Oh My Man

Oh My Man
Menghilang


Pagi pukul 5 dini hari Jia terbangun , ia baru saja tidur pukul 1 tadi , Jia tak bisa tidur karena memikirkan Bryan yang tak kunjung membalas pesannya , Jia menjadi tak sabar untuk bertemu dengan Bryan , niatnya untuk mengatakan kejadian yang terjadi padanya kemarin malam dan mengatakan perasaanya yang sesungguhnya


“Bryan mengapa saat rasaku mulai tumbuh kau tak bisa dihubungi “ gumamnya .


Jia terjaga hingga pukul 6 Jia bersiap untuk berangkat ke kampus


Jia memoles wajahnya terutama seputaran mata karena matanya sedikit bengkak akibat menangis semalaman .


Jia telah rapi dan bersiap untuk kesekolah


Dimeja makan sudah ada papa Kendra dan mama Sita yang tengah duduk menunggu Jia untuk sarapan


“Selamat pagi pa, ma , “ sapa Jia


“Selamat pagi nak “ mama Sita membalas


Papa Kendra tak merespon sapaan Jia , ia ingin Jia menyadari kesalahannya selama Jia berpacaran dengan Bryan tak pernah memberitahunya dan berbohong padanya itu adalah sebuah kesalahan


Jia duduk disamping papa Kendra


“Pah, apa papa masih marih padaku ? “ mata Jia berbinar hendak menangis


Drama pagi ini sepertinya masih akan berlanjut


Papa Kendra menghela nafasnya, ia juga merasa bersalah kepada sang putri , namun mau bagaimana lagi? Ia juga harus tegas kepada Jia , bagaimanapun seorang ayah tak ingin anaknya jatuh ke lobang yang salah


“Tidak papa tak marah “ singkat papa Kendra membuat Jia menghela nafasnya


“Maafin Jia pah, tak memberi tahu papa jika jia memiliki kekasih , tapi Jia menyayanginya yah, sungguh, lain kali akan Jia kenalkan kepada papa “ kekeuh Jia


“Yatuhan anakku jia kenapa kau begini sekarang ? Apa yang telah lelaki itu racuni padamu “ batin Papa Kendra


“Tak perlu kau bawa dia kemari “


Papa Kendra bangun dari duduknya


“Papa sudah selesai sarapan , mama kamu diam dirumah saja , jangan ikuti papa ke restauran hari ini , Oh ya , dan kamu Jia, hari ini kamu naik gojek atau bawa motormu yang dulu ke kampus , mobilmu akan Devan service hari ini “ Papa Kendra meninggalkan istri dan anaknya tanpa mendengar jawaban dari mereka terlebih dahulu


“Yatuhan apa aku salah? Ini pertama kalinya papa meninggalkan meja makan padahal papa belum selesai sarapan “ batin Jia sendu


“Mah apa papa masih marah padaku ? “


“Kamu habiskan sarapan ya , jangan dibahas lagi , nanti kamu telah ngampus, urusan papa hiraukan saja dulu “


......................


Jia berdiri sembari memesan gocar didepan rumahnya , namun baru saja ia akan memencet “PESAN “ sudah ada klakson mobil yang terdengar


TINNN


Jia menoleh dan melihat siapa yang ada didalam mobil tersebut , berharap itu Bryan


“Biaa, masuklahh , saya akan mengantarkanmu ke kampus “ Devan berbicara dari dalam mobil


“Oh pak Devan , tak usah aku akan memesan Gocar saja “


“Sudahlah jangan membantah , ini perintah dari Papa Ken “


Mendengar nama papanya , Jia sumringah senang


“Oh PAPAAAA, kau masih menyayangiku dan memikirkanku “ jia termenung dalam pikirannya sendiri


“JIAA , BIAAA “ panggil devan setengah berteriak membuat jia terkaget


“Eh iya pak ? “


“Sudah masuk waktunya sudah tak banyak lagi “


Jia mengangguk lalu masuk kedalam mobil Devan , Devan tersenyum senang


“Terimakasih papa Ken, kau memang sangat mengerti diriku “ batin Devan


Mobil Devan meninggalkan kediaman rumah Jiandra , selama diperjalanan mereka tak saling bicara


Akhirnya Devan menghidupkan musik dan bernyanyi-nyanyi kecil , membuat Jia tersenyum


“Kak suka nyanyi ya ? “


Devan mengangguk


“Hobby saya menyanyi “


“OHH “