
Mobil Devan telah sampai dimansion milik keluarga Mahes di Germany . Mansion sederhana yang ditujukan untuk keluarga Mahes , milik keluarga Mahes . Mansion itu sangat sepi namun beberapa pelayan bekerja disana dan salah satunya Rendi . Mereka bertugas untuk menjaga agar mension tetap bersih,rapi dan agar berpenghuni .
Keluarga Mahes sengaja membangun mansion ini karena , Perusahaan keluarga Mahes di Germany juga besar , jadi akan lebih baik jika mansion dibagun dibandingkan harus menginap di hotel kala harus mengecek keadaan perusahaan di JERMAN begitu menurut papa Mahes
Mansion sederhana papa Mahes di Germany . Sederhana saja karena Mansionnya di Indonesia lebih besar dari ini 😂 Sultan 🤣
Mobil yang dikendarai Rendi telah terparkir indah di mansion milik keluarga mahes
Jiandra dan Devan pun keluar dari dalam mobil , Jiandra tercengang melihat rumah Devan . Jia pikir mereka akan menginap disebuah hotel
“Kak ini? “ tunjuk Jia kearah Mansion itu
“Iya , ini mansion milik papa Mahes “ terang Devan
Jia mengangguk “Ohh “
“Ayo kita masuk, kau harus beristirahat , pasti sangat lelah diperjalanan tadi “
Jiandra mengangguk dan mengikuti Devan yang berjalan lebih dulu .
Jiandra tak habis terkagum-kagum melihat isi mansion itu . Mewah , kata itu mencerminkan Mansion milik keluarga Mahes .
Devan mengantar Jiandra menuju kamar tamu
“Bia , kamu tidur disini ya , kalau kamu perlu sesuatu kamu bisa ketut pintu kamar kakak disebelah kamar tidurmu “
Jia mengangguk “ Terimakasih kak , selamat malam “
Jia menutup pintu kamarnya dan Devan pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan beristirahat
Begitupula dengan Jiandra , ia juga ingin membersihkan badannya yang sudah lengket
Selesai membersihkan badannya , Jia mengabari papa Kendra dan Mama sita bahwa ia telah sampai di Germany dan sekarang tengah berada di Mansion papa Mahes .
Jia mulai memejamkan matanya , tak sabar menyambut pagi dan berkeliling Jerman besok
Sedangkan devan juga baru selesai membersihkan tubuhnya , ia merebahkan badannya yang terasa pegal , Devan terasa enggan menyambut pagi besok , sangat melelahkan memikirkan dokumen yang menumpuk , apalagi harus meninggalkan Jia sendiri di Mansion membuatnya merasa malas untuk berkerja .
Pagi Menyambut , berbeda dengan Indonesia , mungkin pagi akan disambut hangat oleh sang mentari . Tapi kali ini berbeda untuk Jiandra , Jia yabg kedinginan terpaksa bangun dari tidurnya .
Dilihatnya jam waker disamping bed nya telah menunjukan pukul 07.30 Pagi .
Jia segera bangkit dari tidurnya lalu mebuka Jendela kamar . It’s Snow Outside
“Pantas dingin , ternyata turun salju “ gumam Jiandra , Jia berlari keluar kamar ingin mengajak Devan untuk bermain salju pagi ini
Jia berlari menuju kamar devan , Jia mengetuk kamar Devan
Tok tok tok
“Kak Devann , Selamat Pagi kak “ ketuknya bersemangat
Namun tak ada jawaban dari kamar Devan , tak ada tanda-tanda Devan berada dikamar
“Selamat pagi Nona “ pelayan mansion menyapa Jiandra yang berdiri didepan pintu kamar Devan
“Selamat pagi “ sapa Jiandra tersenyum
Kebetulan semua pelayan Mansion Devan berasal dari Indonesia , jadi memudahkan bagi Jia untuk berkomunikasi
“Maaf nona , tuan Devan memerintahkan saya ketika nona bangun agar langsung sarapan “
“Kak Devan kemana ya mbak ? “
“Tuan Devan sudah berangkat ke kantor pagi tadi nona , ada banyak pekerjaan yang harus beliau selesaikan , “
Jia mengangguk pertanda mengerti
“Ohh , baiklah , aku akan mandi dulu , setelah itu aku akan segera sarapan , terimakasih informasinya mbak “ Jia menunduk hormat
Pelayan tersebut tersenyum melihat kesopanan Jia
“Sama-sama Nona “
Jia pergi kembali masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya . Memoles wajahnya sederhana namun terkesan cantik
Jiandra memilih untuk sarapan pagi seorang diri , memakan roti panggang dengan selai yang bisa ia pilih sendiri . Pelayan melayani Jia dengan baik sampai jia merasa tak enak hati
“Mbak sudah biar aku saja mengambil susu sendiri “ jia berdiri dan mengambil susu coklat hangat untuk menghangatkan dirinya .
Selesai sarapan , Jia memilih untuk berkeliling didalam Mansion papa Mahes . Ditemain sang pelayan , Jiandra menyusuri area mansion itu .
Ada satu hal menarik yang membuat Jia berhenti sejenak lalu menatap satu persatu .
Jia baru sadar jika di ruang tamu mansion keluarga mahes ada banyak foto-foto keluarga Devan . Ada foto sewaktu Devan kecil dan yang menarik perhatiannya adalah foto sang ayah dan sang ibu yang tengah berfoto bahagia dengan Papa Mahes dan Mama Devya disebuah restaurant . Masih banyak foto papa dan ibunya Jia bersama Mama dan Papa Devan .
“Ternyata sedekat itu papa dengan papa Mahes , mama dengan mama Devya “ Jiandra tersenyum menatap foto kebersamaan itu
Sampai akhirnya Jiandra menyadari ada foto seorang gadis kecil yang dirangkul seorang pria .
“Ini seperti aku waktu kecil“ gumamnya
Jia terus menatap foto tersebut
Jia terkejut
“Ya iya ini betul-betul aku , lalu ini siapa ? “ tunjuk Jia dra pada lelaki yang difoto merangkul dirinya saat kecil dan tersenyum bahagia
“Itu tuan muda Devan nona “ ucap sang pelayan
Jia terkejut menutup mulutnya
“Kak Van ? Ini kak Van ? Berarti dia Kak Devan ? “
Sang pelayan mengangguk tersenyum .
“Betul nona beliau tuan muda Devan “
Mata Jia mulai berair . Jia mengingat semua , mengingat saat-saat ia bersama Devan , saat ia ditinggal oleh Devan
Ia merutuki kebodohannya yang tak mengenal Devan , Ada rasa sedih dan senang menyelimuti hatinya .
Ia senang bisa bertemu dengan pangerannya bahkan pria itu ada disisinya , ia kesal karena Devan tak pernah memberi sinyal untuk mengingatkan siapa Devan pada dirinya .
Saat ini , Jia ingin bertemu dengan Devan , ingin mengatakan pada Devan jika Jia benar-benar merindukannya dan ingin berterimakasih karena Devan telah kembali .
Jiandra berlari menuju halaman Mansion , kebetulan sekali ada Rendi yang baru saja datang dari kantor MHSgroup ia hendak mengambil beberapa dokumen Devan yang tertinggal .
“Rendiii , “ teriak Jia berlari menuju Rendi , salju jatuh diatas kepalanya mengguyur badannya , dinginnya salju tak ada artinya bagi Jia . Saat ini ia benar-benar ingin bertemu dengan Deva
“Nona Muda “ kaget Rendi melihat Jiandra berlari membuat Rendi ikut berlari kearah Jiandra
“Nona jangan lari seperti ini “
“Rendi aku tak punya waktu , temui aku pada Devan “
“Tapi tuan Devan tak memperbolehkan anda keluar karena cuaca sedang tidak bersahabat “
“Aku mohon Rendi tolong antar aku menemui kak Devan , ini penting “ mohon Jia matanya sudah berkaca-kaca ia hendak menangis .
“Baiklah masuklah kedalam mobil nona, saya akan mngambil beberapa dokumen , setelah itu kita akan menemui tuan muda Devan “
Jiandra mengangguk dan segera berlari kearah mobil Devan . Jiandra menggigil kedinginan tetapi Jiandra sekuat tenaga untuk kuat . Ia mengusap kedua tangannya menggosok kedua tangannya berharap ada kehangatan disana .
Rendi telah memasuki mobil dengan membawa dokumen yang diperlukan Devan .
Mobil Devan sudah meninggalkan mansion utama . Mereka menuju MHSgroup office .
......................
...Semangat Jiandra,semoga hal manis datang kepadamu 🤍🤍...
Just info , Dari awal Jiandra memang mengidap Amnesia, dimana Jiandra melupakan kenangan tentang Devan , karena menurut Jiandra ditinggalkan Devan adalah hal yang paling menyakitkan saat itu !
Jadi otak Jia merespon untuk melupakan Devandra .
Papa Kendra tau tentang hal ini , begitupula dengan Devan . Maka dari itu Devan tak pernah mencoba mengingatkan dirinya pada Jia . Devan takut melukai Jia .
Tapi takdir baik selalu datang pada orang baik bukan 🥰