Oh My Man

Oh My Man
Cacing diperut TERIMAKASIH


Pukul 07.00 Jia telah bersiap untuk pergi makan malam bersama sang kekasih .



Ia berdandan casual sederhana dengan rambut panjangnya yang dicepol keatas namun masih terkesan elegan dan manis . Bahkan wajahnya terlihat sangat Dewasa .


Jia keluar dari kamarnya dan melihat orang tuanya yang sedang asyik menonton televisi sembari tertawa riang .


“Asik banget sihh “ ucap Jia bergabung bersama sang Mama dan Papa


“Mau kemana kamu ? “ tanya Papa Kendra yang melihat samg putri telah rapi terlihat hendak ingin pergi keluar


“Biasaa anak muda , “ cengir Jia


“Memang anak muda biasanya mengapa ? “ tanya sang Papa menggoda Jia


“Isshh papa nih mahh “ jia merajuk


“Hahaha , hendak keluar dengan Devan ? “ tanya Mama sita


Jia mengangguk .


“Boleh kan pa ? Ma ? “ tanya Jia .


“Boleh saja , lebih baik begitu dari pada kamu gangguin waktu papa dan mama berduaan “ ucap papa Kendra sembari memeluk mama Sita erat


Jia memutar bola matanya malas


“Cikhh siapa yang pernah ganggu papa coba ? “ tanya Jia


“Kadang-kadang “ cengir Papa Kendra


“Devan sudah jalan kesini ? “ lanjut papa Kendra


“Belum tau pah ? Aku ke kamar dulu ya cek ponsel siapa tau ada pesan , aku ke kamar ma , pa “ izin Jia lalu berjalan menuju kamarnya .


Jia mengambil ponselnya dan melihat tak ada notifikasi apapun .


Pesan Jia beberapa menit lalu bahkan belum dibaca oleh Devan .


Jia mencoba untuk menghubungi Devan , namun tak ada jawaban .


“Apa kak Devan sibuk ya ? “ gumamnya


“Yasudah aku tunggu saja deh “ sambung Jia .


Jia kembali bergabung bersama sang mama dan papa sembari sesekali mengecek ponselnya . Berharap ada balasan dari kekasih hatinya .


“Devan jam sudah jalan kesini ? “ tanya Mama


“Sebentar lagi mah, kak Devan masih dikantor katanya “ Jia berbohong kepada mama sita . Ia takut jika ia jujur Devan tak memberinya kabar , Papa Kendra akan marah .


“Yasudah kamu tunggulah Devan dulu , papa sama mama mau masuk ke kamar dulu “


“Baiklahh, selamat malammm mah , pahh “ teriak Jia kepada sang mama dan papa yang telah berjalan menuju kamarnya .


Jia menunggu Devan sembari menonton televisi .


Pukul 08.30 masih belum ada pesan apapun dari Devan . Jia memutuskan untuk pergi kehalaman depan rumahnya .


Berjalan kesana-kemari sembari mengecek jam dipergelangan tangannya .


“Kak kamu gak papa kan ? Kenapa kamu tak bisa dihubungi ? “ gumam Jia .


Jia memutuskan untuk duduk di kursi yang tersedia di halaman depan rumahnya . Mengecek ponselnga setiap detik . Namun tak ada pesan apapun lagi dari Devan . Semenit kemudian Jia akhirnya tertidur dengan posisi terduduk dan bersandar pada tembok rumahnya .


09.00


Devan baru saja menyelesaikan semua pekerjaanya . Ia mendadak kedatangan klien dari Switzerland investor yang dulu ia kejar-kejar mendadak datang berkunjung .


Devan mengecek ponselnya . Ada banyak miscall dan pesan masuk dari Jia .


“ASTAGA JIA “ Devan hampir saja lupa jika ia mengajak Jia untuk makan malam bersama . Ia menepuk dahinya pelan


“Bodohh “ gumamnya .


Devan segera membereskan berkas , mengambil kunci mobil dan ponselnya . Ia segera berkendara dengan kecepatan tinggi menuju rumah Jia . Ia merutuki kebodohannya yang melupakan janji makan malam mereka .


09.30


Mobil mewah Devan memasuki pekarangan rumah Jia . Devan keluar dari dalam mobilnya dan mendapati Jia yang sedang tidur dengan posisi terduduk


“Astaga Jia “


Devan berlari kearah Jia . Devan menjongkokkan badannya agar sesuai dengan Jia .


“ Sayang , “ ucap Devan membangunkan Jia sembari membelai lembut pipi Jia


“Bangun yang “ Devan berusaha membangunkan Jia .


Mata Jia mulai terbuka sedikit demi sedikit . Ia menguap pelan .


“Kak Devan “ ucap Jia terkejut melihat Devan didepannya .


Devan tersenyum manis kepada Jia


“Sayang maafkan aku terlambat datang , “ sesal Devan


“Kamu tak apa kan ? “ tanya Jia memastikan keadaan Devan


Devan mengertukan keningnya bingung


“Aku tak apa , kenapa ? “


Jia menggeleng pelan dan tersenyum


“Syukurlah jika kamu baik-baik saja , aku hanya khawatir padamu “ ucap Jia membuat Devan semakin merasa bersalah


“Sayang maafkan aku ya , mendadak ada klien yang datang dari Switzerland tadi . Jadi aku lupa jika kita memiliki janji makan malam bersamamu “ ucap Devan memohon maaf sembari menggenggam tangan Jia


Terbesit rasa kecewa diwajah Jia “ Lupa ? Dia yang mengajak , dia juga yang lupa “ batin Jia


“ Tak apa kak , yang penting kakak dalam keadaan baik-baik saja “ ucap Jia memaksakan senyumnya


“Yasudah , kamu pasti sudah mengantuk . Kamu tidur ya , aku antar kamu masuk “ ucap Devan merangkul bahu Jia .


Tambah kecewalah hati Jia “ Hikss aku nunggu kamu berjam-jam . Sekarang batal ? “ batin Jia meringis .


Namun baru saja Jia berdiri , cacing dalam perutnya memberonta , mendemo sang pemilik perut


Krukkk


Devan menatap Jia heran


“Kamu belum makan ? “


Jia menggeleng pelan “ Aku belum makan , kan nungguin kamu untuk makan malam bersama “ sendu Jia menunduk


Semakin bersalah-lah perasaan Devan saat ini . Devan segera menarik Jia kedalam pelukannya .


“Oh Jia sayanggg .. Maafkan aku ya , kita makan keluar sekarang mau ? “ tanya Devan


Jia mengangguk didalam pelukan Devan . Devan melepaskan pelukan mereka


“Tapi kamu mau berpakaian seperti ini yang ? “ tanya Jia


Devan memperhatikan pakaiannya



Pakaian kantor masih melekat pada badannya .


“Gak apa yukk keluar “ ujar Jia


“ Noo , kita pinjem baju papa aja “ saran Jia


Devan mengangguk tersenyum


“Boleh , boleh “ ungkap Devan senang . Sebenarnya ia memang merasa lengket menggunakan baju yang sama sejak Pagi . Menggunakan baju Papa Kendra tak buruk untuknya .


Mereka pun masuk kedalam rumah . Devan duduk disofa ruang tamu , sementara jia menggedor pintu kamar sang Papa dan Mama


TOK TOK TOk


“ Papa papa papa “ heboh Jia


Papa kendra segera menbuka pintu kamarnya


“Apa sih Jiaaa ? “ kesal papa Kendra membuat Jia nyengir


“Udah tidur ? “ tanya Jia


“Belum , kamu mau apa ? “ tanya Papa Kendra


“Pah ada baju seukuran kak Devan tidak ? Pinjem dong ya “ mohon Jia dengan wajah berbinarnya


“Untuk apa nak ? “


“Untuk kak Devan pah , kami hendak keluar tapi kak Devan masih pake pakaian kerja . “ cercah Jia


Papa Kendra segera memasuki kamarnya dan mengambil baju yang lama tak pernah ia kenakan dalam lemari untuk Devan .


“Ini “ Papa Kendra menyerahkan bajunya .


“Terimakasih pah , baik sekaliii “ puji Jia kepada sang papa membuat papa Kendra mendengus kesal . Pasalnya Jia menganggu ritual malamnya bersama sang istri .


Jia segera menyerahkan baju milik papa Kendra kepada Devan


“Kak pakai ini deh “ serah Jia


“Makasi ya , aku ganti dulu “ Devan segera pergi ke toilet luar kamar yang jaraknya dekat dengan kamar papa Kendra .


“ASTAGA , yang benar saja papa Ken , motif bajunya sangat kebocah-bocahan .” gumam Devan yang masih berada didalam kamar Mandi .


Devan segera keluar dari dalam kamar mandi dan alangkah terkejutnya melihat papa Kendra yang berdiri di samping pintu


“CEO gak punya duit , sukanya minjem baju “ sindir papa Kendra saat Devan baru saja keluar dari kamar mandi


“Astaga pahh “ kaget Devan


“CEO kismin “ sindir papa ken lagi


“Pinjem bentar doang pah , besok aku belikan sama pabrik-pabriknya . ini juga baju motifnya hiu-hiu “ kesal Devan


“Sombong amat .. pakai saja lagian minjem banyak protes “


Devan mendengus kesal


“Yayaya , Devan ajak anak gadis papa pergi dulu ya “ izinnya kepada Papa Kendra


“Ehmm , hati- hati “ ucap papa Kendra . Devan mencium tangan papa Kendra dan pergi ke ruang depan


“Yuk jalan “ ucap Devan kepada Jia yang tengah asik menonton


Jia menoleh kearah Devan


Iya terkikik geli “ Motif bajunya lucu ya “ goda Jia


Devan mendengus kesal “ Sudahlah jangan dibahas “


“Untung tetap tampan “ ucap Jia


“Tampannya aku punya kamu “ Devan mencubit kedua pipi Jia dan hendak menciumnya .


“EH DEVAN ….. kamu mau ngapain ? Jalan sekarang atau papa batalka izinnya “ suara bariton papa Kendra membuat mereka terkejut dan menoleh bersamaan .


“Hahaha iya-iya pa , kami jalan sekarang “ Devan segera menarik tangan Jia dan membawanya menuju mobil


“Dasar anak muda zaman sekarang sukanya nyosor terus .. Yes udah pada pergi semua , saatnya melanjutkan ritual cocok tanam “ Papa Kendra jingkrak-jingkrak kesenangan “



Tetep tampan kan ya 🥺