
Semua karyawan sudah berkumpul di ball room MHS’group , wajah mereka berubah pias , ketegangan terjadi dalam diri mereka .
Terutama wajah Rania , setelah kemarin di introgasi oleh Rendy ketakutan mulai menjalar perasaanya .
Takut dipecat , takut nama baiknya hancur , dan ketakutan lainnya . Ia ingin sekali menemui Jia dan meminta maaf pada Jia , namun ia bingung harus mulai dari mana .
Pintu besar ball room MHS’ company terbuka lebar , terlihat 2 orang pria yang tampan dan penuh wibawa berjalan kedepan menuju panggung melewati karyawan yang tengah duduk disisi kanan dan kiri sembari menegang . Dibelakang mereka ada Asisten Rendy yang berjalan menampilkan wajah datarnya .
Devan segera menaiki panggung ballroom , sementara papa Mahes dan Rendy memilih duduk dikursi depan yang kosong dan memang dikhususkan untuk mereka berdua .
“Selamat pagi semua “ ucap Devan didepan Microphone yang telah tersedia .
“SELAMAT PAGIII “ ucap Seluruh karyawan sangat kompak hingga menggema diruangan besar itu .
“Terimakasih saya ucapkan atas ketersediaan kalian untuk datang , saya juga mohon maaf karena telah menganggu jam kerja kalian . Namun disini ada beberapa hal yang harus saya sampaikan dan harus saya tegaskan dan juga harus saya luruskan . “ ucap Devan tegas
Wajah seluruh karyawan semakin menegang , dinginnya ac tak membuat hawa itu benar-benar dingin . Keringat mulai membasahi setiap kening seluruh karyawan MHS’company .
“Hahhh “ terdengar Devan menghela nafasnya .
“Saya benar-benar kecewa , kemarin ada suatu kejadian yang membuat saya benar-benar kecewa . Mungkin karena saya jarang keliling Department untuk mengecek kalian , kalian jadi bisa seenaknya . Kemarin salah satu anak magang kita mengalami kecelakaan , dan sebagian dari kalian mungkin sudah tau jika yang mengalami kecelakaan itu adalah tunangan saya . Saya marah buka karena dia adalah tunangan saya tapi saya marah karena KALIAN MELUPAKAN PERATURAN YANG SUDAH MHS’company DIRIKAN SEJAK LAMA “ ucap Devan tegas
“Saya sering katakan , jangannn sampai ada kasus Senioritas dalam bekerja . Ketika kalian sudah masuk ke kantor ini dan bekerja disini , mau kalian Staff, Manager , Daily Worker , maupun magang sekalipun status kalian sama dimata saya . Status kalian bekerja mengembangkan perusahaan ini bersama-sama “
“Jujur saya kecewa , karena dari kalian masih ada yang membawa sifat senioritas dan memanfaatkan anak magang untuk kalian suruh ini suruh itu . Anak Magang itu tidak digaji , mereka belajar hanya untuk sebuah sertifikat . Tapi masihbada dari kalian yang tidak tau malu dan membebani pekerjaan mereka “
“Saya tegaskan kembali , jika masih ada yang berlaku seperti itu akan saya keluarga SP 3 langsung “
“ Apa ada yang ingin ditanyakan ? Atau ada yang tak berkenan dengan ucapan saya ? Jika kalian tidak berkenan bisa langsung pergi keruangan HRD dan tanda tangani surat pengunduran diri . Kalian bisa angkat kaki “ ucap Devan tegas dengan matanya yang menatap seluruh karyawan
Seluruh karyawan menegak salivanya
“Kalau gini artinya kita gak bisa komplin , tapi apa yang mau dikomplin ? Orang pak Devan ngomong bener “ ucap salah satu dari mereka .
“JIKA TAK ADA YANG BERTANYA MAUPUN PROTES , kalian bisa kembali bekerja . Terimakasih atas waktunya “ ucap Devan dan menunduk hormat meski ia tengah marah .
Devan menghela nafasnya dan segera turun dari panggung ballroom .
“Rendy , kau bisa panggilkan Rania untuk ke ruanganku “ ucap Devan
“Baik pak Devan “
Seluruh karyawan mulai meninggalkan ballroom satu persatu , Rendy mulai pergi hendak mencari Rania ketika ballroom sudah mulai sepi .
Papa Mahes menepuk pundak Devan pelan
“Hebat ya pemimpin MHS’ company “ ucap papa Mahes tersenyum
“Aku tak pernah semarah ini pah , bukan karena Jia adalah tunanganku tapi aku marah karena masih ada saja dari mereka membawa sifat senioritasnya . Itu tak baik untuk anak magang kedepannya “ ucap Devan
“Papa mengerti , sudah sudah kita pergi keruanganku saja , papa juga ingin segera pulang . Baru beberapa jam disini papa sudah rindu mama “
Devan mendengus sebal
“Lebay “
Papa Mahes terkekeh
“Kau belum merasakannya van , nanti saat kau sudah menikah dengan Jia kau akan tau bagaimana rasanya merindu “ ucap papa Mahes dengan nada mengejek
“Belum nikah saja aku sudah selalu merindukan Jia pah “
“Hahahhaa , ya ya ya anak muda memang beda “
Mereka berjalan bersama menuju ruangan Devan..
...----------------...
Devan , Papa Mahes , Rendy dan juga Rania sudah berada diruangan Devan .
Mereka ber-3 duduk saling berhadapan , sedangkan Rendy berdiri disamping Devan yang terduduk bersama papa Mahes .
Rania yang duduk berhadapan dengan Devan mendadak cemas , ia takut dan tak berani berkata apapun .
“Ren , kau duduklah disamping Rania “ pinta Devan .
Rendy membulatkan matanya , ia terkejut dengan permintaan Devan
“Tak usah pak , saya berdiri saja “ ucap Rendy sopan menahan kesal
Rendy mengernyitkan keningnya
“Baiklah “ ucap Rendy lalu berjalan dan duduk disamping Rania .
“Malah makin grogi gue , yaampun kapok gue bertingkah .. Dingin banget hawa yatuhan “ batin Rania menyesal
“Okeee , Rania apa kabarmu hari ini ? “ tanya Devan santai
Rania yang awalnya menunduk pun mendadak mendongakkan kepalanya menatap Devan
“Ahh eeemm saya baik-baik saja pak “ ucap Rania gugup
“Yakin baik-baik saja “ ejek Devan
Rania menggeleng lalu mengangguk
“Ayo kamu gimana ? Baik-baik saja apa tidak sedang baik-baik saja ? “ tanya Devan
“Saya cemas pak , saya takut .. Maafkan saya pak “ ucap Rania jujur dengan nada yang penuh penyesalan
“Kenapa baru cemas dan takut ?, saat kamu berlaku seenaknya apa kamu tidak cemas dan tidak takut ? “ tanya Devan serius
“Maafkan saya pak “ ucap Rania menunduk
“Rania , saya tau kamu karyawan yang berprestasi disini , namun yang saya perlukan bukan hanya sebuah prestasi . Saya memerlukan karyawan yang sopan dan peduli sesama “
“Jangan pecat saya pak “ sendu Rania memotong ucapan Devan
“Apa kamu mau saya pecat ? “ tanya Devan heran
“Jangan pakk , jangan pecat saya . Saya menyesal pak “ ucap Rania mulai menangis .
Devan menghela nafasnya panjang , papa Mahes sesekali membelai lembut pundak sang anak agar Devan mampu mengontrol emosinya .
“Saya marah bukan karena Jia adalah tunangan saya , dia tetap anak magang disini . Dia bahkan tak mau jujur pada saya tentang apa yang sebenarnya terjadi ,jika tidak saya yang mengancam Jia mungkin tak akan mau jujur . Rania , saya harap kamu lebih menghargai sesama orang mau itu atasan ataupun rekan kerja bahkan anak magang . “
“Sebagai Manager , kamu harus memberi contoh yang baik untuk rekan kerjamu “ ucap Devan
“Saya tak akan memberi hukuman padamu , namun saya akan serahkan hukumanmu pada Jia . Bagaimanapun status Jia adalah calon menantu Mahes , bukan hanya sekedar anak magang . “ ucap Devan
Rania menelan salivanya kasar
“Mampus gue , Jia pasti akan nyuruh pak Devan mecat gue . Apalagi selama ini gue liat dia bukan cewek yang polos-polos amat . Dia punya ketegasan Arghh bodoh lu rania “ batin Rania
“Baik pak “ ucap Rania pasrah
“Yasudah jika sudah begini , kau bisa lanjutkan pekerjaanmu . Jia akan mulai magang lusa , saat itu saya akan tanyaka padanya dia ingin menghukumu seperti apa “ ucap Devan
“Baik pak Devan , terimakasih “ ucap Rania pasrah
“Silahkan lanjutkan pekerjaan “ ucap Devan
Rania segera berdiri hendak kembali keruangannya .
“Saya permisi pak Devan, pak Mahes dan Pak Rendy “ ucap Rania polos lalu segera berlenggang keluar ruangan Devan .
Devan memijat dahinya ,matanya terpejam sembari bersandar di sofa
“Baru salah , baru menyesal , baru polos “ gumam Devan
Papa Mahes terkekeh
“Semangat ya pak CEO “ ucap papa Mahes lalu berdiri
“Papa akan pulang , kau lanjutlah bekerja . Jangan lupa rawat mantu paoa dengan baik , katakan padanya papa dan mama akan menjenguknya sore nanti saat Kendra dan Sita pulang dari resto “
“Baiklah pah “ ucap Devan
“Saya pulang Ren “ pamit papa Mahes
“Biar saya antar pak “ ucap Rendy lalu berdiri hendak mengantar papa Mahes .
Sedangkan Devan segera menuju meja dan kursi kebesarannya , ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum pergi merawat tunangannya .
Rania sihh , buat ulahhhh 🥲🥲
Jangan lupa Like yaa !!!