
Pukul 07.00 Jia telah bersiap untuk pergi makan malam bersama sang kekasih .
Ia berdandan casual sederhana dengan rambut panjangnya yang dicepol keatas namun masih terkesan elegan dan manis . Bahkan wajahnya terlihat sangat Dewasa .
Jia keluar dari kamarnya dan melihat orang tuanya yang sedang asyik menonton televisi sembari tertawa riang .
“Asik banget sihh “ ucap Jia bergabung bersama sang Mama dan Papa
“Mau kemana kamu ? “ tanya Papa Kendra yang melihat samg putri telah rapi terlihat hendak ingin pergi keluar
“Biasaa anak muda , “ cengir Jia
“Memang anak muda biasanya mengapa ? “ tanya sang Papa menggoda Jia
“Isshh papa nih mahh “ jia merajuk
“Hahaha , hendak keluar dengan Devan ? “ tanya Mama sita
Jia mengangguk .
“Boleh kan pa ? Ma ? “ tanya Jia .
“Boleh saja , lebih baik begitu dari pada kamu gangguin waktu papa dan mama berduaan “ ucap papa Kendra sembari memeluk mama Sita erat
Jia memutar bola matanya malas
“Cikhh siapa yang pernah ganggu papa coba ? “ tanya Jia
“Kadang-kadang “ cengir Papa Kendra
“Devan sudah jalan kesini ? “ lanjut papa Kendra
“Belum tau pah ? Aku ke kamar dulu ya cek ponsel siapa tau ada pesan , aku ke kamar ma , pa “ izin Jia lalu berjalan menuju kamarnya .
Jia mengambil ponselnya dan melihat tak ada notifikasi apapun .
Pesan Jia beberapa menit lalu bahkan belum dibaca oleh Devan .
Jia mencoba untuk menghubungi Devan , namun tak ada jawaban .
“Apa kak Devan sibuk ya ? “ gumamnya
“Yasudah aku tunggu saja deh “ sambung Jia .
Jia kembali bergabung bersama sang mama dan papa sembari sesekali mengecek ponselnya . Berharap ada balasan dari kekasih hatinya .
“Devan jam sudah jalan kesini ? “ tanya Mama
“Sebentar lagi mah, kak Devan masih dikantor katanya “ Jia berbohong kepada mama sita . Ia takut jika ia jujur Devan tak memberinya kabar , Papa Kendra akan marah .
“Yasudah kamu tunggulah Devan dulu , papa sama mama mau masuk ke kamar dulu “
“Baiklahh, selamat malammm mah , pahh “ teriak Jia kepada sang mama dan papa yang telah berjalan menuju kamarnya .
Jia menunggu Devan sembari menonton televisi .
Pukul 08.30 masih belum ada pesan apapun dari Devan . Jia memutuskan untuk pergi kehalaman depan rumahnya .
Berjalan kesana-kemari sembari mengecek jam dipergelangan tangannya .
“Kak kamu gak papa kan ? Kenapa kamu tak bisa dihubungi ? “ gumam Jia .
Jia memutuskan untuk duduk di kursi yang tersedia di halaman depan rumahnya . Mengecek ponselnga setiap detik . Namun tak ada pesan apapun lagi dari Devan . Semenit kemudian Jia akhirnya tertidur dengan posisi terduduk dan bersandar pada tembok rumahnya .
09.00
Devan baru saja menyelesaikan semua pekerjaanya . Ia mendadak kedatangan klien dari Switzerland investor yang dulu ia kejar-kejar mendadak datang berkunjung .
Devan mengecek ponselnya . Ada banyak miscall dan pesan masuk dari Jia .
“ASTAGA JIA “ Devan hampir saja lupa jika ia mengajak Jia untuk makan malam bersama . Ia menepuk dahinya pelan
“Bodohh “ gumamnya .
Devan segera membereskan berkas , mengambil kunci mobil dan ponselnya . Ia segera berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah Jia . Ia merutuki kebodohannya yang melupakan janji makan malam mereka .
09.30
Mobil mewah Devan memasuki pekarangan rumah Jia . Devan keluar dari dalam mobilnya dan mendapati Jia yang sedang tidur dengan posisi terduduk
“Astaga Jia “
Devan berlari kearah Jia . Devan menjongkokkan badannya agar sesuai dengan Jia .
“ Sayang , “ ucap Devan membangunkan Jia sembari membelai lembut pipi Jia
“Bangun yang “ Devan berusaha membangunkan Jia .
Mata Jia mulai terbuka sedikit demi sedikit . Ia menguap pelan .
“Kak Devan “ ucap Jia terkejut melihat Devan didepannya .
Devan tersenyum manis kepada Jia
“Sayang maafkan aku terlambat datang , “ sesal Devan
“Kamu tak apa kan ? “ tanya Jia memastikan keadaan Devan
Devan mengertukan keningnya bingung
“Aku tak apa , kenapa ? “
Jia menggeleng pelan dan tersenyum
“Syukurlah jika kamu baik-baik saja , aku hanya khawatir padamu “ ucap Jia membuat Devan semakin merasa bersalah
“Sayang maafkan aku ya , mendadak ada klien yang datang dari Switzerland tadi . Jadi aku lupa jika kita memiliki janji makan malam bersamamu “ ucap Devan memohon maaf sembari menggenggam tangan Jia
Terbesit rasa kecewa diwajah Jia “ Lupa ? Dia yang mengajak , dia juga yang lupa “ batin Jia
“ Tak apa kak , yang penting kakak dalam keadaan baik-baik saja “ ucap Jia memaksakan senyumnya
“Yasudah , kamu pasti sudah mengantuk . Kamu tidur ya , aku antar kamu masuk “ ucap Devan merangkul bahu Jia .
Tambah kecewalah hati Jia “ Hikss aku nunggu kamu berjam-jam . Sekarang batal ? “ batin Jia meringis .
Namun baru saja Jia berdiri , cacing dalam perutnya memberonta , mendemo sang pemilik perut
Krukkk
Devan menatap Jia heran
“Kamu belum makan ? “
Jia menggeleng pelan “ Aku belum makan , kan nungguin kamu untuk makan malam bersama “ sendu Jia menunduk
Semakin bersalah-lah perasaan Devan saat ini . Devan segera menarik Jia kedalam pelukannya .
“Oh Jia sayanggg .. Maafkan aku ya , kita makan keluar sekarang mau ? “ tanya Devan
Jia mengangguk didalam pelukan Devan . Devan melepaskan pelukan mereka
“Tapi kamu mau berpakaian seperti ini yang ? “ tanya Jia
Devan memperhatikan pakaiannya
Pakaian kantor masih melekat pada badannya .
“Gak apa yukk keluar “ ujar Jia
“ Noo , kita pinjem baju papa aja “ saran Jia
Devan mengangguk tersenyum
“Boleh , boleh “ ungkap Devan senang . Sebenarnya ia memang merasa lengket menggunakan baju yang sama sejak Pagi . Menggunakan baju Papa Kendra tak buruk untuknya .
Mereka pun masuk kedalam rumah . Devan duduk disofa ruang tamu , sementara jia menggedor pintu kamar sang Papa dan Mama
TOK TOK TOk
“ Papa papa papa “ heboh Jia
Papa kendra segera menbuka pintu kamarnya
“Apa sih Jiaaa ? “ kesal papa Kendra membuat Jia nyengir
“Udah tidur ? “ tanya Jia
“Belum , kamu mau apa ? “ tanya Papa Kendra
“Pah ada baju seukuran kak Devan tidak ? Pinjem dong ya “ mohon Jia dengan wajah berbinarnya
“Untuk apa nak ? “
“Untuk kak Devan pah , kami hendak keluar tapi kak Devan masih pake pakaian kerja . “ cercah Jia
Papa Kendra segera memasuki kamarnya dan mengambil baju yang lama tak pernah ia kenakan dalam lemari untuk Devan .
“Ini “ Papa Kendra menyerahkan bajunya .
“Terimakasih pah , baik sekaliii “ puji Jia kepada sang papa membuat papa Kendra mendengus kesal . Pasalnya Jia menganggu ritual malamnya bersama sang istri .
Jia segera menyerahkan baju milik papa Kendra kepada Devan
“Kak pakai ini deh “ serah Jia
“Makasi ya , aku ganti dulu “ Devan segera pergi ke toilet luar kamar yang jaraknya dekat dengan kamar papa Kendra .
“ASTAGA , yang benar saja papa Ken , motif bajunya sangat kebocah-bocahan .” gumam Devan yang masih berada didalam kamar Mandi .
Devan segera keluar dari dalam kamar mandi dan alangkah terkejutnya melihat papa Kendra yang berdiri di samping pintu
“CEO gak punya duit , sukanya minjem baju “ sindir papa Kendra saat Devan baru saja keluar dari kamar mandi
“Astaga pahh “ kaget Devan
“CEO kismin “ sindir papa ken lagi
“Pinjem bentar doang pah , besok aku belikan sama pabrik-pabriknya . ini juga baju motifnya hiu-hiu “ kesal Devan
“Sombong amat .. pakai saja lagian minjem banyak protes “
Devan mendengus kesal
“Yayaya , Devan ajak anak gadis papa pergi dulu ya “ izinnya kepada Papa Kendra
“Ehmm , hati- hati “ ucap papa Kendra . Devan mencium tangan papa Kendra dan pergi ke ruang depan
“Yuk jalan “ ucap Devan kepada Jia yang tengah asik menonton
Jia menoleh kearah Devan
Iya terkikik geli “ Motif bajunya lucu ya “ goda Jia
Devan mendengus kesal “ Sudahlah jangan dibahas “
“Untung tetap tampan “ ucap Jia
“Tampannya aku punya kamu “ Devan mencubit kedua pipi Jia dan hendak menciumnya .
“EH DEVAN ….. kamu mau ngapain ? Jalan sekarang atau papa batalka izinnya “ suara bariton papa Kendra membuat mereka terkejut dan menoleh bersamaan .
“Hahaha iya-iya pa , kami jalan sekarang “ Devan segera menarik tangan Jia dan membawanya menuju mobil
“Dasar anak muda zaman sekarang sukanya nyosor terus .. Yes udah pada pergi semua , saatnya melanjutkan ritual cocok tanam “ Papa Kendra jingkrak-jingkrak kesenangan “
Tetep tampan kan ya 🥺