
Mobil Devan memasuki pekarangan Mansion keluarga Mahes setelah 15 menit dalam perjalanan , 15 Menit serasa sangat lama karena tak ada perbincangan antara Devan dan Jiandra selama diperjalanan .
Ini pertama kalinya setelah resmi menjadi sepasang kekasih maupun tunangan Devan mendiamkan Jia didalam mobil membuat Jia pun ikut enggan membuka suara lebih dulu .
Pikiran Jia melayang , memikirkan sekertaris Devan yang sudah menunggu di Mansion Devan membuat Jia kalut dalam kecemburuan namun Jia malu mengungkapkan .
Sedangkan Devan , ia sengaja memancing Jia untuk berkata jujur jika cemburu namun Jia enggan mengaku akhirnya Devan memilih untuk tak berbicara lagi agar Jia semakin penasaran dan memanas dibakar cemburu .
Mobil Devan memasuki pekarangan Mansion milik Papa Mahes , mama Devya yang tengah menuntun gardener pribadi keluarga Mahes untuk menyulap Taman Halaman depan agar terlihat lebih segar dengan tanaman-tanaman baru yang Mama Devya beli dari Luar Negeri , bahkan harganya sangat fantastis .
Mama Devya melirik sekilas mobil Devan datang , artinya ya Devan pulang begitu pikirnya .
Devan dan Jiandra membuka seatbelt mobil lalu , segera membuka pintu mobil hendak keluar dari dalam mobil
Mama Devya yang awalnya acuh akan kedatangan Devan , namun melihat Jia ikut keluar dari salam mobil Devan sontak membuat mama Devya hebohh
“JIAAA “ teriak mama Devya dari taman halaman depan mansionnya .
Jia sontak menoleh lalu tersenyum senang , Jia melambaikan tangannya lalu berlari kearah mama Devya disusul oleh Devan dibelakanganya .
“Mamah “ ucap Jia bersemangat
“Maaf ya , tidak bisa saliman dulu tangan mama kotor “ ucap mama Devya memperlihatkan tangannya yang penuh dengan tanah .
“Ngapain mah ? “ tanya Devan ikut bergabung
“Ini biasa “ ucap mama Jia lalu menunjuk tanaman barunya melalui gerakan matanya
Devan pun menoleh kearah tanaman yang ditunjuk mama Devya , Devan melongo dan terkejut
“MAHH , Jadi beli ? “ ucap Devan melongo
Mama Devya pun terkekeh sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal , padahal tangannya masih kotor .
“Jadi lahhh , kan mamaa suka “ ucap maka Devya
Devan menggeleng kepalanya pelan , ia mendengus sedikit kesal hobby mamanya memang tak kira-kira . Mama Devya sangat menyukai tanaman-tanaman langka bahkan dengam harga yang tak wajar untuk ukuran sebuah tanaman . “ Seni dan kesukaan untuk memanjakan mata “ kata-kata itu yang sering diucapkan kepada Devan dan papa Mahes jika kedua pria ini mengintrogasinya .
Bukan karena pemborosan atau bagaimana , bukan mempermasalahkan besar uang yang keluar untuk membeli tanaman , mengingat mama Devya juga memiliki perjungan penuh dalam mendirikan MHS’group jadi mama Devya berhak atas berapapun uang yang ia ingin gunakan .
Hanya saja , papa Mahes dan Devan tak habis pikir mengapa harus tanaman? Mengapa bukan emas atau berlian ? . Mama Devya memang sangat aneh menurut Devan dan Papa Mahes yang tak begitu menyukai tanaman .
“Yasudahlah , asal mama bahagia saja “ ucap Devan
“Sekertaris baruku didalam kan ? “ sambung Devan sontak membuat Jia menoleh .
Dahi mama Devya mengkerut bingung
“Sekertaris baru ? batin Mama Devya
“Ahh iya , kamu sudah ditunggu sana cepat masuk . Papa juga sudah menunggu kamu diruang kerja .” ucap Mama Devya
“Aku kedalam dulu ya “ ucap Devan sumringah meninggalkan mama Devya dan Jia yang tengah kesal .
“Haishh wajahnya bahagia sekali “ batin Jia mendengus kesal .
“Kamu sudah makan nak ? “ tanya mama Devya membuyarkan pandangan Jia .
“Ehh i-iya sudah mah , tadi aku sudah makan siang bersama kak Devan di restaurant papa dan mama “
“Benarkahh? Wahhh mama lama tak berkunjung kesana , besok-besok mama mau kesana deh “ ucap mama Devya senang
“Tentu mah, kabari saja Jia “ ucap Jia tersenyum
“Kita masuk kedalam yuk , mama juga mau cuci tangan “ ajak mama Devya
Jia mengangguk menerima ajakan mama Devya
“Manggg , kamu lanjutkan ya saya mau ke dalam “ teriak mama Devya kepada gardener-nya .
“Siap Nyonya besar “ ucap Mang Toto
Jia dan Mama Devya berjalan beriringan hendak masuk ke dalam Mansion .
......................
Mama Devya menuju Dapur bersihnya untuk membersihkan tangannya yang penuh dengan tanah , sedangkan Jia menunggu disamping mama Devya ia malu jika langsung duduk sebelum dipersilahkan .
“Mah , apa sudah makan siang ? “ tanya Jia kepada mama Jia yang tengah membersihkan tangan .
“Sudah , tadi mama, papa dan sekertaris Devan sudah makan siang bersama sebelum kamu dan Devan datang “ ucap Mama Devya sembari mengibaskan tangannya yang sudah bersih
“Apa sudah sedekat itu sekertaris kak Devan dengan keluarganya ? “ Jia membatin
“Mau minum apa nak? “ tanya mama Devya membuat Jia kembali tersentak dalam lamunan
“Kamu melamun terus dari tadi , kenapa ada masalah dengan Devan ? “ tanya mama Devya menelisik raut wajah Jia .
“Uhmm mahh , jia mau tanya boleh ? “ tanya Jia
“Boleh dong , tanya saja nak “ ucap mama Devya sembari tersenyum lembut dan mengusap rambut Jia .
“Ehmm , “ Jia ragu-ragu
“Ehmm , apa sekertaris kak Devan sexy mah ? “ tanya Jia polos membuat mama Devya melotot terkejut
“Hahhhh sexy ? “ tanya mama Devya terkejut
Jia mengangguk ragu dengan polosnya
Tawa mama Devya pecah berbarengan dengan itu , Papa Mahes keluar dari ruang kerja pribadinya meninggalkan Devan yang tengah menyelesaikan beberapa hal dengan sekertaris barunya .
“Hahahahahhaa “ tawa mama Devya menggema
“Aduh sakit nih perut mama hahaha jia hahaha “ tawa mama Devya
Wajah Jia memerah malu , ia merutuki kebodohannya menanyakan hal yang menurutnya lancang namun ia begitu penasaran . Melihat respon mama Devya membuat Jia tambah bingung
“Ada apa mah ? Sepertinya asik sekali ? “ tanya Papa Mahes yang berjalan menuju Mama Devya dan Jia
“Hahaha ini pah Jia tanya , Sekertaris barunya Devan itu sexy apa tidak ? ucap mama Devya masih dengan tawanya .
“Hahahahhaa “ tawa papa Mahes pecah , mengerti kemana maksud dan arah pertanyaan Jia .
Dahi Jia mengkerut bingung
“Kenapa papa mahes malah ikut tertawa ? Kak Devan kemana lagi nih ? Belum keluar pasti sedang berduaan dengan sekertaris barunya “ batinnya mendengus kesal
“Jiaa , Jiaaa Hahahhaa “ papa Mahes terus tertawa membuat mama Devya ketularan dan tertawa kembali sementara Jia terdiam kebingungan .
Devan keluar dari dalam ruangannya disesuli sekertarisnya dibelakang , Devan bingung melihat kedua orang tuanya tertawa terbahak-bahak .
“Ada apa ini ? Heboh sekali “ tanya Devan berjalanmendekati papa,mama dan kekasihnya .
“Ini Jia tanya apa sekertaris barumu sexy ? “ ucap mama Devya sembari mengusap kedua ujung matanya yang sedikit berair akibat terlalu lama dan heboh tertawa
Devan menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendekati Jia
“Apa kamu cemburu sayang ? “ tanya Devan yang telah berada didepan Jia
“E-enggak kok , kan cuma nanya “ ucap Jia gugup , wajahnya memerah menahan malu , sebenarnya Jia sangat cemburu namun ia gengsi untuk menyatakannya Z
“ Coba kau liat itu siapa? “ Devan menunjuk Pria dengan setelan jass rapi , pria yang sangat Jia kenal .
“RENDIIII !! “ seru Jia
Rendi membungkukkan badannya , memberi salam dan hormat kepada Jia .
Jia berdalih menatap Devan kembali dan Devan mengangguk seolah tau pertanyaan yang ada dipikiran Jia
“Iya , dia sekertaris baru aku “ ucap Devan
“Bagaimana? Sexy ? “ tanya Devan terkekeh membuat papa Mahes dan mama Devya kembali tertawa
“Tenang saja nak , papa akan sangat melarang Devan jika ia ingin memiliki sekertaris wanita “ ucap papa Mahes
Jia mengangguk dan tersenyum kepada papa Mahes
“Terimakasih pah “ ucap Jia
“Makanya kalau cemburu bilang , gak usah gengsi “cercah Devan kepada Jia
Jia mencubit pinggang Devan pelan “ Apa sihhh “ kesal Jia
Orang tua hanya menggelengkan kepalanya , senyum manis tersungging dibibir mereka pertanyaan polos Jia memang menjadi hal lucu untuk mereka .
Jia berjalan mendekati Rendi .
“Apa kabar kak , senang bertemu kembali denganmu “ ucap Jia memberi salam .
“Kabar saya baik nona muda , senang kembali bertemu dengan anda . Mohon jangan cemburu kepada saya jika nanti Tuan Muda mahes akan lebih menghabiskan waktu dengan saya “ kekeh Rendi
Jia mendengus kesal “ Tak akan “ ucap Jia singkat
Devan terkekeh geli melihat keluguan Jia .
......................
...Jangan Lupa Like ya kakak-kakak readers 🤗🤗🥰...