
Acara pertunangan Devandra dan Jiandra sudah sepekan berlalu , hubungan mereka berdua tentu sedang hangat-hangatnya .
Devan selalu memberikan waktunya kepada Jia disela-sela kesibukannya sebagai seorang CEO MHS’company , meski hanya sekedar mengantar jemput Jia dari kampus maupun hanya untuk pergi makan siang .
Karena Jiandra juga diketahui sebagai calon menantu keluarga Mahes oleh seluruh warga kampus , membuatnya sangat disegani oleh teman-temannya ,maupun dosen ,dan para rektor . Itu membuatnya sangat risih menurutnya tak seharusnya seperti itu apalagi ada beberapa orang yang iri dan terang-terangan menyinggungnya karena bisa bersanding dengan Devandra . Ada yang mengatakan jika Jia menggoda Devan lah , ada yang mengatakan jika Jia tak pantas bersanding dengan Devandra lah meski ada beberapa yang bahagia dengan kabar pertunangannya dengan Devandra , Jia mensyukurinya .
Jia menghela nafas panjangnya
“Hahhhh sudah resiko ini mah jadi tunangan kak Devan , akan aku buktikan jika aku pantas bersanding dengan kak Devan “ batinnya bermonolog .
Jia tengah berada di dalam kelasnya , enggan rasanya untuk keluar kelasnya , karena jam pelajaran telah selesai kelas terlihat sangat sepi .
Ingin pergi bersama Tya,Dara dan Bryan namun mereka sedang ada kelas , Jia sempat mengabari keberadaanya lewat Group Whatsapp yang mereka buat ber-4. Hubungan Jia dengan Dara maupun Bryan yang statusnya adalah suami Dara juga membaik , mereka berteman saat ini perlakuan Bryan terhadap Dara membuktikan bahwa Bryan benar-benar mencintai Dara , apalagi Dara sedang mengandung anak Bryan jadi lelaki itu sangat protective .
Dering ponsel Jia nyaring berbunyi membuatnya tersentak dalam lamunan , Jia segera mengangkat panggilan teleponnya .
“Hallo sayang “ sapa lelaki pujaan Jiandra
Jia tersenyum senang mendengar suara Devan
“Iya sayang , ada apa ? “ tanya Jia
“Aku berada di parkiran kampus , kamu dimana ? Masih ada jam kelaskah? Keluar yuk beli makan “
Mata Jia berbinar , senyum mengembang dipipinya .
“Benarkah ? Aku keluar sekarang yang , tunggu “ ucap Jia mulai merapikan bukunya , ponselnya masih ditelinganya
“Aku tunggu ya sayang “ ucap Devan
“Iya kak Devann “ balas Jia lalu memasukan ponselnya ke saku .
Jia berjalan cepat menuju parkiran Mobil hendak mencari Devan yang telah menunggunya disana , banyak pasang mata menatap Jia sinis dan ada juga yang tersenyum bahagia , Jia tetap membalas senyum kepada mereka semua . Meski batinnya mendengus kesal .
Jia telah sampai diparkiran , matanya menyapu seluruh parkiran mencari keberadaan mobil Devan sampai ia menemukan mobil Devan terparkir . Devan segera berlari kecil menghampiri mobil Devan yang tertutup rapat .
Jia mengintip dari balik kaca mobil kemudi , terlihat Devan yang tengah memainkan ponselnya untuk mengecek beberapa email hingga tak sadar jika Jia mengawasi Devan dari bilik kaca jendela kemudi mobilnya .
Tuk tuk tuk
Jia mengetuk kaca jendela mobil Devan dan spontan Devan menoleh . Senyumnya mengembang melihat wanita yang ia tunggu tersenyum kepadanya , Devan segera membuka jendela kaca mobilnya .
“Masuk yang “ ucap Devan dengan senyumnya
Jia mengangguk lalu berjalan ke samping mobil Devan untuk masuk kedalam mobil .
“Huhh Ademnyaaaaa…. “ seru Jia yang baru saja duduk disamping kursi kemudi mobil Devan , AC mobil yang menyala dan wangi didalam mobil Devan memang menenangkan .
Devan terkekeh pelan lalu mengusap rambut Jia lembut menyelipkan beberapa rambut Jia , membuat Jia merona .
“Aku sengaja hidupin AC lebih dulu , karena aku tau kamu pasti akan gerah “ Devan terkekeh
Senyum mengembang terukir di bibir cantik Jia , Devan sangat tau apa yang ia butuhkan .
“Diluar sangat panas dan gerah , dan kamu selalu tau apa yang aku perlukan “ ucap Jia tersenyum
Devan tak tahan lagi , ia segera menarik tangan Jia dan memeluk Jia erat .
“Aduh gemasnyaaa , kangen banget deh “ ucap Devan menggoda jia dengan nada lebay khas Devan .
Jia membalas pelukan Devandra dan terkikik geli
“Aku juga kangen kamu “ ucapnya tersenyum dalam pelukan Devan , memejamkan matanya dan merasakan nyamannya pelukan lelakinya .
Devan melepas pelukan Jia , dan beralih menggenggam tangan Jia erat .
“Mau makan apa dan dimana ? “ tanya Devan
Jia terlihat berpikir “ Mau makan apa ya ? , uhmm mau apa ya? Terserah kamu aja deh “ ucapnya dengan senyum jenaka
Devan terlihat gemas lalu mencubit pipi Jia pelan
“Terserah dehh “ cibir Devan membuat jia tertawa
“Hahahhaa ,apa sih yangg , kan bener terserah kamu saja mau makan dimana aku mah ayuk “ ucap Jia dengan tawanya .
“Baiklah , kalau begitu kita makan seafood ya “ ucap Devan lalu menghidupkan mobilnya dan segera memutar stir kemudinya untuk melaju keluar kampus .
Mobil Devan meninggalkan pekarangan kampus dan melaju menuju Restaurant seafood yang telah Devan dan Jia tentukan …
Selama diperjalanan seperti biasa tangan Devan menggenggam tangan jia erat , ini seperti habit untuk Devan , dan Jiandra pun tak mempermasalahkan , ia dengan senang hati menerima genggaman tangan Devan
Jia sesekali melirik Devan yang fokus berkemudi , dan ia baru sadar jika Devan tak berpakaian kantor seperti biasanya .
“Eh … aku kok baru sadar yang , kamu tumben tidak pakai baju kantor ? “ tanya Jia menelisik membuat Devan melirik dan tersenyum tipis
“Pulang cepat , kangen calon istri “ ucap Devan lalu mencium tangan Jia .
Blushh
Wajah Jia memerah , ia dibuat salah tingkah oleh Devan .
“Gomballl “ ucap Jia singkat membuat Devan terkekeh geli .
......................
Jiandra menelisik Devan yang tengah membuka seatbelt ,
“Katanya mau makan seafood ? “ ucap Jia
“Makan di Restaurant Camer lebih nikmat “ cengir Devan membuat Jia menggelengkan kepalanya .
Ya , Devan membawa Jia ke Restaurant milik orang tuanya .
Jia melihat mobil papa Kendra terparkir rapi didepan restaurant .
“Sepertinya papa dan mama ada didalam “ ucap Jia kepada Devan
Devan mengangguk ….
“ Yuk turun “ ajak Devan
Jiandra dan Devan pun membuka pintu mobil dan segera turun , merka berjalan beriringan tak lupa tangannya saling menggenggam .
Jia melihat punggung papa Kendra tengah duduk seorang diri sembari memainkan laptop , Jia melepas tautan tangan Devan lalu berlari kecil meninggalkan Devan kearah papanya , Jia menutup mata papa Kendra dengan tangannya .
Devan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat kelakuan Jiandra .
“Siapa nih “ ucap papa Kendra
“Tebak siapa aku “ ucap Jia dengan nada yang ia buat-buat
“Sudahlah Jia , jangan bermain-main “ dengus papa Kendra membuat Jia kesal lalu melepas tangannya .
“Iss kok papa tauuu “ kesal Jia
Papa Kendra tersenyum tipis lalu melanjutkan gerakan tangan di keyboard laptopnya
“Tau lah , kalau tidak berarti papa lupa punya anak seperti kamu “ ucap papa Kendra membuat Jia mencibir
“Kemari dengan siapa? “ tanya papa Kendra
“Dengan tuhh “ tunjuk Jia kebelakang menggunakan gerakan kepalanya .
Kendra segera menoleh kebelakang , terlihat Devan yang tengah berjalan menghampiri . Kendra tersenyum sumringah , ia segera berdiri lalu memeluk Devan yang telah ada didepannya .
“Devan , menantuku apa kabar? “ seru papa Ken terlihat sangat bahagia setelah kedatangan Devan .
“Aishh papa ini , tanya kabar segala memang aku habis kemana “ dengus Devan dipelukan papa Kendra
“Kau terlalu sibuk van , papa tak punya teman debat bermain “ ucap papa Kendra lalu melepas pelukannya
Devan tersenyum lalu duduk disamping papa Kendra ,
“Agak sibuk akhir-akhir ini pah , tapi tenang saja sebentar lagi aku akan punya sekertaris baru yang akan membantuku “ ucap Devan membuat Jia terkejut .
Mata Jia memincing kearah Devan, menelisik sesuatu
“Kok kak Devan gak cerita ke aku kalau dia rekrut sekertaris sih ? “ batinnya kesal namun Jia tak berani menanyakan lebih lanjut apalagi itu masalah pekerjaan , ia takut membuat Devan merasa terkekang
“Benarkah ? kalau begitu kamu bisa bermain kerumah lebih sering nanti “ ucap papa Kendra senang
Devan mengangguk “ Tentu saja pah “
Jia menghela nafasnya , kedua pria ini jika bertemu memang selalu heboh .
“Kak mau makan apa? dan minum apa ? “ tanya Jia kepada Devan .
“Aku mau Es jeruk sama Nasi goreng seafood saja yang “ ucap Devan lalu Jia mengangguk
“Pah mama dimana ? “ tanya Jia kepada papa Ken
“Mama diatas “ ucap papa Kendra
Jiapun hendak pergi namun suara Devan membuatnya berhenti sejenak
“Mau kemana ? “ tanya Devan
“Mau siapin makanan kamu , sambil cari mama sebentar . Kamu sama papa dulu ya “ ucap Jia
Devan mengangguk dan tersenyum mempersilahkan Jiandra untuk pergi
“Sudah biarkan , dia memang suka tidak enak meminta bantuan karyawan papa . Kasian katanya “ ucap papa Kendea cekikikan membuat Devan mengangguk .
Devan melihat Jia yang berjalan menuju kitchen , ia menghela nafasnya panjang
“JIA , kamu hebat !! Ditengah gonjang-ganjing pikiran orang terhadapmu , terlebih orang yang sekarang tak suka padamu karena hubungan kita , bahkan omongan orang yang mungkin menyakitimu . Kamu masih tetap bisa menutupi itu semua dariku . Bahkan masih bisa memperlihatkan senyummu. Aku bersyukur kamu yang menjadi pendampingku “ batin Devan terenyuh
Bukan hal yang sulit mengetahui keadaan Jia dikampusnya , Devan mentitahkan seseorang untuk menjadi mata-mata Jia yang tugasnya untuk melindungi Jia . Dan ya , Devan mendapatkan laporan orang-orang sering berprilaku nyeleneh kepada Jia semenjak Jia menjadi tunangan Devan . Itu membuat perasaan Devan sesak , ia menunggu Jia mengungkapkan itu semua kepadanya namun sampai saat ini Jia masih menutupinya dan tak pernah bercerita apapun tentang kejadian buruk yang menimpanha di kampus .
......................
...Lanjut siang nanti ya 🤗...
...Jangan lupa like ya kakak-kakak readers , your like and comment is my strong support ❤️❤️...