Oh My Man

Oh My Man
Meminta maaf


Devan memutuskan untuk kembali kekota , karena hadi sudah hampir gelap .


“Jia , sudah jam setengah 6 sore , lebih baik kita pulang “


Jia mengangguk


“Baiklah “


Jia dan Devan berjalan menuju parkiran mobil , didalam mobil sudah ada Rudi yang tertidur pulas


“Woy Bangun rudd, enak-enakan lu tidur “ dengus Devan mengetuk kaca mobil .


Rudi menurunkan kacanya dan menguapp


“Uaohemm , si bos teh udah selesai? “


“Sudah buka pintunya , “


Rudi membuka Pintu mobil secara otomatis dari tempat kemudinya .


Tiba-tiba seorang Pria berteriak memanggilnya saat Jia dan Devan hendak memasuki mobil


“Vaann Devannn “ teriak sang pria membuat Devan dan Jia menoleh ke arahnya


Ternyata si Reyno berlari kearah Devan


Reyno ngos ngosan


“Huhh huhh huhhh “ sembari menepuk pundak Devan


“Ngapain lu “ tanya Devan mendelik tajam


“Mau ngucapin perpisahan lah boss , mau balik sekarang kan ? “


Devan mengangguk


Reyno segera menampilkan wajah cool dan gaya playboy nya membuat Devan berdecih kesal


“Cikhh “


Reyno mengelurkan tangannya kepada Jia


“Saya Reyno , pengelola taman disini “


Jia menerima uluran tangan Reyno


“Saya Jiandra “ ucap Jia tersenyum manis spontan membuat Reyno terpesona


“Manisnya adekkk “ ucap Reyno langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devan


“Sorry Boss “ Reyno menampilkan tanya V ditangannya


“Saya akan balik sekarang, kamu jagalah taman dengan baik , buat pengunjung merasa nyaman dan hangat bersama keluarganya “


“SIAP BOS “ tegas Reyno sembari bergaya hormat dikepalanha


“Dasar gila “


“Ih si Bos mahh “ kesal Reyno


“Jia masuklah kedalam mobil kita akan segera pulang “


Jia menurut masuk kedalam mobil , Reyno melambaikan tangannya spontan Jia ikut melambaikan tangannya .


Devan memperlihatkan kepalan tangannya kepada Reyno sebagai tanda mengancam


Reyno cekikikan geli melihat tingkah Bosnya


“Cepat halalin van atau aku pepet dan tikung kamu “


“Cikhh , tunggu saja undangan Dariku “


Reyno menepuk pelan bahu Devan


“Aku selalu menunggu undangan darimu , sudah berangkat sekarang , mataku ulatan melihat dirumu sejak siang “


“Awas saja kau gajihku akan ku potong bulan depan “


“Hahahaha om Mahes akan marah padamu , karena ia tau kinerjaku “


“Sombong Amat “ dengus Devan


Devan masuk kedalam mobil ,


Reyno masih tertawa diluar mobil , Reyno segera memasukan kepalanya kedalam kaca mobil disebelah Devan


“ Hati-hati ya dek “ goda Reyno kepada Jia


Devan dibuat kaget lalu menjitak kepala Reyno


“Dasar playboy cap baygon . Pergi kau , saya akan balik sekarang “


“Hahahaha okey bos , Rud hati-hati bawa mobilnya “ ucap Reyno kepada Rudi


“Siappp Den Reyno “


Mobil Alphard putih mewah milik papa Mahes meninggalkan taman mewah dan sejuk meilik MHS’company


WELCOME BACK TO HIRUK PIRUK KOTA - batin Jia menjerit


Selama diperjalanan Devan sibuk memangku laptopnya dan membalas email-email yang masuk dari kolega bisnisnya .


“Apa kau sangat sibuk kak ? “ tanya Jia


Devan mengangguk


“Aku harus ke germany Minggu depan menyelesaikan urusan di perusahaan cabang jadi aku perlu menyelesaikan urusanku disini”


Mata Jia sekitaka Berbinar


“GERMANY ? “ seru Jia


Devan mengangguk lalu melirik dan menatap Jia yang tengah tersenyum dengan mata berbinarnya


“Ada apa ? Mengapa kau terlihat senang “


Jia menoleh kearah Jia lalu mengerjap-erjapkan matanya agar terlihat imut


“Ingin rasanya aku mencium pipimuuu “


“Imutnya kamuuu “ jerit Devan


“Bukankah kau harusnya kuliah ? “


Jia menggeleng


“No no minggu depan aku sudah minggu tenang , karena akan ujian semester , aku ingin refreshing kak Dev , boleh yahh “ rayu Jia


Devan menghela nafasnya ,berpura-pura keberatan padahal hatinya sedang berbunga-bunga . Entah bagaimana semangatnya ia nanti bekerja saat dirumah ditunggu oleh Jia


“Kakak akan meminta izin pada papa Ken , “


Jia mengangguk


“Tentu aku juga akan merayu papa agar papa memberi Izin “


Devan mengangguk lalu melanjutkan membalas email yang masuk . Meski tanganya fokus mengetik namun pikirannya tak sejalan . Rasa senangnya membuncah didada mengingat Jia akan ikut menemaninya ke Germany sedangkan Jia ?


Ia memilih menejamkan matanya selama diperjalanan sembali menghayal hal-hal yang akan dilakukan di Germany nanti


...****************...


Pukul 7 lebih 15 menit petang mobil Devan telah memasuki pekarangan rumah papa Kendra .


Sebelumnya Devan telah menceritakan kejadian Jia dan meminta izin mengajak Jia untuk melupakan sejenak masalahnya


Mendengar deru mesin memasuki pekarangannya , Papa Kendra dan Mama Sita yang tadinya duduk diruang tamu sembari menonton Televisi pun segera bangun menuju halaman rumah


Jia baru saja keluar dari dalam mobil , dilihatnya papa Kendra menatapnya tersenyum


Jia tersenyum lalau segera berlari kearah papa Kendra dan memeluknya


“Papa Maafkan Jia “ sendu Jia


Papa Kendra mengelus rambut panjang Jia


“Jia benar-benar menyesal telah membohongi papa, dan sekarang akupun ikut dibohongi “ mata Jia mulai berair , ia benar-benar menyesal telah berbohong dan menutupi dirinya yang memiliki seorang kekasih


“Tak apa, papa mengerti , jangan pernah ulangi kesalahan itu lagi , jangan berbohong dan menutupi keadaanmu dengan papa , Mengerti ! ? Tegas papa Kendra


Devan berada dibelakang Jia dan tersenyum kepada papa Kendra


Jia berdalih kepada mamanya , Jia memeluk sang mama erat


“Mah “ sendu Jia


“Sudahlah tak apa , yuk kita masuk untuk makan malam , mama sudah masakkan menu kesukaan Jia dan Devan “ seru mama Sita


Devan berbinar “ Kebetulan ma, devan sangat lapar “ devan mengelus perutnya membuat Jia tertawa kecil


“Cikh CEO MHS’company numpang makan “ sindir papa Kendra


Membuat Jia tertawa


“Hahahhahaa “


“Biarin saja “ ucap Devan kepada papa Kendra lalu Devan merangkul papa Kendra


“Sudahlah kalian jangan ribut , ayuk masuk kedalam makan kita bersama “ ajak sang ibu


Jia dirangkul oleh mama Sita , sedangkan papa Kendra dirangkul oleh Devan


Mereka ber-4 menuju meja makan untuk makan malam bersama . Sedangkan Rudi ? Ia melanjutkan tidurnya didalam mobil , sebelumnya devan telah memberi ia uang untuk makan namun rudi simpan karena ia merasa masih kenyang .


Saat mereka tengah asik makan malam , tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya .


“Biar Jia bukakan pintunya , kalian lanjutlah “ Jia bangun dari duduknya lalu berjalan untuk membuka pintu utama rumahnya


Saat Jia membuka pintu jia mematung melihat Bryan dihadapannya , ada juga Dara dibelakang Bryan


“Jia maafkan aku , sungguh aku tak bermaksud “ ucap Bryan terbata-bata


Jia diam dan tak menjawab , jia berdalih melihat Jia yang datang lalu berlutut di kaki Jia


“Jia sungguh maafkan aku , aku yang salah karena tak bisa mengontrol perasaanku terhadap Bryan “


Jia menghela nafas kasarnya


Ia membangunkan Dara lalu mengusap air mata dara


“Kalian, aku sudah memaafkan kalian , Dara kau tak salah , kau mencintai Bryan bukan ? Aku tak menyalahkan perasaamu , yang aku sesalkan mengapa kau tak berkata padaku jika kau mencintainya , aku akan lebih mementingkan perasaanmu , “ sendu Jia


Lalu berdalih pada Bryan


“Bryan , kita akhiri disini , aku mohon jaga sahabatku untukmu , aku yakin kau mencintainya bukan ? “


“Aku mencintaimu “ lirih Bryan


Jia tertawa remeh


“Cinta ? Itu bukan Cinta , kau tau Bryan , aku bersyukur karena belum mencintaimu terlalu dalam , jadi rasa sakitku tak begitu terasa “


“Kembalilah padaku Jia , aku janji akan setia “ pinta Bryan


“ Kembali ? Takkan pernah aku kembali padamu , jagalah sahabatku , tanggung jawab akan apa yang kau ambil darinya , aku akan selalu mendoakan hubungan kalian bahagia “ tegas Jia tegar tak ada air mata yang jatuh


Mama Sita , Papa Kendra dan Devan menonton kejadian itu mereka terdiam , Jia tak tau jika Mama, Papa dan Devan ada tak jauh dari Jia


Bryan , dan Dara pergi , Jia segera menutup pintunya lalu berbalik badan hendak kembali kemeja makan . Ia meninggalkan meja makan cukup lama


Jiandra terkejut melihat Mama , Papa dan Devan tersenyum kepadanya


“Papa bangga padamu , mudah memaafkan dan tegar menghadapi masalah , papa yakin seseorang yang sangat menyayangimu akan datang membahagiakanmu setelah ini “


Jia tersenyum


“Itu semua karena didikan kalian , aku menjadi diriku karena kalian . Aku juga berharap agar orang yang tulus mencintaiku datang kepadaku pah . Terimakasih ,”


Jia berlari dan memeluk mama Sita dan Papa Kendra


Sedangkan Devan terdiam dan tersenyum


“Aku akan memberikan semua kebahagiaan didunia ini untukmu Biaku “ batin Devan