernyataan cinta didalam mobil dan diguyur salju . OHH ROMANTISNYA tapi tidak untuk Jia 😂
“Apa kak Devan nembak aku ? “ batin Jia
“Jiaa , Jiaa , Jiaa “ panggil Devan sembari menggoyangkan tubuh Jiandra .
“Eh kak “ Jia kaget
“Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan ? “
Jia mengangguk “ Aku dengar semuanya “ ucapnya
“Lalu responmu ? Ohh aku tau , kau masih belum bisa menerimaku karena dulu aku pernah menolakmu bukan ? Jia maafkan aku . Aku tak mengerti perasaanmu . Tak apa bagiku , aku akan terus berjuang untuk cintamu .Baiklah kau tak perlu menjawabnya hari ini . “ ucap Devan ia segera menghidupkan mobilnya namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh Jia
Devan berdalih menatap Jia .
Mata Jia sudah berkaca-kaca
“Ada apa ? “ tanya Devan
Jia segera menarik tangan Devan dan memeluk Devan erat
“Hikss hikss mengapa kau menyatakan cinta didalam mobil ? Tidak romantis sekali “ kesal Jia membuat Devan tersenyum
“Aku akan melamarmu dengan romantis nanti “ ucap Devan senang . Ia memeluk Jia erat , tak ingin melewati kesempatan ini
“A-aku mau jadi kekasihmu “ ucap Jia terbata-bata disela-sela tangis sesegukannya .
Devan kaget lalu segera melepas pelukannya
“Benarkah kau menerima cintaku ? “
Jia mengangguk dan tersenyum manis
Deva segera memeluk Jia kembali dan menghujani wajahnya dengan ciuman .
“Terimakasih Jia , terimakasih . Aku sebisa mungkin akan membuatmu bahagia “ janji Devan
“Jangan hanya di omongan saja , aku ingin yang nyata “ sindir Jia
Devan tersenyum tipis
“Lihat saja “ ucap Devan singkat
Mereka segera kembali ke Mansion . Takut akan badai salju yang semakin deras .
Selama diperjalanan Devan tak berhenti memegang tangan Jia erat membuat Jia sangat Bahagia
“Apa ini nyata ? Kak Devan menjadi pacarku ? “ batin Jia
......................
...Semoga langgeng ya Devandra dan Jiandra 🤗...
...Hayeee , aku update hari ini , sore nanti update panjang ya ... Lihat keseruan Jia dan Devan yang sudah resmi jadi kekasih . Author seneng banget mereka sudah tidak salah paham lagi , semoga setelah ini tidak ada kesalah pahaman lagi 🤪🤪...
...Yuk jangan lupa Like, vote , dan beri hadiah seiklasnya ya . Komen kalian juga berharga buat aku agar aku tau apa yang kurang dari novelku . Terimakasih Readers tercinta🤗🤗...