
Kehamilan Jia yang seharusnya HPL jatuh seminggu sebelum pagi dini hari ini .
Selama 8 bulan kehamilan dan resmi menjadi Nyonya Muda MHS’company , selama itu juga Jia sangat bahagia menjadi istri seorang Devandra . Kehamilan Jia juga tidak rewel , anak-anak mya sangat anteng didalam perut sang ibu . Sang suami , mertua dan orang tuanya juga sangat siaga .
Sebelum Lahiran .
“Mau tidur sayang ? “ tanya Devan yang baru saja datang dari ruang kerja papa Mahes untuk membahas project-nya
Jia yang sedang bersandar pada headborad tempat tidurnya tersenyum melihat kedatangan sang suami .
“Mau tidur dipeluk kamu “ ucap Jia dengan manja
Devan tersenyum lalu berjalan mendekati sang Istri ditempat tidurnya .
“Ayo sini , bobok pelukan sama papa “ ucap Devan memeluk Jia
Jia menerima pelukan sang suami dengan rasa bahagia
“Besok kamu kerja ? “ tanya Jia
Devan mengangguk sembari memejamkan matanya memeluk sang istri
“Kerja , tapi aku tidak terlalu sibuk . Ada apa ? Mau aku temankan kesuatu tempat ? “ tanya Devan
Jia mengelus dada sang suami lembut
“Sepertinya aku akan mengajakmu begadang malam ini “ ucap Jia genit
Devan yang sedang memejamkan matanya pun sontak membuka matanya lebar-lebar , permintaan Jia yang satu ini memang benar-benar membuat dirinya tergila-gila .
Kehamilan Jia memang membuat dirinya lebih dominan untuk melakukan hubuan suami-istri , karena hormon kehamilan menyebabkan dirinya mudah tersulut hawa nafsu . Devan tentu saja dengan senang hati meladeni permintaan istrinya 😂
“Mau begadang sampai jam berapa? Papa siap mah kalau urusan beginian “ ucap Devan
Jia terkekeh geli
“Kamu mikirnya apa Daddy ? “ tanya Jia
“Aku mikirnya ya gitu , Mommy mau apa ? “
Jia tertawa terbahak-bahak
“Hahahahhaa , sayang kamu mikirnya apa sih ? “ tanya Jia
Devan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
“Ya gitu ayang hehe “
Jia segera melu*mat bibir Devan dengan lembut , Devan pun membalas l*matan Jia dengan sangat lembut dan penuh cinta .
Kegiatan mereka berdua benar-benar menjadi candu bagi mereka , desahan demi desahan memenuhi kamar Devan .
“Aku mencintaimu , dan anak-anak kita “ ucap Devan setelah menyelesaikan ritual-nya sembari menciun perut sang istri yang membuncit sangat besar mengingat Jia mengandung 2 anak .
“Aku dan anak-anakmu sangat mencintaimu daddy “ ucap Jia lalu mencium Devan sekilas
“Habis ini kamu akan puasa lama sayang “ sambung Jia .
Sebenarnya sejak jam 7 malam Jia sudah merasakan mulas pada perutnya , Jia menghubungi dokter dan dokter mengatakan jika kemungkinan Jia akan melahirkan lebih cepat dari HPL . Dokter juga memberitahu Jia agar lebih banyak berjalan ringan untuk memudahkan jalannya kelahiran bayi .
Devan yang tadinya memejamkan mata pun membuka matanya lebar-lebar setelah mendengar ucapan Jia
“Sayangg “ ucap Devan
Jia sedikit meringis
“Sshhh “ ringis Jia
“Kamuu ? “ tanya Devan panik
Jia mengangguk sembari tersenyum , ia membelai wajah sang suami dan membawa tangan suami untuk membelai perutnya .
“Dedek-dedek udah gak sabaran mau ketemu Mommy sama Daddynya “ ucap Jia disela-sela ringisan-nya
“Sejak kapan sakitnya ? “ tanya Devan panik
“Tadi jam 7 sayang “
“Kok gak bilang aku sayang , gimana nih ? Kita kerumah sakit yaa “ ucap Devan semakin panik
Jia terkekeh
“Kamu siapkan baju dulu ya , baju ganti untuk dedek sama aku . Makan dulu kamu biar gak laper nanti “ ucap Jia
Mata Devan menatap wajah sang istri yang merengis kesakitan , dahi Jia tercetak buliran keringat . Dinginnya AC kalah tak mampu mencekal keringat Jia .
“Sayang , kamu sakit banget ya ? Maafkan aku ya sayang “ ucap Devan menarik Jia kedalam pelukannya
Devan menangis memeluk sang istri
“Karena aku kamu kesakitan seperti ini , maafkan aku sayang , maafkan aku “ Devan terisak
“Aku ini seorang wanita , sudah takdirku menjadi seorang ibu . Kamu jangan menangis seperti ini , Cepat siapkan baju salinan untuk anak-anak kita . Kalau kamu cengeng gini nanti anak kita ngetawain kamu “ ucap Jia lembut
Devan melepas pelukan Jia dan mengangguk , Devan menghapus air matanya .
“Aku siapkan , setelah itu kita kerumah sakit ya sayang “ ucap Devan lalu berdalih mencium kening sang istri
“Pinterrrrr , ini baru suamiku . Kamu harus tegar , aku mau ditemenin kamu lahiran “ ucap Jia
“Aku pasti akan selalu menemanimu “
Devan segera bangkit dari tempat tidurnya dan menyiapkan beberapa pakaian untuk bayi-bayinya dan untuk Jia , sedangkan Jia juga turut bangun dari tempat tidur dan memilih untuk berjalan-jalan .
Jia menuju meja kerja Devan dan menekan intercom di Mansion untuk menghubungi mama Devya dan papa Mahes
“Ya van “ sapa papa Mahes
“Pah , ini aku Jia . Papa dan Mama sudah tidur ? Maaf menganggu tidur kalian . Aku dan kak Devan akan kerumah sakit , sepertinya cucu kalian sudah ingin menemui kalian “ ucap Jia sembari meringis pelan
“SERIUSSS ? , Kami akan ikut dengan kalian . Jia jangan lupa hubungi papa dan mama-mu , jika tidak mereka akan merajuk “ ucap papa Mahes terdengar panik
Jia terkekeh
“Akan aku hubungi pah , kalian jangan panik ya . Aku dan kak Devan sedang menyiapkan pakaian untuk baby “
“Mama dan papa akan segera ke kamarmu “ ucap mama Devya yang mengambil alih intercom
“Baiklah mah “
Selepas menghubungi mama Devya dan papa Mahes , Jia segera menghubungi papa dan mama-nya lewat ponsel . Jia juga memberi tau dirumah sakit mana ia akan melahirkan anak-anaknya .
“Udah semua dad ? “ tanya Jia
“Sudah mommm “ ucap Devan lalu berjalan mendekati Jia
“Yang mana aja sakit ? biar aku elus-elus “ ucap Devan polos masih dengan wajah paniknya
Jia terkekeh , dan memebelai wajah suaminya .
“Belum sakit banget , nanti kalau sakit banget pasti aku meminta bantuanmu pah .” Ucap Jia
“Makasi ya , kamu udah jadi suami yang baik untuk aku . Maafkan jika aku belum menjadi istri yang sempurna untukmu “ sambung Jia
Devan menggeleng , air mata berderai membasahi pipinya .
“You are such an amazing wife in my life , kamu istri yang luar biasa untukku . Aku pria yang beruntung memiliki kamu “ ucap Devan dengan tulus
Jia sedikit meninjik dan mencium bibir Devan dan m*lumatnya lembut
“Aku mencintaimu “ ucap Jia melepas ciumannya
“Aku lebih dan sangat mencintaimu Istriku “ ucap Devan lalu menarik kembali tengkuk Jia dan mel*mat bibir Jia dengan penuh Cinta …
Mama Devya dan papa Mahes yang panik pun masuk kedalam kamar Jia dan Devan tanpa mengetuk pintu lebih dulu .
Betapa terkejutnya mereka melihat adegan romantis didepan mata mereka
“Ohhh My Eyesssss !! Kalian lagi panik bisa-bisanya romanti-romantisan “ seru mama Devya sembari menutup matanya dengan kedua tangannya .
Papa Mahes tersenyum dan menggelengkan kepalanya
Devan dan Jia sontak melepas tautan bibir mereka
“Kalian masuk kamar gak ketuk pintu dulu “ dengus Devan
Mama Devya berjalan mendekati Jia dan Devan
Mama Devya memukul pelan putranya
“Kalau mama ketuk mama gak akan tau kalau kamu mesumin menantu mama terus “ ucap mama Devya kesal
“Dihhh “ kesal Devan memutar bola matanya
Jia terkekeh melihat mama Devya dan Devan , namun tiba-tiba ia meringis kembali
“Arghhhh “ ringis Jia memegang perutnya dan memegang tembok untuk menyeimbangkan badannya .
Mama Devya yang sedang asik memukul Devan pun terkejut
“Menantukuuu “ teriak mama Devya mendekati Jia
“Devannn , Mahesss kalian siapkan mobil . Kita kerumah sakit sekarang “ teriak mama Devya
Devan dan papa Mahes pun mendadak panik , Papa Mahes segera berlari menuju garase mobil sementara Devan panik membelai sang istri .
Tbc
Jangan lupa like 🤗