
Perasaan gelisah Jia sekitka menghilang saat ia berhasil dan lulus sidang laporan , rasa bahagia dan bangga membuncah dihatinya .
Mengambil program percepatan hanya untuk membuat Devan agar tidak menunggu dirinya lebih lama lagi , namun hasilnya tetap saja memuaskan .
Jiandra keluar dari ruang sidang ,terlihat 2 sahabatnya menunggu dirinya dengan wajah tegangnya .
Jia berlari kecil mendekati Dara dan Tya , Jia memeluk mereka dengan erat
“Guee lulusssss , akhir bulan ini gue bisa wisudaaa “ girang Jia dalam pelukan kedua sahabatnya .
“Syukurlahhh , gue ikut senenggggg doain gue jiiiakk “ girang Dara
“Asek nikahhh habis nii “ celetuk Tya membuat orang-orang yang berlalu lalang menoleh kearahnya .
“Mulut lu dikontrol bego “ ucap Dara tajam
“Sorry bukmill “ cengir Tya
Jia berdalih berjongkok sedikit agar sejajar dengan perut Dara , Jia mengelus halus perut Dara yang sudah membesar .
“Dedek , makasi ya udah ikut ngerayain hari bahagia onty . Doain onty bisa kasi temen main buat kamu “ cicit Jia
Dara sontak terkekeh
“Aminn onty Jia cantik “ ucap Dara menirukan suara anak kecil
Tya mengelus dadanya
“Ngebet banget ini bocah punya anak , udah ah males ngomong gue . Gue jomblo gue diam “ ucap Tya
Dara dan Jia sontak tertawa terbahak-bahak ….
“Kita jalan sekarang yuk Jia , biar gak keburu “ ajak Dara
Jia mengangguk menyetujui ucapan Dara , mereka bertiga pun segera berjalan menuju parkiran dimana mobil Jia terparkir .
Devan kemarin telah meminta maaf lebih awal karena tak bisa menemani Jia untuk sidang , ada banyak rapay yang harus ia selesaikan hari ini . Jia tak mempermasalahkannya toh juga dia ada misi penting esok hari , begitu pikirnya .
......................
Mobil yang dikendarai Jia telah terparkir rapi disalah satu klinik besar namun bukan Rumah Sakit , 15 menit berkendara sangatlah singkat karena jalanan juga tidak sedang macet .
Dara telah mereservasi lebih dulu untuk memeriksakan Jia .
“Kok gue degdegan ya ? “ ucap Tya yang kini telah duduk disamping Jia untuk menunggu giliran nama mereka dipanggil .
“Yang diperiksa siapa yang degdegan siapa ? “ ucap Dara sembari memutar bola matanya .
Jia terkekeh geli melihat perdebatan kedua sahabatnya .
“Jiandra Drabia Devaki “ ucap sang perawat
Jiandra sontak langsung berdiri dan reflek Dara dan Tya ikut berdiri berbarengan dengan Jia .
Mereka bertiga masuk kedalam ruang periksa
Dokter sedikit terkejut melihat 3 wanita masuk berbarengan
“Ini pasien yang mana ? “ tanya donter tersebut
“Nyonya Muda Keenan bukannya sudah periksa kemarin ? “ sambungnya
“Hari ini saya mengantarkan teman saya dok “ ucap Dara sembari menunjuk Jia dengan sopan .
“Saya penonton dok “ celetuk Tya
Dokter tersebut langsung terkekeh
“Silahkan Ibu Jia duduk “ ucap Dokter wanita yang masih terlihat muda itu .
“Menstruasi terakhir kapan ? “ tanya dokter tersebut
“Saya lupa dok , tapi bulan-bulan ini saya belum mens “ ucap Jia sopan ..
Dokter tersebut mengangguk-kan kepalanya sembari memeriksa , senyum tipis terlihat jelas dari bibir dokter tersebut .
“Kita baring sebentar ya “ pinta sang dokter
Jia mengangguk dan segera bangun dari duduknya dan merebahkan badannya ke bed hospital yang tersedia di ruang periksa itu .
“Kita Usg ya untuk memastikan “ ucap dokter tersebut sembari meratakan gel diperut Jia
Alat Usg menari diatas perut Jia
“Wahh dugaan saya benar “ ucap dokter tersebut dengan wajah berbinar
Jantung jia berdebar kencang ia tak sabar ingin mendengar berita apa yang akan disampaikan oleh dokter .
Dara berbinar setelah mendengar ucapan dokter , ia yang lebih dulu hamil tentu saja tau apa maksud dokter tersebut
“Artinya apa ra ? “ tanya Tya yang sedari tadi hanya memperhatikan tanpa tau artinya
“Diem aja lu , ntar lu dengerin omongan dokter “
Tya mendengus kesal
“Iyee -iyeee “
Dokter tersebut telah selesai memeriksakan USG pada Jia , ia membersikan cairan gel yang masih menempel diperut Jia .
“Ada bapak-nya kan ? “ tanya Dokter tersebut bercanda seraya duduk dikursinya
“Ada lah bu dok , lagi kerja bu ada rapat jadi mau kasi kejutan aja “ ucap Jia sedikit gugup
Jia pun ikut duduk berhadapan dengan ibu dokter
“Selamat , kehamilan Ibu memasuki usia 4 Minggu . Saya juga melihat ada 2 kantung artinya kemungkinan janin Ibu kembar, tapi untuk memastikan datanglah saat kandungan sudah berusia 4 bulan . “
Jia terkejut dan menitihkan air matanya , Jia membelai perutnya pelan
“Dedek kamu beneran ada ? “ gumam Jia
Tya dan Dara terharu
“Ini obat dan vitamin yang harus Ibu minum agar tetap kuat , mual-mual kalau pagi ? “ tanya dokter
“Sedikit dok “ ucap Jia
“Saya akan beri obat pereda mual nanti, Vitamin juga harus dihabiskan biar tidak lemas . “ ucap dokter
“Terimakasih dok , uhmm tapi 3 hari yang lalu saya periksa tapi tidak dijelaskan jika saya hamil . Kata dokter itu saya asam lambung “ ucap Jia polis
Dokter tersebut terkekeh
“Periksanya kemana ? “ tanya dokter
“Dokter umum “ cicit Jia
“Hahahhaa , periksa ke Obygen langsung ya Ibu “ ucap Dokter tersebut tertawa
Jia sontak nyengir dan menampikkan barisan gigi putihnya .
“Ini “ ucap Dokter memberikan kertas keterangan yang menyatakan Jia hamil
“Dan ini obatnya “ sambungnya
“Terimakasih banyak dok , saya akan sering kontrol kesini “ ucap Jia lembut
“Senang jika bertemu dengan ibu lagi “ ucap Dokter tersebut
“Ibu yang lagi diem itu gak mau diperiksa juga ? “ tanya dokter tersebut menunjuk Tya
“Saya? “ tanya Tya menunjuk dirinya sendiri
“Anak saya banyak diperut bu , nanti ibu kaget lagi pas USG . “ sambung Tya
Dokter tersebut mengernyitkan keningnya
“Mengapa bisa banyak ? “ tanya-nya polos
“Iya anak cacing “ gelak Tya tertawa terbahak-bahak
Jia dan Dara pun sonta ikut tertawa keras
Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya sembaru tersenyum
“Kami pamit ya dok “ ucap Jia sopan
“Hati-hati ya “ ucap Dokter
“Nyonya Muda Keenan ingatkan Tuan Muda Keenan untuk menusuk Nyonya agar persalinan nanti lancar “ sambung Dokter
Wajah Dara memerah pias , Dokter itu memang selalu ceplas ceplos
Dara hanya membalas anggukan kepada dokter itu
“Mulutnya lemes bener nih bu dokter “ batin Dara kesal
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE