Oh My Man

Oh My Man
Salah Jatuh Cinta


Kini Jia , Devan , Rendy dan Tya tengah terduduk di ruang tamu , Jia juga tengah makan siang sesekali menyuapi Devan yang juga tengah merasa lapar .


Tya pun tak mau kalah , ia juga asik menyuapi makanan untuk dirinya sendiri .


Ingin makan dimeja makan , namun ia tak enak dengan Jia . Lagipula makan bersama lebih nikmat .


Rendy tengah fokus pada ponsel yang layarnya retak , ia fokus membaca email-email penting yang masuk pada ponselnya .


“Dara gak jadi kesini ? “ tanya Tya kepada Jia yang tengah menyuapi Devan , ia sengaja tak menambah nama Bryan takut jika nanti Devan cemburu .


“Kesini kok , tunggu aja bentar lagi juga sampe “ ucap Jia santai


Tya menganggukan kepalanya


“Okeyy “ ucapnya pelan


Rendy sesekali melirik Tya yang tengah makan dengan santainya , melihat gaya makan Tya membuat Rendy geleng-geleng kepala.


Merasa diperhatikan oleh Rendy , Tya berdalih menatap rendy tajam .


“Ape luu “ gumamnya menatap tajam Rendy


“Crazyyy “ balas Rendy dengan gumaman yang tak terdengar


Tya memutar bola matanya malas , ia lebih memilih fokus kepada makanannya dari pada fokus kepada Rendy yang sudah ia capkan sebagai musuhnya .


...----------------...


Bel pintu rumah Jia berbunyi ,


“Pasti si Dara “ ucap Jia yang baru saja selesai menghabiskan makanan dipiringnya ..


Jia segera bangkit dari sofa dan segera berjalan menuju pintu utama rumahnya ..


Jia membuka pintu rumahnya pelan , terlihat Dara tersenyum manis pada Jia


“Hai Jia “ sapa Dara tersenyum


Jia melebarkan matanya , ia melihat Dara sangat berbeda …


Terlihat perutnya mulai melendung , wajah Dara juga sangat cantik dan bersih aura keibuan Dara sangat terlihat . Anggun dan cantik , kata itu mewakilkan penampilan Dara saat ini ..


“Daraaaaa “ seru Jia lalu segera memeluk Dara


Dara membalas pelukan Jia lembut


“Maaf ya baru sempat jenguk , si Bryan sedikit sibuk ngurus kantor sama kuliah “ ucap Dara disela-sela pelukan mereka


“Gak apa kamu jenguk aku ,aku udah seneng banget .. Apalagi dengan keadaan kamu yang lagi hamil “ ucap Jia lalu melepas pelukannya .


Dara mengangguk tersenyum ,


“Sendirian aja ? “ tanya Jia


Dara menggeleng


“Sama Bryan , tapi dia lagi keluar sebentar beli rujakan , aku sering ngidam diwaktu yang tak tepat jadi aku minta Bryan untuk membelikanku rujak saat sampai disini tadi hehe “ cengir Dara


“Yaampun raaa , aku seneng bangettttt dengar kamu bahagia sama Bryan . Dia memperlakukan kamu dengan baik kan ? “ tanya Jia


Dara mengangguk semangat


“Bryan dan keluarganya memperlakukanku dengan sangat baik Jia . Ehmm Maafkan aku ya “ sesal Dara yang masih memiliki rasa bersalah karena dirinya dan Bryan telah menghianati Jia dimasa lalu


“Ayolah Dara , aku tak pernah mempermasalahkan itu . Kalian memang berjodoh jadi tak masalah untukku , lagi pula sudah ada kak Devan hehe “ cengir Jia


Dara tersenyum menanggapi ucapan Jia


“Ehh aku jadi keasikan ngomong , kita masuk yuk Tya udah nunggu didalam “ ajak Jia


Dara mengangguk senang , mereka berjalan beriringan menuju Ruang Tamu . Jia merangkul erat sahabatnya ini . Semenjak kehamilan Dara , Jia sangat jarang bisa berkumpul bersama dengan Dara . Apalagi Bryan yang sangat posesif terhadap kehamilan Dara .


Ya , Bryan dan keluarganya sangat menyayangi Dara dan memperlakukan Dara dengan baik . Bagaimana tidak ? Dara juga merupakan wanita yang baik dan bertanggung jawab . Hanya saja penghianatan itu memang harus terjadi untuk mempertemukan insan yang berjodoh 😅…


...----------------...


“Daraaaaa “ seru Tya yang baru saja selesai mencuci tangan didapur rumah Jia …


Tya segera berlari dan memeluk Dara


“Kangennn banget gueeee ama eluuu “ ucap Tya senang


Rendy yang awalnya fokus menatap layar ponsel pun mendongakkan kepalanya ketika mendengar kehebohan dari Tya .


Rendy yang melihat Dara tersenyum dalam pelukan Tya sedikit tertegun . Rendy menatap Dara penuh pesona ..


“Selamat siang pak Devan “ sapa Dara sopan ketika ia telah selesai berpelukan dengan Tya


“Siang Dara , kabar baik ? “ balas Devan


“Selalu baik , terimakasih pak . “


Dara yang melihat Rendy pun tersenyum sembari menundukkan kepalanya menyapa Rendy sopan ..


Rendy menatap Dara penuh pesona


“Yatuhan , tipe saya sekali ini … Cantik , anggun , sopan dan Dewasa .. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya “ batin Rendy meronta-ronta


Devan yang melihat gelagat Rendy yang menatap Dara dengan cara berbeda-pun mengernyitkan keningnya


“Gak waras nih Rendy , kagak tau lu rennn Si Dara udah punya suamii “ batin Devan mengejek ..


“Bryan tidak ikut ra ? “ tanya Devan kepada Dara yang telah duduk disofa disamping Tya


“Ohh “ ucap Devan sopan


“Siapa Bryan ? Apa dia kakaknya ?? “ batin Rendy bertanya-tanya ..


Dara, Jia dan Tya pun berbincang-bincang heboh deselingi candaan dan tawa , sementara Devan tengah fokus pada ponselnya sedangkan Rendy tak fokus ia selalu melirik Dara yang tertawa bersama Jia dan Tya .


Baginya , melihat Dara tertawa lepas membuat Dara terlihat 1000% lebih manis …


Ting Nong


Bel Rumah Jia berbunyi lagi saat mereka tengah asik mengobrol ..


“Biar saya bukakan “ ucap Rendy ingin terlihat sebagai pria yang helpful dimata Dara .


“Terimakasih Kak Ren “ ucap Jia


Rendy mengangguk dan segera berlenggang kearah pintu utama ..


“Siapa dia ? “ tanya Dara yang sebenarnya sangat penasaran kepada Rendy , Dara yang sebenarnya sadar saat diperhatikan oleh Rendy . Itu membuatnya sedikit risih dan Dara berharap suaminya segera datang.


“Ohh kak Rendy , sekertaris kak Devan “ ucap Jia


“Ohh “ balas Dara mengangguk …


Rendy yang tengah membuka pintu rumah Jia sontak terkejut melihat Bryan yang datang membawa tentengan ditangannya ..


“Siapa pria ini “ batin Rendy penasaran


“Siang kak “ ucap Bryan yang melihat Rendy


“Ada Dara dan teman-temannya ? “ tanya Rendy sopan


“Mungkin ini Bryan , kakaknya neng Dara “ batin Rendy menebak dengan PDnya


“Ahh iya , ada di Ruang Tamu mereka sedang berkumpul bersama . Mari masuk “ ajak Rendy sopan


“Terimakasih kak “ ucap Bryan sopan lalu segera Bryan masuk kedalam rumah Jia .


Bryan berjalan lebih dulu sedangkan Rendy berjalan dibelakang Bryan , Ia sedang berpikir bagaimana caranya berkenalan baik dengan Bryan . Hingga akhrinya Bryan telah sampai di Ruang Tamu , Bryan tersenyum melihat Dara bahagia bersama sahabat-sahabatnya .


Dara yang melihat Bryan telah sampai dengan membawa tentengan ditangannya , Dara tersenyum bahagia


“Dapet bie ? “ tanya Dara girang lalu berdiri dan berjalan menuju Bryan ..


“Sudahhh dapat pesanan bumil , mau makan disini ? “ tanya Bryan sembari mengelus perut Dara lembut


Dara tersenyum manis kepada Bryan


“Terimakasih Suamikk “ ucap Dara dengan bangga


“Jia , gue pinjem meja makan ya . Gak enak makan rujak disini nanti baunya nyebar lagi “ izin Dara


“Bolehh , udah makan aja santai ya .. Sana turutin dulu kenginan dedek janin biar gak ileran “ ucap Jia


Dara mengangguk


“Siang pak Devan “ sapa Bryan yang hampir lupa menyapa mantan Gurunya


“Siang Bryan , kamu sudah jadi suami yang siaga ya “ puji Devan


Bryan tersenyum


“Amin pak , saya izin antar Dara makan rujak dulu ya pak , jia , tya “ ucap Bryan sopan


Mereka semua menganggum dan tersenyum kepada Dara dan Bryan ..


Dara dan Bryan segera menuju meja makan , Dara yang sudah sering berkunjung kerumah Jia dulu tentu saja sudah hafal dengan spot-spot penting dirumah Jia .


Sepeninggal Dara dan Bryan , Rendy berdiri mematung ditempat yang sama yang sebelumnya berjalan dibelakang Bryan ..


Otaknya berputar , berpikir tentang apa yang ia dengar tadi


“Whatt ? Dara dan Bryan suami istri ? “


“Dara sudah mengandung anak Bryan ? “


“Wahhh , bisa-bisanya gue salah jatuh cinta “


Rendy membatin dan merutuki kebodohan dirinya sendiri


Devan yang melihat Rendy mematung sontak terkekeh geli , Devan segera berdiri dan berjalan kearah Rendy


“Ren , jangan jadi pebinor ya “ bisik Devan kepada Rendy yang termenung


Rendy pun tersadar karena bisikan setan Devan , Rendy menggelengkan kepalanya dan menatap Devan tajam .


“Sialan “ ucap Rendy kesal


“Hahahahahhahaha “ Devan tertawa terbahak-bahak , tawanya menggema selurh area rumah .


Tya dan Jia mengernyitkan keningnya bingung melihat Devan yang tertawa senang sembari memegang bahu Rendy , sedangkan Rendy terlihat sangat kesal..


...----------------...


Nah looo Rennn , jangan mudah jatuh cinta xxixixi


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKE YA ☺️