
Mobil Devan telah sampai dengan sempurna didepan gedung Abraham’Hotels ..
Terlihat para wartawan yang datang untuk mengabadikan moment ini , sebagai perusahaan besar tentu saja para wartawan sangat senang jika mereka mendapatkan berita terhangat mengenai MHS’company .
Jia terlihat gugup ketika ia melihat banyak wartawan diluar sana .
“Apa kau gugup ? “ tanya Devan yang masih enggan keluar dari dalam mobilnya
Melihat Jia yang sedikit panik membuat Devan ingin menenangkan Jia lebih dulu .
“Sedikit “ ucap Jia menampilkan barisan giginya .
“Aku akan menggenggam tangamu erat, jadi jangan takut . Tegapkan badanmu , luruskan pandanganmu kedepan . “
Jiandra mengangguk dan tersenyum
“Apa kau siap Nyonya Muda Mahes ? “ tanya Devan
Jia mengangguk ragu
“Aku siap “
Devandra membuka pintu mobilnya , para pengawal yang telah disiapkan Rendy mulai menjaga dan memperketat keamanan disekitar mobil Devan agar para wartawan tidak berkerumun disana .
Devan mengulurkan tangannya kepada Jia , ketika ia telah lebih dulu turun dari dalam mobil .
Jia menerima uluran tangan Devan , wajah cantiknya tersenyum manis
“Terimakasih “ ucap Jia saat ia sudah turun dari dalam mobil
Devandra mengangguk dan tersenyum
Jiandra memegang lengan Devan , bergelayut pada lengan Devan yang kekar seketika membuat Jia merasa nyaman dan percaya diri .
Devan dan Jiandra mulai berjalan memasuki Hotel yang dimana acara ulang tahun perusahaan akan dilangsungkan ..
Para wartawan mulai menggencarkan aksinya , memberikan beberapa pertanyaan kepada Jia dan Devandra .
“Tuan Muda Mahes , kapan kalian akan melangsungkan pernikahan ? “
“Tuan muda mahes , bagaimana perasaan anda saat ini ? “
“Tuan Muda Mahes , apa harapan anda kedepannya ?“
Dan masih banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan , Jiandra menebarkan senyum manisnya kepada semua orang begitupula Devan .
Devan berhenti sejenak , membuat Jia pun ikut berhenti
“Masuklah kedalam , saya akan menjawab semua pertanyaan kalian satu-persatu “ ucap Devan kepada seluruh wartawan
Wartawan sontak sangat senang dengan penawaran Devan , mereka mengucapkan terimakasih dengan kompak ..
Devan dan Jia melanjutkan langkah kaki mereka menuju Ballroom tempat pelaksanaan acara ..
...----------------...
Ribuan Karyawan terlihat sangat bahagia , mereka saling bercerita dan bercengkrama tentang pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka .
Kedatangan Jia dan Devan membius mereka semua , mereka tersenyum dan menunduk hormat kepada Devan dan Jiandra ..
Devan dan Jia berjalan menuju papa Mahes dan mama Devya yang sedang bercengkrama dengan beberapa koleganya ..
“Mahh , pahh “ sapa Devan
“Devan , Jia sudah sampai ? “ tanya papa Mahes
“Sudah pah ,mah “ ucap Jia lalu mendekati papa Mahes dan mama Devya
Jiandra mencium tangan papa Mahes dan memeluk mama Devya erat ..
“Cantik sekali calon menantu mama “ puji mama Devya membuat Jiandra merona
“Tuan , Nyonya .. Calon Manantumu sangat cantik “ ucap salah satu kolega yang baru saja datang untuk menyapa
“Tuan Abraham “ sapa Devan dengan senang
Papa Mahes menggelengkan kepalanya , ia segera menghampir tuan Haris Abraham . Papa Mahes merengkuh tubuh sahabatnya dengan erat
“Apa kabarmu riss ? “
“Terimakasih telah datang keacara sederhana kami “ sambung papa Mahes
Tuan Abraham terkekeh
“Sederhana dari hongkong , ini acara yang fantastic hes . Selamat untukmu dan untuk Devan , MHS’company benar-benar luar biasa “ puja Haris Abraham , sang pemilik Hotel yang menjadi rekan bisnis Devan dan Sahabat papa Mahes sejak SMA
Jiandra yang mendengar nama “ Tuan Abraham “ sontak membuatnya memegang kalung pemberian tuan Abraham .
Jiandra tersenyum senang , karena ia bisa bertemu langsung dengan tuan Abraham .
“Ini calon menantumu , ? “ tanya tuan Abraham
Papa Mahes mengangguk dengan senyum bangganya
“Apa kau tau dia anak siapa ris ? “ ucap mama Devya yang juga mengenal Tuan Abraham dengan baik ..
“Entahlah , aku tidak tau .. Namun melihat wajahnya seperti-nya aku mengenal gadis ini . “ ucap Tuan Abraham menelisik wajah Jia
Jia menampilkan senyum manisnya dengan sopan
“Dia anak si Kendra dan Sita “ ucap papa Mahes
Tuan Haris Abraham sontak terkejut dan membukatkan matanya , ia berjalan mendekati Jia
“Whattt ?? Benarkahhh ? , dia anak si Kendra dan Sita ? “ tanya tuan Abrahan terkejut
Jiandra menunduk hormat
“Terimakasih tuan Abraham , untuk hadiah yang sangat indah yang anda berikan kepada saya “ ucap Jia tulus ..
Tuan Abraham merengkuh tubuh Jia , memeluk Jia hangat
Sementara papa Mahes dan mama Devya terkekeh geli melihat kelakuan tuan Abraham
“Aku tak menyangka Sita akan melahirkan anak secantik kamu , jika dia jadi denganku apa anakku akan secantik dirimu ? “ tanya-nya pada Jia membuat Devan dan Jiandra membulatkan matanya ..
Papa Mahes dan Mama Devya tertawa terbahak-bahak
“Hahahaha , kau masih saja suka melawak ris kau mau aku adukan dengan Sisilia “ ejek mama Devya seraya mengancam
Tuan Abraham menggaruk tengkuknya yang tak gatal , sebenarnya ia tak ada maksud lain hanya saja ia suka sekali berumpama
“Jangan macam-macam kau Devya “ ancam Tuan Abraham
Papa Mahes tertawa terbahak-bahak seraya menggelengkan kepalanya pelan
“Aku tak mengerti maksud semua ini yang “ cicit Jia kepada Devan
Mama Devya yang mendengar ucapan Jia sontak mendekati Jia
“Sayang , dia itu “ tunjuk mama Devya kepada Tuan Abraham yang kini berdiri disamping papa Mahes
“Dia itu sahabat Papamu dan papa Mahes dan ada satu lagi namanya Keenan AdiCandra, mama dan mama-mu mengenal mereka saat kita SMA dulu . Dahulu sekali , aku lebih dulu pacaran dengan si Mahes itu tu “ ucap mama Devya menunjuk papa Mahes
“Sita adalah temanku jadi ketika kita mama pergi untuk nongkrong bersama papa Mahes , Mama selalu megajak Sita begitupula papa Mahes selalu mengajak Kendra, Haris dan Keenan.. “
“Disitu-lah awal mula papamu dan si Haris memperebutkan cinta mama-mu “ ucap mama Devya cekikikan ketika ia mengingat masa lalunya yang menyenangkan
“Saat itu dua lelaki itu mengejar mama-mu , mereka berlomba menjadi lelaki yang baik agar menjadi pemenang hati mama-mu , tak jarang mereka selalu mengganggu kami ( Mama Devya dan papa Mahes ) untuk meminta saran cara merebut hati Sita “
“Akhirnya mama-mu lebih dulu menyukai Kendra , dan disitulah Haris mulai kesal .. Bahkan Kendra dan Haris pernah bersiteru tegang hahahaha “ sambung mama Devya bercerita
Tuan Abraham dan papa Mahes saling bersitatap mendengar Devya bercerita
Devan mengangguk-angguk saja ketika mendengar penjeladan dari mama-nya
Jiandra akhirnya tertawa terbahak-bahak
“Ohh hahahaha berarti tuan Abraham dulu menyukai mama ? “ tanya Jia
Mama Devya mengangguk dan tersenyum
“Itu dulu , ketika ia belum bertemu dengan cinta sejatinya .. “
“Pantas saja papa Kendra tak mau datang hari ini , mungkin karena papa tau jika acara ini diadakan di Abraham’hotels . “ ucap Devan cekikikan
Tuan Abraham menghela nafas kasarnya
“Kendra selalu begitu , dia sangat cemburu berlebihan jika Sita berdekatan denganku , padahal ia tau aku sudah memiliki Sisilia.. Semua itu cerita lawas , ahh aku ingin sekali bertemu dengan Kendra dan kita berkumpul bersama dengan istri kita masing-masing .. “
“Akan aku jadwalkan nanti , kau harus datang “ pinta papa Mahes
“Tentu saja aku akan datang , lagi pula aku tak memegang banyak kerjaan sekarang .. Nathan telah meggantikan-ku dan ia juga memiliki Sekertaris yang handal jadi aku tak perlu ruet “ ucap Tuan Abraham
“Sekertaris Nathan memang sangat cekatan dan pintar , ia sering mendapatkan Award sebagai sekertaris terbaik sepanjang tahun “ ucap Devan membenarkan ucapan Tuan Abraham
“Apa kau mengenal Nathan van ? “ tanya Tuan Abraham
Devan mengangguk
“Dia kakak tingkat-ku sewaktu kuliah , tapi kami tak seakrab itu .. “
Tuan Abraham mengangguk dan tersenyum penuh arti
“Van , cobalah kamu bekerja sama dengannya aku ingin kalian berteman baik , ketika kamu menikah lebih dulu nanti rayulah dia agar mau menikah “ ucap Tuan Abraham sendu
“Bukankah tuan Nathan memiliki hubungan dengan Ayunda sekertarisnya ? “ tanya Devan bingung
Tuan Abraham menggeleng sedih
“Tidak , mereka berdua hanya sebatas teman kerja . Meski aku berharap banyak jika Ayunda yang menjadi istri Nathan kelak . Kehilangan Anggun membuatnya takut menjalin hubungan dengan wanita lagi , padahal Ayunda sangat baik dan menyayangi Alson . Wanita itu juga sangat dekat dengan Sisilian dan aku , tapi itu tak membuka mata Nathan untuk meminang Ayunda “
Devan dan Jia merasa iba dengan Tuan Abraham , begitu pula mama Devya dan papa Mahes
“Akan aku coba untuk mendekati Nathan dan berteman baik dengannya “ ucap Devan
“Jangalah terlalu dipikirkan , Tuhan pasti takkan memberikan jalan yang buruk kepada umatnya “ ucap papa Mahes merangkul tuan Abram
“Thanks hes “
Papa Mahes mengangguk
Jiandra dan Devan saling tatap penuh cinta , mereka sangat beruntung bertemu dengan orang-orang baik dan semua itu karena orang tua mereka yang sangat rendah hati …
“Kita lanjutkan acara van , kamu harus memotong kue “ ucap mama Devya
Devan mengangguk dan menggandeng tangan Jia menuju tempat ia akan memotong kue …
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE 💙💙
Kisah Nathan san Ayunda sudah release …
Jangan lupa favoritkan dulu , aku akan melanjutkan keseruan mereka setelah “Oh My Man “ tamat