
Setelah percakapan antara Papa Kendra dan Papa Mahes kemarin malam . Seperti janji yang mereka buat ,hari ini mereka akan berjumpa layaknya reuni anak SMP di Restaurant papa Kendra . Papa Mahes dan Papa Kendra sangat heboh , ada rindu yang besar terbesit dibenak mereka berdua .
“KENN“ teriak Papa Mahes diparkiran saat hendak menutup pintu ia melihat Papa Kendra yang hendak masuk ke Restaurantnya . Sontak hal tersebut membua papa Kendra berhenti dan menoleh kebelakang
“MAHESSS “ teriak papa Kendra tak kalah heboh bahkan papa kendra melompat kegirangan dan melambaikan tangannya .
Papa Mahes langsung berlari menuju papa Kendra lalu memeluk papa Kendra erat
“Ken , aku rindu padamu ,berbulan-bulan ini aku sangat sibuk hingga lupa untuk bertemu denganmu “ ucap papa Mahes sembari mengelus pundak papa Kendra dipelukannya
“Kau selalu seperti itu hes , kau tau aku akan selalu mendukungmu , sesibuk apapaun kau, aku akan selalu berdoa untuk kesuksesanmu “ papa Kendra sedikit terisak membuat papa mahes melepas pelukannya .
“Kenapa kau menangis? Ck kau selalu cengeng seperti ini ? “
Papa Kendra memukul lengan papa mahes pelan “Aku terharu , aku bangga padamu , lihatlah kau sesukses ini sekarang , dulu kita susah bersama , berbagi makanan satu sama lain, sekarang lihatlah , usaha tak menghianati hasil “
Papa Mahes merangkul papa Kendra sambil berjalan menuju meja tempat mereka akan reuni berdua “Kau benar ken , kau pun sama . Lihatlah restaurant mu sangat sukses , usaha tak menghianati hasil . Tentunya ini berkat semangat yg tertanam dijiwa kita “ ucap papa mahes tenang .
Papa Kendra melihat semua itu tertawa “ ck hahaha bahkan gaya bahasamu tak berubah “ Membuat papa mahes memincingkan bola matanya
“Maksudmu? “
“Lihatlah cara kau berbicara , apakah Direktur MHS group selalu bisa menenangkan karyawannya ? “
“Tentunya “ sahut papa Mahes dengan bangga
Papa Kendra hanya memutar bola matanya malas .
Papa Kendra pun memanggil salah satu karyawannya, papa Kendra memesan semua makanan kesukaan papa Mahes , membuat papa Mahes terharu senang
“Kau selalu ingat makanan kesukaanku ken ? “
“Sudahlah jangan lebay , apa kau lupa makanan kesukaanku? “
“Oh tentu tidak “
Papa ken hanya tersenyum
Disisi lain , karyawan wanita papa Kendra dibuat terpesona oleh pesona Papa Mahes dan tentunya pesona bosnya
“Ini nih namanya reunian Sugar daddy “ bisik salah satu Karyawan wanita papa Kendra .
Sementara karyawan lainnya mengangguk “ iya benar sekali , lihatlah pak bos dan temannya masih terlihat tampan dan wibawanya tak ada tandingannya “ ucap salah satu karyawan wanita lainnya .
“Sudah jangan bergosip , nanti dimarah Bos Ken “ ucap supervisor Anton .
“Iya-iya -iya pak “ ucap semua karyawan wanita sebal .
Masih dengan papa Kendra dan papa Mahes .
“Apa kabarmu ken ? “
“Ck kau menyakan itu lagi? “Papa kendra memutar bola matanya malas , “seperti yang kau lihat, aku baik , usahaku aminn lancar “
Papa Mahes menganggukan kepalanya sembari menyeruput kopi yang sudah dibawakan pelayan sebelumnya .
“ Ken aku ingin menanyakan soal Jia”
Papa Kendra yang tadinya berwajah jenaka berubah menjadi serius setelah mendengar nama anaknya
“Ada apa dengan Jiaku? “ tanya papa Kendra serius namun berbeda dengan wajah papa Mahes yang cengengesan .
“Apa Devan menyukai Jia ? “ tanya papa Mahes
“Apa kau tau Devan menjadi guru pengajar Jia “ tanya papa Kendra balik
“Sepertinya Devan memang menyukai anakku”
“Apakah begitu ? Aku menjodohkannya dengan anak rekan bisnisku, namun Devan menolaknya mentah -mentah “ papa Mahes terlihat lesu
“Apakah sebegitu inginnya kau memiliki cucu hes ? “
Papa mahes mengangguk , sementara papa Kendra menghela nafas panjangnya .
“Hes , Devan memang menyukai Jia , kau ingat kan bagaimana mereka tak dapat dipisahkan sejak kecil , “papa kendra mencoba berbicara setenang mungkin agar tak menyinggung papa Mahes
“ Devan benar sempat berkata padaku jika dia menyukai jia , namun aku katakan pada Devan agar menunggu Jia sampai jia menyelesaikan pendidikannya Total . “ sambung papa Kendra
“Jika memang begitu , itu akan sangat bagus Jika kita menikahkan Devan dan Jia secepat mungkin “ ucap papa Mahes bersemangat dengan wajah berbinarnya .
“Sudah ku katakan , aku ingin jia menikmati masa mudanya dulu , menyelesaikan pendidikanya sampai benar-benar selesai , “ papa Kendra terlihat gusar perlahan papa kendra menarik nafasnya “ Jiandra Drabia itu putri semata wayangku , aku dan Sita menunggunya datang untuk melengkapi keluarga kecilku sangatlah lama , bahkan membuat Devan sebagai pancingan agar Sita bisa cepat hamil , Aku dan Sita mengurus Devan layaknya anak kami ketika kau dan Devya sedang berjuang untuk perusahaan yang kalian bangun . Jika Devan yang menjadi pendampingnya aku akan sanga senang , karena Devan juga anakku , dan aku yakin Devan yang tepat untuk Jiaku . “ ucap poa Devan mantap
Papa Mahes menghela nafas panjangnya “ Apa kau sudah katakan pada Devan jika devan harus menunggu jia untuk waktu yang lama ?”
“Apa Devan berani menentangku “ goda papa Ke dea
Papa Mahes menghela nafas kasarnya dan mendengus kesal “ Yaaa bahkan Devan lebih nurut kepadamu dibanding aku Papa Kandungnya “
Papa Kendra menyeruput kopinya “ Terkadang sebagai ayah kita perlu memberi kebebasan kepada anak untuk memilih, untuk resiko biar anak kita yang harus bertanggung jawab . Kau terlalu kaku mahes , “
“Sepertinya begitu ya , apa aku kaku ? “ tanya papa Mahes
“Apa kau tak pernah berkaca pada diri sendiri ?” Goda papa Kendra
Papa Mahes melempar kacang yang ada didepannya, Papa Mahes melamparnya ke papa Kendra .
“Kenapa kau menyebalkan seperti itu? “
“Lalu kenapa kau kaku seperti itu ?
“Hahahahaha “ mereka tertawa bersama
“Jadi kau akan menjadi besanku “ ucap Papa Mahes
“Aminnn , kau akan tetap menjadi saudaraku , lebih dari besan “ ucap papa Kendra membuat papa Mahes tersenyum lebar dan memeluk papa Kendra
“Kau selalu membuatku tenang Ken”
“Karena aku lebih dewasa darimu “ ucap papa Kendra membuat papa Mahes mendengus sebal
“Aku takkan memujimu lagi “
“Hahahaha “ papa Kendra tertawa senang menggoda Papa Mahes .
“Apa Devan sudah kembali dari perjalanan Bisnis? “
“Sudah , dia kembali membawa kemenangan “ ucap papa Mahes bangga terhadap prestasi anaknya .
“Devan dan kau sangat berbakat dalam dunia bisnis , semoga nanti ditangan Devan MHS company bisa lebih maju “
“Aku harap begitu , lalu apa bedanya antara kau dan Jia ? Aku dengar Jia mempunyai bisnis kecil-kecilan ?
Papa Kendra mengangguk “ Jia gadis mandiri , aku bangga padanya “ ucap papa Kendra memuji anaknya
“ Sebentar lagi , dia akan menjadi mantuku “ goda papa Mahes .
“Ya ya ya “ dengus papa Kendra
Mereka menghabiskan waktu mereka bercanda gurau, bercerita tentang masa lalu maupun rencana kedepannya ...