Oh My Man

Oh My Man
Bertemu papa Mahes


Setelah 2 jam didalam aula , kini acara tersebut telah selesai . Seluruh MABA dipersilahkan untuk keluar dan pulang, atau yang mau berkeliling kampus masih dipersilahkan karena kini adalah acara bebas.


Jia, Tya,Dara dan Bryan yang hendak keluar aula pun tangannya dicekal oleh seorang pria .


“Permisi , untuk nona Jia “ ucap seorang pria tersebut sembari memegang lengan Jia “Maaf menganggu waktu anda , boss saya memerintahkan saya untuk memanggil nona, beliau ingin bertemu dengan nona “ ucap Roy asisten papa Mahes , Roy menundukan badanya sebagai tanda hormatnya kepada jia , agar jia mau menemui bosnya


“Maaf boss siapa ya pak? “ tanya jia


Dara, Tya dan Bryan hanya melihat dan dibuat bingung .


“Silahkan anda lihat kearah depan , “ tunjuk Roy


Dilihatnya papa Mahes melambaikan tangannya kepada Jia .


“Om Mahes ? “ tanya jia bingung


Dara , Tya , dan Bryan terkejut mendengar Jia yang memanggil Jia dengan sebutan “OM”


“Iya pak Mahes ingin bertemu denganmu , cepat sedikit ya nona , saya tak ingin Pak Mahes marah terhadap saya “ tegas Roy asisten Om Mahes


“Baiklah “ ucap jia pasrah


“Bryan, Tya, Dara , kalian pulanglah terlebih dahulu aku akan bertemu dengan beliau terlebih dahulu “ ucap jia kepada Bryan, Tya dan Dara


“ Kita tunggu diparkiran deh , gue penasaran banget “ ucap Tya karena tya begitu penasaran mengapa jia bisa memanggil om Mahes dengan sebutan “OM “ pasalnya Om mahes adalah pengusaha terkenal hal ini membuat mereka bertiga terheran


“Yasudah kalian tunggulah ditaman “ ucap jia


“ Bry kalau kau ingin pulang, pulanglah terlebih dahulu , “ sambung Jia


“Aku akan menunggumu bersama mereka “


“Baiklah, terserah kau saja “


Jia berjalan menuju tempat duduk Papa Mahes, dan disana tentunya ada Devan yang sedari tadi memperhatikan mereka .


“ Bocah ingusan itu apa benar-benar mencintai biaku? Tak bisa dibiarkan kalau aku kalah telak “ batin Devan menggerutu ..


“Selamat Siang Om Mahes , dan Kak Devan “ salam Jia menunduk dan tersenyum .


Papa Mahes berdiri lalu memeluk jia erat .


“Jiandraa, apa kabar kamu nak? Lama tidak berjumpa , kamu telah menjadi gadis cantik dan dewasa “ ucap Papa Mahes penuh dengan haru .


Bertahun-tahun tidak bertemu dengan Jia membuatnya rindu , meski terkadang papa Kendra selalu mengirimi foto Jiandra dan mengatakan bahwa Jiandra tumbuh menjadi gadis yang tidak hanya cantik wajah namun cantik hati dan mandiri . Ada terselip rasa bangga di hati papa Mahes , “ kendra kau mendidiknya menjadi anak yang beradap , aku bangga padamu “ kata-kata itu yang selalu diucapkan papa Mahes terhadap papa Kendra


“Aku baik Om , aku hampir saja lupa denganmu , namun aku masih mengingat namamu , beruntung papa sering menceritakanmu “ ucap jia cekikikan lalu papa Mahes melepas pelukannya .


“Anak Durhaka kamu melupakan papa ,” ucap papa Mahes menggoda Jia


“Cihh, papa yang Durjana “ mulut pedas Devan mulai beraksi membuat papa Mahes menatapnya tajam


Melihat interkasi keduanya jia hanya menggelengkan kepalanya


“Kita tidak bertemu sudah lama om, terakhir waktu aku masih kelas 5 SD , dan aku baru tau ternyata kak Devan adalah anak om “


“Jangan panggil om Jia , panggil saya papa “


Jia pun mengernyitkan keningnya lalu menatap Devan , sementara devan menganggukan kepalanya


Jiandra pun tersenyum “ Baiklah papa Mahes “ ucap jia mantap


“Iya maafkan papa terlalu sibuk waktu itu , papa harus kesana kemari demi MHS’group, tapi papa sering berkomunikasi dengan Kendra, papamu , dia selalu mengirim fotomu kepadaku ,lihat kau tumbuh me jadi gadis yang cantik “ ucap papa Mahes bangga .


“Terimakasih pah “ucap jiandra tersipu malu dipuji oleh Papa Mahes


Jia mengernyitkan keningnya bingung “ Benarkah?, apa aku dan kak Devan dulu berteman “ tanya Jia


“Iya bahkan leb—-“


“Jia apa kau akan pulang?” Tanya Devan memotong ucapan papa Mahes


“Apa kau mengusirku ? “ tanya Jia kesal


“Tidak hanya saja aku akan mengantarkanmu “


“Tak perlu , aku harus ke store , ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan “ ucap Jia


Devan pun mengangguk .


Papa Mahes memandang devan tajam , “kenapa ucapan papa dipotong dulu ?” Isyarat mata papa Mahes mengatakan seperti itu sedangakan devan menjawab dengan memutar bola matanya malas


“Pa , sebaiknya Jia pulang dulu, jiandra harus ke store ada banyak stock yang harus jia cek hari ini, akan sanga sibuk seminggu ini, akan aku kabari papa , nanti aku minta nomor telepon papa lewat Papa ken dirumah ya “ ucap jia kepada papa Mahes


“Aku akan mengirimkan nomor papa kepadamu “ucap Devan membuat Jia mengangguk .


“Baiklah, hati-hatilah berkendara, apa kau bawa kendaraan? Papa akan minta Devan mengantarkanmu “ ucap papa mahes


“No papa, Jia bawa mobil hadiah dari papa Ken “ ucap Jia tersenyum .


“Baiklah kalau begitu , mari kita keluar bersama , “ ucap papa Mahes berdiri dan berjalan bersama Jiandra menuju parkiran disusul oleh Devan dan Roy di belakangnya “


“Papa dengar kau akan open recruitment untuk storemu ? “ ucapan papa Mahes membuat Jia terkejut


“Bagaimana papa tau? “


“Kendra memberitahuku, apa kau perlu bantuan MHS’group? Akan papa minta Devan membantumu”


Jia menggeleng dengan cepat “ No papa , terimakasih sebelumnya , tapi aku masih bisa melakukannya sendiri, nanti kalau aku perlu bantuanku aku akan segera mengabarimu “ ucap Jia


Papa Mahes menepuk bahu jia pelan


“Baiklah , hubungi saja papa atau Devan , kami akan pulang terlebih dahulu ,ingat pesan papa hati-hatilah berkendara “ ucap papa Mahes lalu masuk ke dalam mobil


“Tentu pa, terimakasih “ ucap jia membungkukan badannya sebagai tanda hormatnya , papa Mahes pun tersenyum senang


“Devya pasti akan senang aku bertemu dengan calon menantu “ batin papa Mahes cekikikan


“Bia , saya pamit lebih dahulu , kau hati-hatilah jalan pulang , nomor papa sudah saya kirim kepadamu “ ucap devan tersenyum


“Baiklah , thanks kak “ ucap jia tersenyum


Devan memasuki mobilnya duduk disebelah papa Mahes , didepan disopiri langsung oleh Roy


Mobil Devan dan Papa Mahes pun meninggalkan halaman sekolah , jia melambaikan tangannya .


Saat hendak berbalik dan menuju taman , banyak orang yang menatap Jia , ada tatapan memuja maupun tatapan Kesal


“Siapa dia mengapa bisa kenal dengan keluarga Mahes ? “


“Pasti dia keluarga Mahes “


“Anak baru ini sok akrab sekali dengan keluarga mahes “


Dan masih banyak ucapan-ucapan yang memanaskan telinga Jia dan Jia menghiraukannya , jia berjalan dengan anggun dan tegap menuju taman untuk bertemu dengan Dara, Tya dan Bryan .


...****************...


...*Jangan lupa vote , like dan beri hadiah ya readers biar aku tambah semangat nulisnya **❤️❤️❤️❤️*...