Oh My Man

Oh My Man
Diculik ?


5 hari berlalu 🍃🍃


Setelah pernikahan Dara dan Bryan 5 hari lalu , hari ini adalah hari terakhir Jia mengikuti Ujian Semesternya dan kalian tentu sudah tau jika Jia dan Devan akan mengadakan pesta pertunangan mereka dalam waktu dekat .


Hubungan Jia dan Devan makin romantis saja , meski hanya lewat Video Call saja karena Devan sedang sibuk-sibuknya dengan semua pekerjaannya dikantor sedangkan Jia sedang memfokuskan diri untuk Ujian semesternya .


Seperti hari ini , Devan hendak menjemput Jia kekampusnya. Semenjak diberi mobil beserta sopir pribadi oleh sang calon mertua , Jia sangat jarang pergi ke kampus menyetir mobilnya sendiri . Bukan karena malas atau tak mau , tapi ini adalah titah dari Devan sang kekasih yang tak bisa ia bantah .


“Demi keselamatan kamu , apalagi kamu sedang Ujian ditambah pesta pertunangan kita akan segera diselenggarakan “ begitu kira-kira ucapan Devan .


Meski sebenarnya Jia sempat melawan dan menolak , akhirnya Jia luluh juga . Setelah dipikir-pikir Devan ada benarnya juga , ini semua demi keselamatannya apalagi hari-hari penting menanti didepan sana .


Jia baru saja menyelesaikan Ujian terakhirnya , akhirnya ia bisa bernafas lega . Jia berjalan menuju parkiran mobil hendak mencari kang Asep yang biasanya sudah menunggu untuk menjemputnya .


Jia yang sudah sampai diparkiran dibuat bingung , karena tak ada mobil Alphard yang terparkir di parkiran kampus .


“Tumben ih kang asep belum datang jam segini “ ucap Jia, matanya menyapu seluruh parkiran mobil tapi memang benar tak ada mobil yanh biasa menjemputnya .


Jia berjalan pelan sembari memainkan ponselnya hendak menghubungi kang Asep


Namun tiba-tiba seseorang menarik tangannya, Jia terkejut melihat pria yang ia tak kenal menarik tangannya kasar . Pria itu menggunakan masker,topi, dan kaca mata hitam membuat Jia tak mengenal pria itu .


“Ehhh siapa kamuuu?? “ bentak Jia namun pria itu seperti tuli tak mendengar pertanyaan Jia


“Jangan macem-macem kamu yaa heiiiii “ teriaknya sembari memukul pria itu dan menarik tangannya agar bisa terlepas


“Tolongggg-tolonggggg “ teriak Jia . Namun nasib sial memang menimpa gadis cantik ini , kebetulan sekali diparkiran keadaannya memang sedang sepi jadi tak ada yang melihat apalagi mendengar teriakan Jia


Pria itu terus menyeret Jia menuju parkiran tengah dan memasukkan Jia paksa kedalam mobil


“Gak mauu ih gak mauuuuuuu “ teriak jia menahan badannya agar tak masuk kedalam mobil itu .


Namun tenaga pria ini sangat besar , Jia dimasukkan secara paksa namun terkesan hati-hati .


Saat pria itu berhasil memasukkan Jia kedalam mobil ia segera berlari dan masuk kedalam kursi kemudi mobil .


Jia yang awalnya menolak untuk masuk kedalam mobil itupun merasa sedikit nyaman , ia mencium aroma parfum pria yang ia kenal . Pikirannya kalut dalam hatinya ia yakin Devan akan menolongnya .


Jia menangis tersedu-sedu membungkukkan badannya .


“Hikzzz hikss a-apa ma-umu ? Jangan ganggu aku, aku hanya orang biasa hikzz hikzz“ ucap Jia sesegukan


Pria yang disebut penculik oleh Jia sudah ada disamping Jia , duduk disamping kemudi mobil .


“Mau kamu “ ucap pria itu


Jia yang awalnya menangis tersedu dan membungkuk pun mendadak diam dan menegakkan badannya


Jia tau suara pria ini, pria yang sangat ia kenal .


Pria itu mulai membuka masker, topi dan kaca matanya . Memberikan senyum tak berdosa kepada Jia yang sudah menatapnya kesal


“KAKKK DEVANNNNNNN “ teriak Jiaa sembari memukul bahu Devan .


Devan tertawa terbahak-bahak dan membiarkan Jia memukul bahunya untuk meluapkan emosinya .


“Jahat bangettt ih hikssss , aku pikir a-aku diculik hiks hikss “ tangis Jia pecah tangannya masih anteng memukul bahu Devan .


Mendengar tangis jia yang semakin menjadi-jadi membuat Devan tak tega , Devan segera merengkuh tubuh jia kepelukannya .


“Aduhh cup cupp , maaf ya sayang “ ucapnya sedikit terkekeh


Jia menangis dipelukan Devan .


“Udah dong jangan nangis , nanti jelek “ ucap Devan mencoba merayu Jia


Jia melepas pelukan Devan , menghapus sisa air mata dipipinya .


“Kamu gak lucu “ ketus Jia yang masih kesal


“Gak kayak gini caranya “ sambungnya


“Kamu tau gak gimana takutnya aku tadi ? “ Jia mulai meninggikan suaranya


Devan menatap Jia dengan rasa bersalahnya


“Maaf ya yanggg “ ucap Devan , namun Jia tak bergeming , Jia terdiam menatap lurus kaca mobil didepannya masih mencoba untuk mengontrol emosinya .


“Maafin aku ya sayang , aku tak bermaksud seperti itu , hanya saja jika aku tak memakai masker , kaca mata dan topi ini . Aku akan dikenali semua orang takutnya dikerumuni orang lagi , saat menarik tanganmu dan kamu tak mengenali aku jiwa jahilku muncul entah dari mana sehingga aku iseng pingin jahilin kamu “ ucap Devan menjelaskan kepada Jia


Jia masih tak bergeming , Jia hanya diam namun Jia meresapi semua penjelasan Devan . Jia ingin tau seberapa jauh Devan mampu meredakan amarahnya .


“Sayanggg “ rengek Devan


Jia terdiam …..


“Maafin akuuuu “ sendu Jia dengan wajah yang sengaja Devan buat lucu .


Jia yang melihat ekspresi Devan pun dibuat tertawa terbahak-bahak


“Hahahhahaha “ tawa Jia pecah membuat Devan tersenyum tipis


“Kangennnn “ ucap Devan dengan nada manja yanh sengaja ia buat


“Hahhahaa sini peluk duluu “ tawar Jia lalu menarik tangan Devan dan memeluk Devan erat


“Maafin aku ya “ ucap Devan sekali lagi membuat Jia tersenyum


“Jangan jail gitu lagi ya ? “ pinta Jia membuat Devan mengangguk senang


Devan melepas pelukan mereka , membelai lembut pipi Jia .


“Kamu gak ngeh gitu sama mobil aku ? “ tanya Devan


Jia mulai clingak-clinguk melihat isi mobil Devan , ia menggeleng pelan


“Mana bisa ngeh aku udah shock duluan “ cercah Jia membuat devan terkekeh geli


“Lucu bangettt sihhh “ ucap Devan mencubit pipi Jia


“Kok jemput aku gak bilang ? “ tanya Jia


“Kalau bilang bukan kejutan dong namanya “ ucap Devan


“Kejutanmu bikin aku jantungan “ ucap Jia membuat Devan kembali tertawa lepas


“Hahahahhaa maaf ya sayang . Hari ini pekerjaanku hanya sedikit jad kita akan pergi mencari gaun untukmu bersama Mama ini perintah mama , jadi aku akan mengajakmu pulang kerumahku ya “ ucap Devan yang mulai menghidupkan mobilnya bersiap untum pergi kerumahnya .


“Baiklah “ ucap Jia


Devan tersenyum lalu mengambil tangan Jia dan menciumnya lembut


“Kangen banget ih “ ucap Devan


“Sama kangen kamu juga “ celetuk Jia


“Masih marah ? “ tanya Devan memastikan


“Sedikit “ ucap Jia


Devan segera menepikan mobilnya


“Lhoo kok ke pinggir “ tanya Jia


Mobil mereka berhenti di tepi jalan , Devan mematikan mobilnya lalu menghadap kearah Jia


Jia mengernyitkan keningnya bingung


“Kenapa ? “ tanya Jia bingung


“Masih kesel ? “ tanya Devan sendu


“Maafin aku ya buat kamu marah “ ucap Devan


“Yaampun yangggg , hahaha sudahlah jangan dipikirkan yang penting kan aku tidak diculik sungguhan “ ucap Jia


“Beri aku makan dan aku akan memaafkanmu , aku laper “ sambung Jia membuat Devan tersenyum


“Oke siapa takut “ ucap Devan lalu menghidupkan mobilnya kembali .


Mobil Devan mulai berjalan kembali , dengan tujuan membawa jia mengisi perut .