
“APA YANG KAMU LAKUKAN ? “ suara bariton Devan membuat Jia kaget Devan
Setelah mengantarkan Jia pagi tadi Devan baru ingat jika dia telah dijadwalkan kelas bahasa inggris oleh rektor lain , jadi Devan balik hendak mengajar . Ia malas untuk menyetir sendiri , alhasil ia menggunakan mobil Alphard Hitam dan sopir sang ayah untuk ke Kampus mengajar . Sultan mah Bebas
Jia mendongakkan kepalanya .
“Kak Devan hiksss “ Jia menghapus air matanya lalu berlari meninggalkan Devan
Devan mengerutkan keningnya bingung , Devan menyusul Jia berlari .
“Bia berhenti kamu , “ teriaknya , namun Jia menghiraukannya , hatinya benar-benar kalut . Jia menyesali telah menaruh hati kepada Bryan bahkan berbohong pada sang ayah , Jia juga sakit hati karena yang menjadi selingkuhan sang mantan kekasih adalah sahabatnya sendiri .
Devan berlari lebih cepat dan Devan mampu meraih tangan Jia
“Bia berhenti “
Jia berhenti dan menangis , satu tangan Jia telah dipegang erat oleh Devan
Jia terdiam tak berani menoleh kebelakang , Devan menarik tangan Jia membuat Jia terjatuh kepelukan Devan .
“Hikss hikss kak D-devan hiksss “ Jia sesegukan
Devan menepuk-nepuk punggung Jia pelan , meski Devan belum tau pasti alasan Jia menangis seperti ini tapi hatinya benar-benar teriris melihat Jia menangis sedih seperti ini .
“Iya , menangislah jika itu membuatmu tenang “ ucap Devan lembut .
“HIKS HIKS HIKS “ Jia menangis lebih keras membuat Devan kelimpungan , pasalnya mereka berdua tengah berada di pinggir jalan trotoar dan semua yang lewat menatap Devan sinis , mereka pikir Devan menyakiti Jia .
“Bia berhentilah menangis lebih baik kamu lanjutkan nangismu ditempat yang lebih layak , lihat semua menatapku tak suka “ bisik Devan
Jia mendongakkan kepalanya melihat kanan dan kiri , dan benar saja Jia melihat orang-orang yang lewat menatap Devan sinis
“Maafkan aku kak “ Jia melepas pelukan Devan
Devan mengangguk “ Tunggulah disini “
Devan mengambil Handphonenya lalu menelpon sopirnya .
Jia dan Devan menunggu sang sopir datang , Jia menundukan kepalanya dan Devan hanya terdiam , Devan akan bertanya nanti saat mereka sudah ditempat yang kata Devan lebih layak untuk menangis .
Sopir datang tepat didepan Jia dan Devan
“Masuklah “ ucap Devan membuat Jia mengangguk
Mereka berdua telah berada didalam mobil
“Kita ke taman seperti biasa ya pak “ ucap Devan kepada sang Sopir
“Kita mau kemana kak ? “ tanya Jia kepada Devan
“Sudah kamu diam saja dan lihat kita akan kemana “
Jia mengangguk pertanda mengerti , sesekali air mata jia jatuh mengingat penghianatan sang sahabat dan kekasih .
Bunyi ponsel Jia terus berdering , ada banyak chat dan telepon yang masuk , ada dari Tya, Dara dan si brengsek Bryan .
Jia menghiraukannya ,
“Ponselmu berdering terus menerus “ gerutu Devan
“Ada masalah apa dengan kamu bi “ batin Devan
Devan teringat sesuatu dan ia mengambil ponsel disakunya untuk menelpon seseorang
“ Hallo selamat pagi pak rektor , “ ucap Devan membuat jia menoleh Devan
“Hallo selamat pagi pak Devan yang terhormat ada yang bisa saya bantu ? “
“ Ya , saya sedikit sibuk hari ini , mohon maaf untuk me resheducle jadwal saya , saya tak bisa mengajar hari ini “
Jia terkaget lalu menggelengkan kepalanya kepada Devan “ NGAJAR SAJA PAK “ gumam Jia
Devan menaruh telunjuknya dibibir jia , menyuruh Jia bungkam dan Jia terdiam
“Tentu tak apa pak Devan , saya mengerti CEO seperti anda pasti sangat sibuk “
“Hahaha baiklah terimakasih atas izinmu , sampai bertemu dilain waktu “
Devan segera mematikan ponselnya malas rasanya berbincang lama-lama dengan manusia bermuka dua , menurutnya dibumi ini semua manusia bermuka dua dan suka menjilat
“Kak kau bisa pergi mengajar dan jangan hiraukan aku “ lirih Jia
“Sudahlah , kamu lebih penting dari apapun “
Degggg
Jia terdiam dan meresapi perkataan Devan . Mereka berdua pun hening tak saling bicara , Sopir pak Rudi hanya terdiam mendengar manjikannya berbicara dengan perempuan yang ia tak tau
“Ada bahan untuk di kabari si Bos Besar kalau Bos Muda bawa cewek kedalam mobil “ batinnya Bahagia . Rudi juga seorang mata-mata papa Mahes jadi kemanapun Devan Rudi wajib memberi tahu papa Mahes .
Mobil Devan berjalan menuju taman yang sangat jauh membuat jia mengantuk dan tertidur .
Devan melirik Jia yang tertidur pun tersenyum, Devan membelai rambut Jia
“Aku takkan pernah membuatmu bersedih bia “ batinnya
“EHEM EHEM “ Rudi hendak menggoda Devan
Devan melirik Rudi tajam “ Ngapain lu ? “
“Elah si bos baru ngajak anak muda sombong amat”
“Apa ngiri lu ? “
“Idih kagak lahhh bos “
“Udah diem nanti calon bini gue bangun “
“Caelah udah calon bini aja si bos nanti ane laporin bos besar aja deh “
“Laporin aja sana dasar semprul “
Rudi terdiam cekikikan dalam hatinya , menggoda Devan adalah hobbynya . Devan dan sang Sopir Rudi memang sudah terbiasa untuk bercanda jadi tak ada ketegangan antara Bos dan Anak Buah .
...****************...
...Hai , hari ini aku mau Crazy Up .Jadi jangan lupa like,vote dan beri hadiah seiklasnya ya kakak-kakak biar aku semangat nulisnya 🤗...