
Devan memutuskan untuk kembali kekota , karena hadi sudah hampir gelap .
“Jia , sudah jam setengah 6 sore , lebih baik kita pulang “
Jia mengangguk
“Baiklah “
Jia dan Devan berjalan menuju parkiran mobil , didalam mobil sudah ada Rudi yang tertidur pulas
“Woy Bangun rudd, enak-enakan lu tidur “ dengus Devan mengetuk kaca mobil .
Rudi menurunkan kacanya dan menguapp
“Uaohemm , si bos teh udah selesai? “
“Sudah buka pintunya , “
Rudi membuka Pintu mobil secara otomatis dari tempat kemudinya .
Tiba-tiba seorang Pria berteriak memanggilnya saat Jia dan Devan hendak memasuki mobil
“Vaann Devannn “ teriak sang pria membuat Devan dan Jia menoleh ke arahnya
Ternyata si Reyno berlari kearah Devan
Reyno ngos ngosan
“Huhh huhh huhhh “ sembari menepuk pundak Devan
“Ngapain lu “ tanya Devan mendelik tajam
“Mau ngucapin perpisahan lah boss , mau balik sekarang kan ? “
Devan mengangguk
Reyno segera menampilkan wajah cool dan gaya playboy nya membuat Devan berdecih kesal
“Cikhh “
Reyno mengelurkan tangannya kepada Jia
“Saya Reyno , pengelola taman disini “
Jia menerima uluran tangan Reyno
“Saya Jiandra “ ucap Jia tersenyum manis spontan membuat Reyno terpesona
“Manisnya adekkk “ ucap Reyno langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devan
“Sorry Boss “ Reyno menampilkan tanya V ditangannya
“Saya akan balik sekarang, kamu jagalah taman dengan baik , buat pengunjung merasa nyaman dan hangat bersama keluarganya “
“SIAP BOS “ tegas Reyno sembari bergaya hormat dikepalanha
“Dasar gila “
“Ih si Bos mahh “ kesal Reyno
“Jia masuklah kedalam mobil kita akan segera pulang “
Jia menurut masuk kedalam mobil , Reyno melambaikan tangannya spontan Jia ikut melambaikan tangannya .
Devan memperlihatkan kepalan tangannya kepada Reyno sebagai tanda mengancam
Reyno cekikikan geli melihat tingkah Bosnya
“Cepat halalin van atau aku pepet dan tikung kamu “
“Cikhh , tunggu saja undangan Dariku “
Reyno menepuk pelan bahu Devan
“Aku selalu menunggu undangan darimu , sudah berangkat sekarang , mataku ulatan melihat dirumu sejak siang “
“Awas saja kau gajihku akan ku potong bulan depan “
“Hahahaha om Mahes akan marah padamu , karena ia tau kinerjaku “
“Sombong Amat “ dengus Devan
Devan masuk kedalam mobil ,
Reyno masih tertawa diluar mobil , Reyno segera memasukan kepalanya kedalam kaca mobil disebelah Devan
“ Hati-hati ya dek “ goda Reyno kepada Jia
Devan dibuat kaget lalu menjitak kepala Reyno
“Dasar playboy cap baygon . Pergi kau , saya akan balik sekarang “
“Hahahaha okey bos , Rud hati-hati bawa mobilnya “ ucap Reyno kepada Rudi
“Siappp Den Reyno “
Mobil Alphard putih mewah milik papa Mahes meninggalkan taman mewah dan sejuk meilik MHS’company
WELCOME BACK TO HIRUK PIRUK KOTA - batin Jia menjerit
Selama diperjalanan Devan sibuk memangku laptopnya dan membalas email-email yang masuk dari kolega bisnisnya .
“Apa kau sangat sibuk kak ? “ tanya Jia
Devan mengangguk
“Aku harus ke germany Minggu depan menyelesaikan urusan di perusahaan cabang jadi aku perlu menyelesaikan urusanku disini”
Mata Jia sekitaka Berbinar
“GERMANY ? “ seru Jia
Devan mengangguk lalu melirik dan menatap Jia yang tengah tersenyum dengan mata berbinarnya
“Ada apa ? Mengapa kau terlihat senang “
Jia menoleh kearah Jia lalu mengerjap-erjapkan matanya agar terlihat imut
“Ingin rasanya aku mencium pipimuuu “
“Imutnya kamuuu “ jerit Devan
“Bukankah kau harusnya kuliah ? “
Jia menggeleng
“No no minggu depan aku sudah minggu tenang , karena akan ujian semester , aku ingin refreshing kak Dev , boleh yahh “ rayu Jia
Devan menghela nafasnya ,berpura-pura keberatan padahal hatinya sedang berbunga-bunga . Entah bagaimana semangatnya ia nanti bekerja saat dirumah ditunggu oleh Jia
“Kakak akan meminta izin pada papa Ken , “
Jia mengangguk
“Tentu aku juga akan merayu papa agar papa memberi Izin “
Devan mengangguk lalu melanjutkan membalas email yang masuk . Meski tanganya fokus mengetik namun pikirannya tak sejalan . Rasa senangnya membuncah didada mengingat Jia akan ikut menemaninya ke Germany sedangkan Jia ?
Ia memilih menejamkan matanya selama diperjalanan sembali menghayal hal-hal yang akan dilakukan di Germany nanti
...****************...
Pukul 7 lebih 15 menit petang mobil Devan telah memasuki pekarangan rumah papa Kendra .
Sebelumnya Devan telah menceritakan kejadian Jia dan meminta izin mengajak Jia untuk melupakan sejenak masalahnya
Mendengar deru mesin memasuki pekarangannya , Papa Kendra dan Mama Sita yang tadinya duduk diruang tamu sembari menonton Televisi pun segera bangun menuju halaman rumah
Jia baru saja keluar dari dalam mobil , dilihatnya papa Kendra menatapnya tersenyum
Jia tersenyum lalau segera berlari kearah papa Kendra dan memeluknya
“Papa Maafkan Jia “ sendu Jia
Papa Kendra mengelus rambut panjang Jia
“Jia benar-benar menyesal telah membohongi papa, dan sekarang akupun ikut dibohongi “ mata Jia mulai berair , ia benar-benar menyesal telah berbohong dan menutupi dirinya yang memiliki seorang kekasih
“Tak apa, papa mengerti , jangan pernah ulangi kesalahan itu lagi , jangan berbohong dan menutupi keadaanmu dengan papa , Mengerti ! ? Tegas papa Kendra
Devan berada dibelakang Jia dan tersenyum kepada papa Kendra
Jia berdalih kepada mamanya , Jia memeluk sang mama erat
“Mah “ sendu Jia
“Sudahlah tak apa , yuk kita masuk untuk makan malam , mama sudah masakkan menu kesukaan Jia dan Devan “ seru mama Sita
Devan berbinar “ Kebetulan ma, devan sangat lapar “ devan mengelus perutnya membuat Jia tertawa kecil
“Cikh CEO MHS’company numpang makan “ sindir papa Kendra
Membuat Jia tertawa
“Hahahhahaa “
“Biarin saja “ ucap Devan kepada papa Kendra lalu Devan merangkul papa Kendra
“Sudahlah kalian jangan ribut , ayuk masuk kedalam makan kita bersama “ ajak sang ibu
Jia dirangkul oleh mama Sita , sedangkan papa Kendra dirangkul oleh Devan
Mereka ber-4 menuju meja makan untuk makan malam bersama . Sedangkan Rudi ? Ia melanjutkan tidurnya didalam mobil , sebelumnya devan telah memberi ia uang untuk makan namun rudi simpan karena ia merasa masih kenyang .
Saat mereka tengah asik makan malam , tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya .
“Biar Jia bukakan pintunya , kalian lanjutlah “ Jia bangun dari duduknya lalu berjalan untuk membuka pintu utama rumahnya
Saat Jia membuka pintu jia mematung melihat Bryan dihadapannya , ada juga Dara dibelakang Bryan
“Jia maafkan aku , sungguh aku tak bermaksud “ ucap Bryan terbata-bata
Jia diam dan tak menjawab , jia berdalih melihat Jia yang datang lalu berlutut di kaki Jia
“Jia sungguh maafkan aku , aku yang salah karena tak bisa mengontrol perasaanku terhadap Bryan “
Jia menghela nafas kasarnya
Ia membangunkan Dara lalu mengusap air mata dara
“Kalian, aku sudah memaafkan kalian , Dara kau tak salah , kau mencintai Bryan bukan ? Aku tak menyalahkan perasaamu , yang aku sesalkan mengapa kau tak berkata padaku jika kau mencintainya , aku akan lebih mementingkan perasaanmu , “ sendu Jia
Lalu berdalih pada Bryan
“Bryan , kita akhiri disini , aku mohon jaga sahabatku untukmu , aku yakin kau mencintainya bukan ? “
“Aku mencintaimu “ lirih Bryan
Jia tertawa remeh
“Cinta ? Itu bukan Cinta , kau tau Bryan , aku bersyukur karena belum mencintaimu terlalu dalam , jadi rasa sakitku tak begitu terasa “
“Kembalilah padaku Jia , aku janji akan setia “ pinta Bryan
“ Kembali ? Takkan pernah aku kembali padamu , jagalah sahabatku , tanggung jawab akan apa yang kau ambil darinya , aku akan selalu mendoakan hubungan kalian bahagia “ tegas Jia tegar tak ada air mata yang jatuh
Mama Sita , Papa Kendra dan Devan menonton kejadian itu mereka terdiam , Jia tak tau jika Mama, Papa dan Devan ada tak jauh dari Jia
Bryan , dan Dara pergi , Jia segera menutup pintunya lalu berbalik badan hendak kembali kemeja makan . Ia meninggalkan meja makan cukup lama
Jiandra terkejut melihat Mama , Papa dan Devan tersenyum kepadanya
“Papa bangga padamu , mudah memaafkan dan tegar menghadapi masalah , papa yakin seseorang yang sangat menyayangimu akan datang membahagiakanmu setelah ini “
Jia tersenyum
“Itu semua karena didikan kalian , aku menjadi diriku karena kalian . Aku juga berharap agar orang yang tulus mencintaiku datang kepadaku pah . Terimakasih ,”
Jia berlari dan memeluk mama Sita dan Papa Kendra
Sedangkan Devan terdiam dan tersenyum
“Aku akan memberikan semua kebahagiaan didunia ini untukmu Biaku “ batin Devan