Oh My Man

Oh My Man
Kebenaran


Perasaan gelisah Jia sekitka menghilang saat ia berhasil dan lulus sidang laporan , rasa bahagia dan bangga membuncah dihatinya .


Mengambil program percepatan hanya untuk membuat Devan agar tidak menunggu dirinya lebih lama lagi , namun hasilnya tetap saja memuaskan .


Jiandra keluar dari ruang sidang ,terlihat 2 sahabatnya menunggu dirinya dengan wajah tegangnya .


Jia berlari kecil mendekati Dara dan Tya , Jia memeluk mereka dengan erat


“Guee lulusssss , akhir bulan ini gue bisa wisudaaa “ girang Jia dalam pelukan kedua sahabatnya .


“Syukurlahhh , gue ikut senenggggg doain gue jiiiakk “ girang Dara


“Asek nikahhh habis nii “ celetuk Tya membuat orang-orang yang berlalu lalang menoleh kearahnya .


“Mulut lu dikontrol bego “ ucap Dara tajam


“Sorry bukmill “ cengir Tya


Jia berdalih berjongkok sedikit agar sejajar dengan perut Dara , Jia mengelus halus perut Dara yang sudah membesar .


“Dedek , makasi ya udah ikut ngerayain hari bahagia onty . Doain onty bisa kasi temen main buat kamu “ cicit Jia


Dara sontak terkekeh


“Aminn onty Jia cantik “ ucap Dara menirukan suara anak kecil


Tya mengelus dadanya


“Ngebet banget ini bocah punya anak , udah ah males ngomong gue . Gue jomblo gue diam “ ucap Tya


Dara dan Jia sontak tertawa terbahak-bahak ….


“Kita jalan sekarang yuk Jia , biar gak keburu “ ajak Dara


Jia mengangguk menyetujui ucapan Dara , mereka bertiga pun segera berjalan menuju parkiran dimana mobil Jia terparkir .


Devan kemarin telah meminta maaf lebih awal karena tak bisa menemani Jia untuk sidang , ada banyak rapay yang harus ia selesaikan hari ini . Jia tak mempermasalahkannya toh juga dia ada misi penting esok hari , begitu pikirnya .


......................


Mobil yang dikendarai Jia telah terparkir rapi disalah satu klinik besar namun bukan Rumah Sakit , 15 menit berkendara sangatlah singkat karena jalanan juga tidak sedang macet .


Dara telah mereservasi lebih dulu untuk memeriksakan Jia .


“Kok gue degdegan ya ? “ ucap Tya yang kini telah duduk disamping Jia untuk menunggu giliran nama mereka dipanggil .


“Yang diperiksa siapa yang degdegan siapa ? “ ucap Dara sembari memutar bola matanya .


Jia terkekeh geli melihat perdebatan kedua sahabatnya .


“Jiandra Drabia Devaki “ ucap sang perawat


Jiandra sontak langsung berdiri dan reflek Dara dan Tya ikut berdiri berbarengan dengan Jia .


Mereka bertiga masuk kedalam ruang periksa


Dokter sedikit terkejut melihat 3 wanita masuk berbarengan


“Ini pasien yang mana ? “ tanya donter tersebut


“Nyonya Muda Keenan bukannya sudah periksa kemarin ? “ sambungnya


“Hari ini saya mengantarkan teman saya dok “ ucap Dara sembari menunjuk Jia dengan sopan .


“Saya penonton dok “ celetuk Tya


Dokter tersebut langsung terkekeh


“Silahkan Ibu Jia duduk “ ucap Dokter wanita yang masih terlihat muda itu .


“Menstruasi terakhir kapan ? “ tanya dokter tersebut


“Saya lupa dok , tapi bulan-bulan ini saya belum mens “ ucap Jia sopan ..


Dokter tersebut mengangguk-kan kepalanya sembari memeriksa , senyum tipis terlihat jelas dari bibir dokter tersebut .


“Kita baring sebentar ya “ pinta sang dokter


Jia mengangguk dan segera bangun dari duduknya dan merebahkan badannya ke bed hospital yang tersedia di ruang periksa itu .


“Kita Usg ya untuk memastikan “ ucap dokter tersebut sembari meratakan gel diperut Jia


Alat Usg menari diatas perut Jia


“Wahh dugaan saya benar “ ucap dokter tersebut dengan wajah berbinar


Jantung jia berdebar kencang ia tak sabar ingin mendengar berita apa yang akan disampaikan oleh dokter .


Dara berbinar setelah mendengar ucapan dokter , ia yang lebih dulu hamil tentu saja tau apa maksud dokter tersebut


“Artinya apa ra ? “ tanya Tya yang sedari tadi hanya memperhatikan tanpa tau artinya


“Diem aja lu , ntar lu dengerin omongan dokter “


Tya mendengus kesal


“Iyee -iyeee “


Dokter tersebut telah selesai memeriksakan USG pada Jia , ia membersikan cairan gel yang masih menempel diperut Jia .


“Ada bapak-nya kan ? “ tanya Dokter tersebut bercanda seraya duduk dikursinya


“Ada lah bu dok , lagi kerja bu ada rapat jadi mau kasi kejutan aja “ ucap Jia sedikit gugup


Jia pun ikut duduk berhadapan dengan ibu dokter


“Selamat , kehamilan Ibu memasuki usia 4 Minggu . Saya juga melihat ada 2 kantung artinya kemungkinan janin Ibu kembar, tapi untuk memastikan datanglah saat kandungan sudah berusia 4 bulan . “


Jia terkejut dan menitihkan air matanya , Jia membelai perutnya pelan


“Dedek kamu beneran ada ? “ gumam Jia


Tya dan Dara terharu


“Ini obat dan vitamin yang harus Ibu minum agar tetap kuat , mual-mual kalau pagi ? “ tanya dokter


“Sedikit dok “ ucap Jia


“Saya akan beri obat pereda mual nanti, Vitamin juga harus dihabiskan biar tidak lemas . “ ucap dokter


“Terimakasih dok , uhmm tapi 3 hari yang lalu saya periksa tapi tidak dijelaskan jika saya hamil . Kata dokter itu saya asam lambung “ ucap Jia polis


Dokter tersebut terkekeh


“Periksanya kemana ? “ tanya dokter


“Dokter umum “ cicit Jia


“Hahahhaa , periksa ke Obygen langsung ya Ibu “ ucap Dokter tersebut tertawa


Jia sontak nyengir dan menampikkan barisan gigi putihnya .


“Ini “ ucap Dokter memberikan kertas keterangan yang menyatakan Jia hamil


“Dan ini obatnya “ sambungnya


“Terimakasih banyak dok , saya akan sering kontrol kesini “ ucap Jia lembut


“Senang jika bertemu dengan ibu lagi “ ucap Dokter tersebut


“Ibu yang lagi diem itu gak mau diperiksa juga ? “ tanya dokter tersebut menunjuk Tya


“Saya? “ tanya Tya menunjuk dirinya sendiri


“Anak saya banyak diperut bu , nanti ibu kaget lagi pas USG . “ sambung Tya


Dokter tersebut mengernyitkan keningnya


“Mengapa bisa banyak ? “ tanya-nya polos


“Iya anak cacing “ gelak Tya tertawa terbahak-bahak


Jia dan Dara pun sonta ikut tertawa keras


Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya sembaru tersenyum


“Kami pamit ya dok “ ucap Jia sopan


“Hati-hati ya “ ucap Dokter


“Nyonya Muda Keenan ingatkan Tuan Muda Keenan untuk menusuk Nyonya agar persalinan nanti lancar “ sambung Dokter


Wajah Dara memerah pias , Dokter itu memang selalu ceplas ceplos


Dara hanya membalas anggukan kepada dokter itu


“Mulutnya lemes bener nih bu dokter “ batin Dara kesal


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKE