Oh My Man

Oh My Man
Jiandra , kau hebat !


Acara pertunangan Devandra dan Jiandra sudah sepekan berlalu , hubungan mereka berdua tentu sedang hangat-hangatnya .


Devan selalu memberikan waktunya kepada Jia disela-sela kesibukannya sebagai seorang CEO MHS’company , meski hanya sekedar mengantar jemput Jia dari kampus maupun hanya untuk pergi makan siang .


Karena Jiandra juga diketahui sebagai calon menantu keluarga Mahes oleh seluruh warga kampus , membuatnya sangat disegani oleh teman-temannya ,maupun dosen ,dan para rektor . Itu membuatnya sangat risih menurutnya tak seharusnya seperti itu apalagi ada beberapa orang yang iri dan terang-terangan menyinggungnya karena bisa bersanding dengan Devandra . Ada yang mengatakan jika Jia menggoda Devan lah , ada yang mengatakan jika Jia tak pantas bersanding dengan Devandra lah meski ada beberapa yang bahagia dengan kabar pertunangannya dengan Devandra , Jia mensyukurinya .


Jia menghela nafas panjangnya


“Hahhhh sudah resiko ini mah jadi tunangan kak Devan , akan aku buktikan jika aku pantas bersanding dengan kak Devan “ batinnya bermonolog .


Jia tengah berada di dalam kelasnya , enggan rasanya untuk keluar kelasnya , karena jam pelajaran telah selesai kelas terlihat sangat sepi .


Ingin pergi bersama Tya,Dara dan Bryan namun mereka sedang ada kelas , Jia sempat mengabari keberadaanya lewat Group Whatsapp yang mereka buat ber-4. Hubungan Jia dengan Dara maupun Bryan yang statusnya adalah suami Dara juga membaik , mereka berteman saat ini perlakuan Bryan terhadap Dara membuktikan bahwa Bryan benar-benar mencintai Dara , apalagi Dara sedang mengandung anak Bryan jadi lelaki itu sangat protective .


Dering ponsel Jia nyaring berbunyi membuatnya tersentak dalam lamunan , Jia segera mengangkat panggilan teleponnya .


“Hallo sayang “ sapa lelaki pujaan Jiandra


Jia tersenyum senang mendengar suara Devan


“Iya sayang , ada apa ? “ tanya Jia


“Aku berada di parkiran kampus , kamu dimana ? Masih ada jam kelaskah? Keluar yuk beli makan “


Mata Jia berbinar , senyum mengembang dipipinya .


“Benarkah ? Aku keluar sekarang yang , tunggu “ ucap Jia mulai merapikan bukunya , ponselnya masih ditelinganya


“Aku tunggu ya sayang “ ucap Devan


“Iya kak Devann “ balas Jia lalu memasukan ponselnya ke saku .


Jia berjalan cepat menuju parkiran Mobil hendak mencari Devan yang telah menunggunya disana , banyak pasang mata menatap Jia sinis dan ada juga yang tersenyum bahagia , Jia tetap membalas senyum kepada mereka semua . Meski batinnya mendengus kesal .


Jia telah sampai diparkiran , matanya menyapu seluruh parkiran mencari keberadaan mobil Devan sampai ia menemukan mobil Devan terparkir . Devan segera berlari kecil menghampiri mobil Devan yang tertutup rapat .


Jia mengintip dari balik kaca mobil kemudi , terlihat Devan yang tengah memainkan ponselnya untuk mengecek beberapa email hingga tak sadar jika Jia mengawasi Devan dari bilik kaca jendela kemudi mobilnya .


Tuk tuk tuk


Jia mengetuk kaca jendela mobil Devan dan spontan Devan menoleh . Senyumnya mengembang melihat wanita yang ia tunggu tersenyum kepadanya , Devan segera membuka jendela kaca mobilnya .


“Masuk yang “ ucap Devan dengan senyumnya


Jia mengangguk lalu berjalan ke samping mobil Devan untuk masuk kedalam mobil .


“Huhh Ademnyaaaaa…. “ seru Jia yang baru saja duduk disamping kursi kemudi mobil Devan , AC mobil yang menyala dan wangi didalam mobil Devan memang menenangkan .


Devan terkekeh pelan lalu mengusap rambut Jia lembut menyelipkan beberapa rambut Jia , membuat Jia merona .


“Aku sengaja hidupin AC lebih dulu , karena aku tau kamu pasti akan gerah “ Devan terkekeh


Senyum mengembang terukir di bibir cantik Jia , Devan sangat tau apa yang ia butuhkan .


“Diluar sangat panas dan gerah , dan kamu selalu tau apa yang aku perlukan “ ucap Jia tersenyum


Devan tak tahan lagi , ia segera menarik tangan Jia dan memeluk Jia erat .


“Aduh gemasnyaaa , kangen banget deh “ ucap Devan menggoda jia dengan nada lebay khas Devan .


Jia membalas pelukan Devandra dan terkikik geli


“Aku juga kangen kamu “ ucapnya tersenyum dalam pelukan Devan , memejamkan matanya dan merasakan nyamannya pelukan lelakinya .


Devan melepas pelukan Jia , dan beralih menggenggam tangan Jia erat .


“Mau makan apa dan dimana ? “ tanya Devan


Jia terlihat berpikir “ Mau makan apa ya ? , uhmm mau apa ya? Terserah kamu aja deh “ ucapnya dengan senyum jenaka


Devan terlihat gemas lalu mencubit pipi Jia pelan


“Terserah dehh “ cibir Devan membuat jia tertawa


“Hahahhaa ,apa sih yangg , kan bener terserah kamu saja mau makan dimana aku mah ayuk “ ucap Jia dengan tawanya .


“Baiklah , kalau begitu kita makan seafood ya “ ucap Devan lalu menghidupkan mobilnya dan segera memutar stir kemudinya untuk melaju keluar kampus .


Mobil Devan meninggalkan pekarangan kampus dan melaju menuju Restaurant seafood yang telah Devan dan Jia tentukan …


Selama diperjalanan seperti biasa tangan Devan menggenggam tangan jia erat , ini seperti habit untuk Devan , dan Jiandra pun tak mempermasalahkan , ia dengan senang hati menerima genggaman tangan Devan


Jia sesekali melirik Devan yang fokus berkemudi , dan ia baru sadar jika Devan tak berpakaian kantor seperti biasanya .


“Eh … aku kok baru sadar yang , kamu tumben tidak pakai baju kantor ? “ tanya Jia menelisik membuat Devan melirik dan tersenyum tipis


“Pulang cepat , kangen calon istri “ ucap Devan lalu mencium tangan Jia .


Blushh


Wajah Jia memerah , ia dibuat salah tingkah oleh Devan .


“Gomballl “ ucap Jia singkat membuat Devan terkekeh geli .


......................


Jiandra menelisik Devan yang tengah membuka seatbelt ,


“Katanya mau makan seafood ? “ ucap Jia


“Makan di Restaurant Camer lebih nikmat “ cengir Devan membuat Jia menggelengkan kepalanya .


Ya , Devan membawa Jia ke Restaurant milik orang tuanya .


Jia melihat mobil papa Kendra terparkir rapi didepan restaurant .


“Sepertinya papa dan mama ada didalam “ ucap Jia kepada Devan


Devan mengangguk ….


“ Yuk turun “ ajak Devan


Jiandra dan Devan pun membuka pintu mobil dan segera turun , merka berjalan beriringan tak lupa tangannya saling menggenggam .


Jia melihat punggung papa Kendra tengah duduk seorang diri sembari memainkan laptop , Jia melepas tautan tangan Devan lalu berlari kecil meninggalkan Devan kearah papanya , Jia menutup mata papa Kendra dengan tangannya .


Devan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis melihat kelakuan Jiandra .


“Siapa nih “ ucap papa Kendra


“Tebak siapa aku “ ucap Jia dengan nada yang ia buat-buat


“Sudahlah Jia , jangan bermain-main “ dengus papa Kendra membuat Jia kesal lalu melepas tangannya .


“Iss kok papa tauuu “ kesal Jia


Papa Kendra tersenyum tipis lalu melanjutkan gerakan tangan di keyboard laptopnya


“Tau lah , kalau tidak berarti papa lupa punya anak seperti kamu “ ucap papa Kendra membuat Jia mencibir


“Kemari dengan siapa? “ tanya papa Kendra


“Dengan tuhh “ tunjuk Jia kebelakang menggunakan gerakan kepalanya .


Kendra segera menoleh kebelakang , terlihat Devan yang tengah berjalan menghampiri . Kendra tersenyum sumringah , ia segera berdiri lalu memeluk Devan yang telah ada didepannya .


“Devan , menantuku apa kabar? “ seru papa Ken terlihat sangat bahagia setelah kedatangan Devan .


“Aishh papa ini , tanya kabar segala memang aku habis kemana “ dengus Devan dipelukan papa Kendra


“Kau terlalu sibuk van , papa tak punya teman debat bermain “ ucap papa Kendra lalu melepas pelukannya


Devan tersenyum lalu duduk disamping papa Kendra ,


“Agak sibuk akhir-akhir ini pah , tapi tenang saja sebentar lagi aku akan punya sekertaris baru yang akan membantuku “ ucap Devan membuat Jia terkejut .


Mata Jia memincing kearah Devan, menelisik sesuatu


“Kok kak Devan gak cerita ke aku kalau dia rekrut sekertaris sih ? “ batinnya kesal namun Jia tak berani menanyakan lebih lanjut apalagi itu masalah pekerjaan , ia takut membuat Devan merasa terkekang


“Benarkah ? kalau begitu kamu bisa bermain kerumah lebih sering nanti “ ucap papa Kendra senang


Devan mengangguk “ Tentu saja pah “


Jia menghela nafasnya , kedua pria ini jika bertemu memang selalu heboh .


“Kak mau makan apa? dan minum apa ? “ tanya Jia kepada Devan .


“Aku mau Es jeruk sama Nasi goreng seafood saja yang “ ucap Devan lalu Jia mengangguk


“Pah mama dimana ? “ tanya Jia kepada papa Ken


“Mama diatas “ ucap papa Kendra


Jiapun hendak pergi namun suara Devan membuatnya berhenti sejenak


“Mau kemana ? “ tanya Devan


“Mau siapin makanan kamu , sambil cari mama sebentar . Kamu sama papa dulu ya “ ucap Jia


Devan mengangguk dan tersenyum mempersilahkan Jiandra untuk pergi


“Sudah biarkan , dia memang suka tidak enak meminta bantuan karyawan papa . Kasian katanya “ ucap papa Kendea cekikikan membuat Devan mengangguk .


Devan melihat Jia yang berjalan menuju kitchen , ia menghela nafasnya panjang


“JIA , kamu hebat !! Ditengah gonjang-ganjing pikiran orang terhadapmu , terlebih orang yang sekarang tak suka padamu karena hubungan kita , bahkan omongan orang yang mungkin menyakitimu . Kamu masih tetap bisa menutupi itu semua dariku . Bahkan masih bisa memperlihatkan senyummu. Aku bersyukur kamu yang menjadi pendampingku “ batin Devan terenyuh


Bukan hal yang sulit mengetahui keadaan Jia dikampusnya , Devan mentitahkan seseorang untuk menjadi mata-mata Jia yang tugasnya untuk melindungi Jia . Dan ya , Devan mendapatkan laporan orang-orang sering berprilaku nyeleneh kepada Jia semenjak Jia menjadi tunangan Devan . Itu membuat perasaan Devan sesak , ia menunggu Jia mengungkapkan itu semua kepadanya namun sampai saat ini Jia masih menutupinya dan tak pernah bercerita apapun tentang kejadian buruk yang menimpanha di kampus .


......................


...Lanjut siang nanti ya 🤗...


...Jangan lupa like ya kakak-kakak readers , your like and comment is my strong support ❤️❤️...