Oh My Man

Oh My Man
Tragedi


Bryan segera pergi untuk pulang , Bryan memasuki mobilnya


“Hati-hatilah dijalan sayang “


“Baiklah Bry, kau juga hati2 dijalan “


Bryan mengangguk lalu melambaikan tangannya . Mobil Bryan telah berjalan jauh , Jia menatap mobil Bryan yang sudah mulai menghilang .


Keadaan malam ini store Jia telah tutup karena waktu telah menunjukan pukul 10 Malam .


Saat Jia hendak memasuki hendak berjalan memasuki mobilnya tiba-tiba ada segerombolan preman bermotor menghampiri Jia . Jia panik setengah mati lalu bergegas memasuki mobilnya .


Namun preman tersebut terus menggedor kaca mobil Jia .


Jia gemetar didalam mobil


“Apa yang harus gue lakukan “ Jia segera mengambil teleponnya , namun saat hendak menelpon Papa Kendra kaca mobil depan Jia pecah karena preman bergerombol itu melemparkan batu besar ke arah depan mobil


“Arghhhhh “ teriak Jia dari dalam mobil lalu memejamkan matanya . Jia benar-benar takut


Devan yang bereda tak jauh dari mobil Jia tengah membalas email klien . Suara ribut diluar tak didengarnya karena mobilnya tertutup rapat , namun saat mendengar Jia berteriak , Devan langsung mendongakkan kepalanya . Dilihatnya mobil Jia digeromboli preman


“ASTAGA JIAAAAAAA “ teriak devan bergegas berlari menuju mobil Jia


Devan menghajar ke empat preman tersebut .


“SIALANNN “ umpat Devan


Bugh bugh bugh


Devan tak memberikan sedikit celah kepada preman tersebut untuk menghajarnya . Devan yang memang jago berkelahi karena ia pemegang sabuk hitam jadi uruan preman dibantai habis olehnya .


Ke-4 preman tersebut babak belur dan tak berdaya , darah bercucuran . Ke-4 preman tersebut Devan letakkan dipinggir jalan . Segera Devan menelpon Polisi.


Setelah menelpon polisi Devan berdalih mengetuk kaca mobil Jia .


Jia mendongakkan kepalanya , dilihatnya Devan tersenyum padanya . Jia langsung membuka pintu mobilnya lalu memeluk Devan erat


“Hikss hiksss , kak Devannn hiksss a-a-aku takutttt “ Jia menangis sesegukan dipelukan Devan .


“Sudah jangan takut , ada aku disini , lihat ke-4 bajingan itu sudah tak berdaya , sebentar lagi polisi akan datang “


Devan menepuk-nepuk punggung Jia pelan sembari mengelus rambut Jia


“Terimakasih kak “


“Sama-sama Bia “ Devan tersenyum meski hatinya sangat sakit melihat Jia yang ketakutan seperti ini


Devan menghela nafasnya panjang


“Bagaimana jika aku tidak menguntitnya ? Bia pasti dalam bahaya “ batin Devan


Polisi mulai berdatangan .


“Bia , polisi mulai datang, kamu masuklah ke mobil kakak, mobilmu akan dijadikan bukti sementara , untuk itu kakak antar kamu pulang ya ? “


Jia mengangguk ..


Devan merangkul jia untuk masuk kedalam mobilnya . Setelah dirasa aman , Devan langsung menuju ke arah polisi .


Devan berbincang serius dengan sang polisi . Jia memperhatikan Devan dari dalam mobil Devan


“Terimakasih banyak kak , aku tak tau apa jadinya aku jika kau tak ada “ gumamnya lalu air matanya menetes kembali


Ke-4 preman tersebut dibawa oleh polisi dan akan diproses hukum . Polisi juga sudah memfoto mobil Jia untuk dijadikan bukti .


Devan segera menyusul Jia memasuki mobil


“Kau baik-baik saja kan? Mobilmu akan anak buah bawakan ke tempat service ya ? “


“Tak usah kak biar aku saja yang service nanti “


“Tak apa , tempat langganan kakak jago menservice mobil “ alasan Devan .


“Baiklah terimakasih banyak kak, aku berhutang banyak padamu hikss, terimakasih banyak kak , hikss hikss “ Jia kembali menangis


Devan segera menghapus air mata Jia ,


“Sudahlah berhenti menangis , kakak antar kamu pulang ya “


Devan melajukan mobilnya menuju rumah Jia . Selama perjalanan mereka Jia dan Devan hening tak saling bicara .