
Pukul 07.00
Devandra tampil gagah dengan kemeja putihny dipadukan Jas hitam yang sisinya berlapis brokat . Jas ini adalah design special dari sang Mama .
Ia menatap dirinya di kaca besar didalam kamarnya , menyisir rambutnya keatas .
“Perfect “ gumam Devan tersenyum melihat tampilan dirinya sendiri didalam kaca .
“Setidaknya aku jauh terlihat lebih muda “ gumamnya lagi lalu memutar badannya ingin memperlihatkan bagaimana sempurna dirinya .
Siap-siap kondangan yuk😜
Devan pun segera keluar kamarnya , bersiap diri untuk menjemput sang kekasih . Ia begitu penasaran bagaimana tampilan wanitanya pasalnya Jia ingin memberinya kejutan .
Saat hendak pergi , tak lupa Devan berpamitan kepada sang Papa dan Mama .
“Duh anak mama , ganteng banget sihhh “ heboh Mama Devya lalu berjalan kearah Devan membenarkan sedikit jasnya
“Gantengan juga papa “ celetuk papa Mahes membuat Devan tersungut kesal
“Yang muda pasti lebih tampan “ balas Devan tak kalah pedas
“Kamu kalau bukan karena papa ganteng , kau tak mungkin jadi seganteng sekarang “
“Mana mun-“
“SUDAHHH “ teriak mama Devya sembari menutup telinganya sendiri . Papa Mahes dan Devan pun sama menutup telinganya ,teriakan mama Devya mampu membungkam dua pria yang memang tak pernah lelah untuk berdebat memperdebatkan hal kecil .
Mama Devya melepas tangannya ditelinga lalu menarik nafas panjangnya .
“Devan kamu pergi sekarang , jangan sampai menantu mama lama menunggu “ usir Mama Devya kepada Devan
Devan segera berlari terbirit-birit , ia takut jika mama Devya akan berteriak lagi jika Devan tak langsung jalan .
Mata mama Devya langsung beralih kepada sang suami yang menatapnya takut
“Mahes , kamu kembali ke kamarmu “ ucap mama Devya memincingkan matanya tajam .
“Mau sama mama “ rengek papa Mahes dengan wajah manjanya membuat mama Devya luluh dan mengikuti perintah sang suami . Papa Mahes memang selalu bisa menaklukan amarah mama Devya , dan mama Devya selalu bisa menaklukan amarah papa Mahes paket complete 🤍..
Mobil Devan telah melaju membelah jalanan malam ibu kota untuk menjemput sang kekasih tercinta . Devan memilih untuk berkendara sendiri agar nantinya bisa berduaan dengan Jia .
Sementara disisi lain , Jia telah selesai berhias ia memoles wajahnya yang cantik secara natural . Rambutnya dibiarkan tergerai bergelombang , tak lupa ia mengenakan anting-anting silver yang juga panjang .
Yang terakhir , yang ia tunggu-tunggu adalah mengenakan gaun yang telah ia beli . Gaun navy dengan sedikit renda yang sangat cantik . Sangat cocok untuknya yang masih muda .
Jia memperhatikan wajahnya dicermin . Tak ada kesedihan dalam hatinya menghadiri undangan sang mantan .
Senyum manisnya menghiasi bibir cantiknya
“Sempurna “ gumam Jia
“Cocoklah bersanding dengan CEO Mhs’group “ gumamnya lagi sembari cekikikan geli .
Masih belum percaya rasanya sekarang ia sudah menjadi kekasih Devan , terlebih lagi Devan adalah seorang CEO MHS’group . Terkadang ada rasa takut dalam hatinya , mengingat Devan adalah seorang CEO pasti ada banyak wanita cantik disekitar Devan . Maka dari itu Jia sebisa mungkin menampilkan dan membuktikan bahwa dia layak berada di sisi Devan .
Deru mesin mobil Devan terdengar dari kamar Jia , mungkin karena keadaan rumah sedang sepi jadi mobil Devan terdengar sangat jelas dari kamar Jia .
Jia bergegas mengambil tasnya dan segera keluar dari kamarnya, berjalan menuju halaman utama rumah Jia .
Devan telah berdiri tepat didepan pintu rumah Jia , sesekali ia menggetok pintu rumah Jia namun tak ada jawaban akhirnya Devan memilih untuk berdiri didepan pintu .
Jia sebenarnya tau jika Devan mengetok pintu rumahnya , tapi sialnya Jia kebelet pipis jadi ia memilih untuk menuntaskannya dulu .
Jia membuka pintu rumahnya , Jia sedikit terkejut melihat Devan tepat berada didepan matanya
“Astaga kak “ ucap Jia sembari mengelus dadanya pelan
“Kaget aku “ sambungnya
Devan tak merespon apa yang Jia katakan , matanya masih fokus menatap wanita yang membuatnya tergila-gila .
Jia mengerutkan keningnya lalu melambaikan tangannya tepat diwajah Devan “ Heyy yanggg , yang , yang “ ucap Jia
Devan tersentak kaget “ Hey yang “ ucapnya
“Kenapa diem sih yang ? “ tanya Jia
“Kamu cantik banget sayang , aku jadi tepana melihatmu “ ucap Devan jujur , matanya masih menatap Jia lekat .
Dipuji oleh sang kekasih membuat Jia tersipu malu ,
“Sudahlah ayo kita jalan , kalau kamu liatin aku terus bisa-bisa kita telat “ ucap Jia lalu menutup pintu rumah dan mengkuncinya .
Devan menggaruk tengkungnya yang tak gatal dan tersenyum geli
“Kita tak pamitan dulu sama papa Ken dan mama Sita ? “ tanya Devan
Devan mengangguk dan mengekori Jia dari belakang , lalu mereka masuk kedalam mobil bersama . Bersiap untuk pergi ke acara pernikahan Bryan dan Dara
Jia mau kondangan , gimana gak kesemsem sihhh pak Devan😜
...----------------...
30 Menit berkendara dengan kecepatan sedang , mereka telah sampai di tempat acara pernikahan sahabat Jia itu . Selama didalam mobil Devan tak henti-hentinya merayu dan menggoda Jia hingga gadis cantik ini tersipu malu . Tangan Devan bahkan tak pernah lepas menggenggam tangan Jia bahkan saat harus memasukkan gigi mobil tangan Jia yang menjadi korban 😂
Devan dan Jia turun dari dalam mobil , tangan Jia bergelayut dibahu Devan . Seluruh mata tertuju pada pasangan yang baru saja datang ini .
Bahkan keluarga Bryan dan Dara terkejut karena kedatangan Devan , siapa yang tak kenal dengan pria tampan satu ini ?
Orang tua Bryan dan Dara menyambut hangat Jia dan Devan
“Selamat datang tuan muda Mahes dan nak Jia “ ucap papa Dara yang memang mengenal jika Jia adalah sahabat Dara . Papa Dara membungkuk hormat dan sopan kepada Devan
Jia hanya diam dan semakin mengeratkan pegangannya pada bahu Devan . Jia sebenarnya sedikit risih melihat banyak pasang mata melihat kearahnya dan Devan , ditambah lagi perlakuan keluarga Dara kepada Devan membuatnya sangat risih . Namun apa boleh buat , lelakinya adalah seorang Bussiness man yang hebat dan terkenal .
Devan mengangguk dan tersenyum “ Tak perlu seformal ini Pak Andrean “ ucap Devan kepada papa Dara
“Suatu kehormatan bagi kami , tuan muda Mahes datang keacara pernikahan putra dan putri kami “ sambung papa Bryan yang tak kalah semangat menyambut Devan
“Saya hanya menemani kekasih saya untuk menghadiri undangan sahabatnya “ ucap Devan melirik Jia yang tersenyum kikuk
Orang Tua Dara dan Bryan melongo kaget , mereka tak menyangka jika Jia adalah kekasih Devandra Putra Mahes , pengusaha muda yang pintar,tangkas dan sukses
“Kami hendak menemui sang pengantin , bolehkah kami melanjutkan perjalanan kami ? “ ucap Devan sopan . Melihat sang kekasih yang terasa tak nyaman membuatnya harus segera pergi
“Ohh ah , iya tuan muda Devan , silahkan “ ucap kedua orang tua itu gelagapan
Devan dan Jiandra segera berjalan kearah Dara dan Bryan yang tengah berdiri menyalami undangan satu-persatu .
“Happy Wedding Bryan “ ucap Dara mengulurkan tangannya
Bryan sedikit terkejut melihat kedatangan Jia ditambah kedatangannya bersama Devan membuatnya semakin terkejut
“Oh Jia, te-terimakasih “ ucap Bryan terbata-bata
Jia segera berdalih kepada Dara ,
“Raa “ ucap Jia ia tak bisa membendung air matanya , sama halnya dengan Dara ia merasa bersalah kepada Jia karena telah menghianati Jia
“Jiaaa “ ucap Dara lalu memeluk Jia , “ Maafin guee jiaa “ ucap Dara terisak dalam pelukan Jia .
“Hikss, hiksss .. Lo pikir gue bakal marah terus dendam sama lu ? Harusnya lu kasi undangan lu langsung ke gue “ ucap Jia terisak
“Gue malu hikss , gue malu sama lu ji “ ucap Dara sesegukan
Jia melepas pelukan mereka , Jia menghapus air mata Dara dengan jarinya . “Ngapain malu ? Kalian berdua memang seharusnya bersama dan memang berjodoh . Jangan nangis dongg riasanlu belepotan kan ? “ ucap Jia sedikit bercanda agar tak larut dalam sedihnya
“Jaga ponakan gue baik-baik “ ucap Jia mengelus perut Dara
“Jaga Dara dan anak lu Bry “ sambungnya melirik Bryan
Bryan mengangguk dan tersenyum “ Pasti “ ucapnya Mantap
Devan segera mengucapkan selamat kepada Bryan dan Dara
“Selamat Bryan dan Dara , semoga kalian langgeng “ ucapnya singkat
“ Terimakasih pak Devan “ ucap Bryan dan Dara
Bryan dan Dara tak berani menanyakan lebih tentang hubungan Jia dan Devan , karena tamu banyak yang mengantre untuk bersalaman dengannya . “
Jia dan Devan memilih untuk pergi meninggalkan tempat acara itu . Mereka memilih untuk Dinner Romantis bersama
Sedangkan Tya tersungut kesal , pasalnya saat ia menyalami Dara dan Bryan . Bryan dan Dara mengatakan jika Jia telah pulang dengan Devan
“Ahh sialan Jia , nasib gue jomblo “ gumamnya
...----------------...
...Haiiii READERSS ...
...Seperti biasa 2 episodes hari ini .. ...
...Aku bahagia sekali , dan ingin mengucapkan Terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada kalian yang setia membaca novel aku . ...
...Novelku baru saja Lulus Kontrakkk🥳🥳...
...Tetap dukung aku ya , dengan cara beri Like, comment dan hadiah seiklasnya . Dukungan kalian buat aku semangat nulis 🤍🤍...
...Xie-xie 💙💙...