Oh My Man

Oh My Man
Percaya pada Tuhan


Devan meninggalkan rumah papa Kendra . Sedangkan papa Kendra dan Mama sita memilih untuk masuk kedalam kamar , didalam Kamar mereka saling terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing


“Maafkan papa mah “ papa Kendra menundukan kepalanya


Mama Sita segera mengambil tangan papa Kendra dan mengelusnya pelan


“Aku terlalu ikut campur urusan anak kita “ sambungnya


Mama Sita menggelengkan kepalanya


“Tak perlu disesali, bukankah setiap ayah ingin melindungi anaknya dan memberikan anaknya yang terbaik? , Kau tetaplah ayah yang luar biasa untuk Jia dan suami yang luar biasa untukku “


“Terimakasih “ papa Kendra memeluk mama Sita


“Untuk saat ini biarkan jia merenungkan kesalahannya “ ucap Mama sita dan papa kendra hanya mengangguk pelan


Devan telah sampai dirumahnya ia masuk kedalam rumah , namun sebelum itu ia mengatur nafasnya terlebih dahulu .


Berjaga-jaga semisalnya papa Mahes dan Mama Devya masih belum tidur , Devan tak mau terlampau emosi sampai menghiraukan orang tuanya seperti waktu lalu


Devan membuka pintunya, dan benar saja Mama Devya dan Papa Mahes masih menonton TV diruang tamu , Papa Mahes berbaring di paha Mama Devya sedangkan mama Devya menonton sembari memakan cemilan . Devan melihat kemesraan orang tuanya tersenyum senang


“Apakah aku bisa seperti mereka nanti” batin Devan


“Devan dari mana saja kamu nak? Sudah makan? “ ucap mama Devya lembut membuyarkan lamunan Devan


Devan gelagapan “ Su-sudah mah “ Devan segera berjalan menuju Mama Devya dan papa Mahes


Devan memeluk mama Devya eratt


“Bagi mama dong, papa ini suka menghabiskan waktu mama bersama hingga aku jarang menghabiskan waktu dengan mama “ canda Devan sembari memeluk Mama Devya


Mama Devya hanya tertawa sedangkan papa Mahes menatapnya kesal


“Mamamu kan istri papa sudah sewajarnya mamamu menghabiskan waktu bersama papa “ kesal papa mahes


Papa Mahes mendengus kesal “ Makanya kamu cari istri cepetan , Jia kamu anggurin ? Mau papa lamarkan untukmu? “


Devan mengehembuskan nafasnya kasar


“Jika menantu mama dan papa nanti bukan Jia tak apakah? “ sendi Devan membuat orang tuanya bingung


“Maksudmu? Kau mencintai wanita lain ? “ papa Mahes terkejut


Devan menggelengkan kepalanya “ Tidak, aku sangat mencintai Jia , namun aku rasa Jia telah mencintai pria lain “


Papa Mahes tertawa terbahak-bahak membuat Devan bingung


Papa mahes menepuk bahu anaknya “ Hey sejak kapan kau pesimis seperti ini? Sebelum garis kuning melengkung hajarrr , siapa sih yang akan menolak pesona anak papa ini ha? “ tanya papa Mahes yang masih tertawa


Mama Devya hanya menggelengkan kepalanya


“Devann “ panggil mama Devya lembut sembari mengelus rambut anaknya .


“Mama tau kau mencintai anak Kendra dengan tulus , percayalah pada tuhan , berdoalah pada Tuhannya jia , minta padanya agar nanti kamulah yang berjodoh dengannya “ tutur mama Devya kenbut membuat Devan mengeratkan pelukannya kepada mamanya lalu terisak menangis sedih


“Eh Devan apa kau menangis ? “ papa Mahes mengguncang bahu anaknya , ia ingin melihat anaknya menangis


“Hahahaha , pantas saja Jia tak mau denganmu , kau sangat cengeng hahahaa bagaimana kau bisa melindungi Jia jika kau cengeng seperti ini ? “ sindir papa Mahes


Mama Devya menatap papa Mahes tajam “ DIAMM “ gumamnya kepada papa Mahes membuat papa Mahes terdiam tanpa suara


Devan masih terisak sedih dalam pelukan sang mama , ia merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri karena tak bisa menjaga Jia dengan baik , ditambah lagi pengakuan dari Jia didepan orang tuanya jika Ia mencintai Bryan membuatnya teramat sedih .


Mama Devya dan Papa Mahes memang selalu menjadi tempat curhatan bagi anaknya , karena itu tak ada kata malu untuk Devan bercerita banyak hal kepada orang tuanya , termasuk urusan CINTA .


Mama Devya dan Papa Mahes akan selalu mendengar cerita sang anak , karena ia tau meski anaknya terlihat tegas, dan berwibawa diluar tapi hatinya sangat lembut dan mudah bersedih . Karena itu sebisa mungkin papa Mahes dan Mama Devya menjadi sandaran untuk Devan saat ini . Mereka berharap Devan akan segera mendapat sandaran dari wanita yang ia cinta untuk berbagi keluh kesa, dan bahagianya .